
1 Bulan Sudah berlalu
Sejak malam itu, Hubungan Bagas dan Naira yang dulu begitu kaku dan penuh perdebatan, Kini sudah semakin ada kemajuan di antara mereka.
Kedua nya mulai lebih intim satu sama lain, semakin membuat kedua semakin mesra setiap hari nya.
Perjuangan Naira yang dulu berusaha mendapatkan hati Bagas karena ucapan Bagas yang sempat meremehkan nya kini telah membuahkan hasil, Naira melakukan semua dengan Ikhlas dan lapang dada menghadapi sikap Dingin pria yang dulu buta itu, hinaan, cacian dan Amarah Naira terima dengan senyuman. Kini sikap Bagas 99% sebaliknya, menjadi sangat perhatian dan Manja pada Naira.
•••
Pagi itu.
Naira bangun dari tidur dan sudah di sambut dengan aroma makanan yang di siapkan Bagas untuk nya.
"Mas Bagas."
"Selamat pagi, Aku sudah siapkan sarapan untuk kita."ucap Bagas.
"Mas Bagas yang menyiapkan semua nya?." Tanya Naira tak percaya.
"Tentu saja, kau pikir aku tidak bisa memasak?." Tanya Bagas. Naira tertawa dan menganggukan kepala nya.
"Kalau begitu, kau harus mencoba nya."Ucap Bagas lalu mengendong Naira untuk menuju ke sofa.
"Mas, Jangan begitu, Aku malu." Ucap Naira.
__ADS_1
"Hanya ada kita berdua di kamar ini, untuk apa malu."balas Bagas.
Naira lalu tertawa. "Mas, Besok pernikahan Vika dan Elang, Hari ini kita jadi kesana kan?." Tanya Naira.
"Tentu saja sayang."Balas Bagas.
Naira tersenyum mendengar kata Sayang yang di ucapkan Bagas pada nya.
Setelah selesai sarapan, Naira dan Bagas pun menuju ke rumah orang tua Naira untuk menginap disana, karena Pernikahan Vika akan di gelar besok.
dalam perjalanan menuju ke rumah Pak Cipto, Naira melewati toko nya, ia pun menoleh untuk melihat toko nya yang sudah 2 Minggu ini tidak buka karena membantu Bu Amira mengurus pernikahan Vika.
Naira melihat gadis kecil itu, ada di depan toko nya, duduk seperti menunggu seseorang. Mendadak jantung Naira berdetak sangat kencang, khawatir melihat gadis kecil itu duduk sendiri tanpa ada orang tua di sekitar mengawasi nya.
"Mas, Berhenti mas." Ucap Naira.
"Kau ingin singgah di toko?." Tanya Bagas lagi. Naira mengangguk.
Setelah mobil Bagas berhenti dengan sempurna, Naira segera turun dari mobil dan mendekati gadis kecil itu.
"Cleo, kamu sedang apa disini sayang?." Tanya Naira dengan lembut.
Cleo tersenyum menatap kedatangan Naira.
"Toko Tante gak buka??" Tanya Cleo.
__ADS_1
"Engak sayang, Kamu sedang apa disini?."Tanya Naira.
Cleo memegangi kaleng dan memukul mukul kecil di kaki nya pun mengerti, Cleo tengah mengamen. sontak Hati Naira terasa sakit saat itu juga, bagaimana ada orang tua yang membiarkan anak sekecil ini mengamen dan meminta uang di jalanan seperti ini.
Bagas berdiri menatap kedua berbicara pun merasa kasihan melihat Cleo.
"Dimana rumah mu sayang?, Apa boleh Tante mengantar mu pulang?." Tanya Naira.
Saat baru saja bertanya, Seorang wanita paru baya menghampiri Naira.
"Cleo, kenapa Disini, ayo pulang!." Ajak wanita paru baya itu, mengandeng tangan Cleo dengan kasarnya.
"Maaf, anda siapa?." Tanya Naira.
"Saya Ibu nya, Kamu penculik ya?." Tanya wanita itu.
Naira menatap nya dengan tajam, karena kesal, bagaimana wanita seperti dia tidak punya hati sama sekali. Namun tak ingin berdebat dengan Naira yang ia rasa tidak penting, ia membawa Cleo pergi, Cleo dengan sedih melihat Naira dan mengikuti ibu nya.
Naira ingin menghentikan nya. Namun Bagas menahan nya.
"Sudah lah, nanti jadi masalah kalau kita ikut campur urusan mereka."
"Tapi, aku tidak tahan melihat hal itu Mas, bagaimana mana mereka seorang ibu tidak punya hati sama sekali."Ucap Naira.
Bagas merangkul nya, dan membawa Naira masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Suasana Hati Naira berubah jadi tidak baik saat itu juga. dalam perjalanan Naira hanya diam memikirkan Cleo, saat pertama kali bertemu dengan gadis kecil itu, Naira sudah jatuh hati padanya.