
Suasana tampak tegang dan sunyi menunggu kedatangan Elang kesini. Bagas dan Naira pun duduk bersampingan, menjadi Saksi apa yang di lakukan Elang pada Vika.
saat Elang masuk ke dalam rumah, ia terkejut karena ada Naira berada disini, Ia sudah tahu apa yang akan di bicarakan, karena Vika sudah lebih dulu menghubungi nya.
"Bagus kamu datang Nak elang, Ayo duduk, saya mau bicara." Ucap Bu Amira. Elang mengangguk dan duduk. mata nya menatap Naira sebelum akhirnya Ia menatap Bu Amira yang mengajak nya bicara.
"Vika sedang hamil anak kamu."Ucap Bu Amira.
"Iya, Vika sudah memberitahu saya Tante, saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya."Ucap Elang.
"Kan Ma, Aku sudah katakan. Mas Elang pasti akan tanggung jawab." Ucap Vika penuh percaya diri.
Bu Amira yang mendengar hal itu pun merasa lebih lega, karena Calon Anak Vika memiliki ayah yang jelas.
Bagas terus menatap Alyssa, berharap ia tidak menatap Elang, karena ia sangat tidak suka Naira menatap sang mantan.
"Ayo kita ke kamar, kasihan Papa sendirian." Ucap Bagas. Naira pun mengiyakan, setelah ia rasa tak ada masalah yang berarti disini.
"Apa Om Cipto sakit??" Tanya Elang.
"Iya Sayang, Papa sedang sakit, kamu ingin melihat nya??" Tanya Vika.
__ADS_1
"Iya, kalau diizinkan."
"Tentu saja Nak elang, silakan masuk, Tapi Kapan kamu akan membawa kedua orang tua mu kesini?." Tanya Bu Amira lagi.
"Secepatnya Tante." Balas Elang.
Ia lalu bersama Vika masuk ke ruangan Pak Cipto yang tertidur karena efek obat yang di berikan dokter. Elang masuk karena ada Naira disini, bukan karena ia perduli dengan pak Cipto.
Bahkan di kamar Pak Cipto elang menatap Naira sesekali saat di ajak bicara Vika. Bagas yang tidak senang ada beradaan Elang disini pun menghela nafas, menahan kekesalan nya.
"Naira, menginap lah disini bersama suami mu." Ucap Bu Amira.
"Iya Ma."Balas Naira. Karena ia sangat ingin bisa bersama sang ayah.
"Tapi Mas Bagas, apa bisa menginap juga??" Tanya Naira.
"Aku ikut dengan mu saja."Balas Bagas. Naira pun tersenyum mendengar nya.
"Mama akan minta Bibi bersihkan kamar kamu dulu."Ucap Bu Amira.
"Makasih Ma."
__ADS_1
Entah itu pura-pura karena Ada Bagas disini, atau Bu Amira memang telah berubah, Tapi Naira sangat senang ia bisa menginap tanpa melihat wajah tidak suka ibu tiri nya itu.
Vika yang mendengar ucapan ibu nya pun ikut terkejut, ia lekas mengejar sang ibu yang keluar dari kamar Pak Cipto.
"Naira, kamu pasti sangat khawatir Papa mu sakit begini."Ucap Elang.
"Semua anak pasti khawatir orang tua nya sakit." Ketus Naira yang tak berharap elang akan mengajak nya bicara saat berada di depan Bagas.
Mendapatkan balasan ketus Naira, Elang tidak membenci nya sama sekali, ia membalas dengan senyuman nya dan masih menatap Naira dengan tatapan sendu.
di dapur. Vika menghampiri ibu nya.
"Ma, Mama kenapa biarkan Naira itu nginap disini sih ma."Ucap Vika kesal.
"Diam lah, Memang nya apa salah nya dia menginap, apa kamu tidak lihat Papa sedang sakit."Ucap Bu Amira.
Vika cemberut, tidak mengerti apa yang sedang di pikirkan ibu nya saat ini.
"Apa karena Aku hamil duluan, itu yang membuat Mama kesal dan memihak Naira?." Batin Vika.
Bukan hanya menyiapkan kamar Untuk Naira dan Bagas, Bu Amira juga menyiapkan makan malam yang banyak untuk Naira dan Bagas. membuat semua orang penuh tanya ada apa yang terjadi, tapi semua tidak menemukan jawaban nya.
__ADS_1