
Flashback
Siang itu Pak Cipto dan Naira tengah berbelanja di supermarket membeli keperluan bulanan mereka, sembari menghabiskan waktu bersama mereka.
Di tengah perjalanan, Tidak sengaja Pak Cipto hampir menabrak seseorang, Namun orang itu pingsan sesaat Pak Cipto berhasil mengerem mobil.
Pak Cipto turun dari mobil dan melihat Wanita itu yang adalah Bu Amira yang pingsan. saat itu kedua nya belum saking mengenal, pakaian Bu Amira tampak lusuh, tiba-tiba Seorang gadis remaja seusia Naira muncul menangis meminta Ibu nya bangun.
Ada rasa bertanggung jawab, Pak Cipto membawa Bu Amira ke rumah sakit, saat Bu Amira tersadar ia segera ingin mencabut infus di tangan nya saat ia mengetahui ia berada di rumah sakit, karena ia tahu ia tidak akan sanggup membayarnya.
Namun Pak Cipto segera menenangkan nya, Naira yang kalah itu masih remaja hanya berdiri diam mematung menatap Bu Amira yang tampak terkejut.
singkat cerita, Saat tahu Bu Amira tidak punya rumah tinggal, Pak Cipto menawarkan untuk menjadi asisten rumah tangga di rumah nya, melihat ketelatenan Bu Amira dan paras nya yang cantik, Pak Cipto jatuh hati dan melamar menjadi istri nya.
__ADS_1
Bu Amira tidak pernah suka dengan Naira karena takut posisi anak nya Akan tersingkirkan, karena Vika hanya lah anak tiri.
Namun meski begitu, Pak Cipto selalu memperlakukan Vika dan Naira sama, Membuat Vika nyaman dengan sosok ayah baru nya itu.
Namun ia sama dengan Ibu nya, tak ingin Naira menguasai semua nya dari pak Cipto, karena menganggap nya kini telah setara dengan Naira.
•••
Bu Vika mengira kalau Naira pun berfikir Demikian, ia terus meminta Naira untuk bekerja di rumah agar Naira tunduk pada nya.
•••
Saat semua tampak tidak ada di kamar apak Cipto, Naira yang berdua dengan Pak Cipto pun berbincang kecil.
__ADS_1
"*Pa, Papa harus selalu sehat ya, jangan terlalu capek pa, Naira merasa sedih kalau Papa sakit, Mama juga pasti sangat sedih melihat Papa seperti ini."Ucap Naira.
"Maafkan Papa Naira, selama ini Papa tidak bisa menjaga kamu dari perlakuan tidak baik Mama dan Adik kamu."Ucapan yang membuat Naira sangat terkejut, karena tiba-tiba saja Ayah nya mengatakan hal itu.
"Papa kok ngomong gitu."
"Papa tahu nak, selama ini perlakuan Mama seperti apa terhadap mu, Selama ini Papa hanya diam saja kamu di perlakukan seperti itu karena papa pikir selagi Mama tidak menyakiti tubuh mu, namun seharusnya Itu tidak terjadi, pasti banyak tekanan di hidup kamu saat melewati masa remaja mu, dan saat hari itu, Papa melihat Elang berselingkuh dengan wanita lain, Papa tidak ingin melakukan kesalahan lagi, itu sebab nya Papa menjodohkan kamu dengan Bagas, Kini Papa sangat bahagia saat melihat kamu dan Bagas kini sudah semakin dekat."Ucap Pak Cipto.
"Pa, Naira tu ga pernah benci sama Mama Amira, Naira tahu Mama itu sangat sayang sama Papa, mungkin dia sulit menerima aku saja, tapi tak mengapa Pa, Kalau Papa lihat betapa sedih nya Mama Amira melihat Papa sakit, Papa pasti tidak akan tega, Lagi pula Semua yang terjadi bisa menjadi pegangan hidup Naira di masa depan."Balas Naira.
"Lagi pula, Mama Amira sudah Naira anggap sebagai Mama Naira sendiri, mengantikan Mama yang jauh disana, meski pun kadang Naira agak kesal dengan sikap Mama Amira, tapi Naira memaklumi nya, Suatu hari Mama pasti bisa berubah, Papa jangan pernah marah sama Mama Karena hal ini ya, Naira percaya Mama akan temani Papa selama sisa hidup Papa dan saling melengkapi." Lanjut nya. Pak Cipto tersenyum, mengelus kepala putri nya dengan hangat*.
Tanpa mereka sadari, Bu Amira yang berdiri di balik pintu mendengar semua nya. tanpa Sadar cairan bening jatuh dari dalam mata nya. ia merasa bersalah atau perlakuan nya, bahkan tak sedikit pun kata-kata Naira mau menyudutkan nya, atau pun memprovokasi pak Cipto untuk memarahi Bu Amira.
__ADS_1
Kebesaran hati Naira kini berhasil membuat Hati Bu Amira tergerak. belasan tahun ia tidak menganggap Naira benar-benar anak nya, tapi kini Ia mendengar sendiri kalau anak yang tidak dia anggap tapi malah menghargai nya.
sejak malam itu, Bu Amira berusah menekan diri nya, dan mulai bersikap baik pada Naira, membuat Naira merasa ada yang berbeda.