
Naira dan Bagas pun memulai perjalanan keluar kota untuk memeriksakan mata Bagas ke dokter yang mengoperasi mata Bagas. Cleo pun ikut serta dalam perjalanan kedua nya.
Saat sampai di lampu merah, Cleo selalu saja menundukkan kepala nya untuk bersembunyi, gadis kecil itu takut ia akan kembali di temukan dan bawa untuk mengemis lagi.
Naira dan Bagas yang melihat merasa kasihan dengan Cleo yang tampak ketakutan.
"Cleo, kamu tidak perlu lagi ketakutan sayang, kamu sudah bersama Tante dan Om Bagas yang akan menjaga kamu."Balas Naira mencoba menenangkan Cleo. Namun rasa takut itu terlalu besar hingga ia tetap tak ingin mengangkat kepala nya.
Ponsel Bagas berbunyi, Ia melihat itu adalah telefon dari Vika.
"Untuk apa dia menghubungi ku?." Batin Bagas.
Tak ingin berhubungan dengan wanita seperti Vika, cukup Naira saja yang saling berbicara dengan Vika, Bagas Lalu merijeck telefon dari Vika.
Vika yang duduk di kamar menghubungi Bagas tapi malah di matikan, hanya tersenyum sinis.
"Siapa Mas?kok dimatikan?." Tanya Naira.
"Bukan siapa-siapa, nomor asing."Balas Bagas. Naira pun mengangguk mengerti.
•••
__ADS_1
Perjalanan mereka pun berhenti di sebuah hotel yang sudah di pesan oleh Bagas.
Karena adanya Cleo, Naira dan Bagas pun harus mau berbagi tempat tidur pada Cleo, karena tidak mungkin Cleo tidur sendiri di kamar yang lain.
Naira pun memposisikan diri nya berbaring di tengah-tengah, Bagas pun memeluk Naira sembari tertidur, begitu juga dengan Cleo.
Keadaan yang di rasakan Naira saat ini membuat ia merasa seolah memiliki keluarga yang utuh saat ini.
•••
Siang itu.
Bagas dan Naira membawa nya kesebuah taman bermain, Cleo pun tampak senang mencoba setiap permainan yang ada disana. Naira dan Bagas berdiri menatap gadis kecil yang sudah mencuri hati dan perhatian mereka saat itu.
Ken lalu datang menghampiri Bagas.
"Ada apa Ken?."
"Bos, Data Gadis kecil itu sudah di dapat, Gadis kecil itu dari sebuah rumah asuh, yang ternyata sindikat jual beli anak ilegal bos, Dan Menurut informasi yang di dapat, Cleo di jual kepada seorang wanita itu untuk di jadikan pengemis."Ucap Ken.
"Terus?."
__ADS_1
"Tertangkap nya wanita itu, membongkar sindikat jual beli anak secara ilegal itu bos." Lanjut Ken.
"Hm, Bagus lah."
Naira yang mendengar sangat terkejut dengan apa yang ia dengar, sangat sedih sekali mendengar apa yang di alami Cleo.
Bagas melihat Istri yang begitu Syok, ia pun tidak bisa mengatakan apa pun , karena itu lah yang terjadi.
Perjalanan menuju kembali ke hotel, Naira tampak diam tak mengatakan apa pun.
"Ada apa?, Apa kau sakit?." Tanya Bagas.
"Mas, Aku merasa sangat sedih mendengar tentang Cleo. tak tahu kesulitan apa saja yang sudah ia lalui selama ini."Ucap Naira.
"Dia sudah bersama kita, apa lagi yang perlu di khawatirkan, Jika kau mau kita bisa mengadopsi nya."Tutur Bagas.
Naira melihat keseriusan yang di mata Bagas saat mengatakan kata adopsi.
"Itu pun jika kau mau." Balas Bagas.
Naira hanya diam tidak menjawab Bagas. ia hanya membalas dengan senyuman kecil di bibir nya, lalu menoleh kearah Cleo yang tampak tertidur lelap karena kelelahan.
__ADS_1