Suami Buta Pilihan Keluargaku

Suami Buta Pilihan Keluargaku
Part 38


__ADS_3

Saat Mobil sampai di halaman rumah, Naira segera akan turun, namun pintu mobil itu terkunci, Naira menatap Tajam Ken yang melihat nya dari balik spion, lekas Membuat Ken sadar dan agak tergesa-gesa saat membuka kunci pintu mobil.


Setelah Mobil terbuka, Naira lekas turun dari mobil, Ken menelan Saliva nya.


"Dia seperti nya sangat marah Ken."Ucap Bagas mengerutkan kening nya.


"Iya Bos, sangat tidak ramah bos." Ucap Ken mengingat wajah Naira yang melirik nya penuh penekanan.


Bagas pun lekas turun untuk menyusul Bagas, ia tak ingin terus berlarut dan membuat Naira semakin membencinya.


"Naira. kau harus mendengarkan ku."Ucap Bagas menarik tangan Naira. Naira dengan kesal menepis tangan itu. menatap Bagas dengan kesal.


"Tuan Bagas sudah bisa melihat?." Tanya Asisten rumah tangga.


"Iya, dasar penipu." Naira yang menjawab pertanyaan asisten rumah tangga.


Melihat kedua nya sedang tidak baik, Art pun memilih untuk kembali ke dapur, agar tidak terkena dampak nya.


Naira lalu kembali berjalan ke kamar. Bagas pun menyusul nya dari belakang, saat sampai di kamar, Naira masuk dan mengunci pintu dari dalam, Bagas pun langkah nya terhenti di depan pintu, karena ia tak bisa masuk.


"Nai, aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan semua ini dengan mu." Ucap Bagas.


"Kau juga kenapa marah pada ku, bukan kah kau seharusnya bahagia aku sudah bisa melihat." Ucapan ego yang merasa tidak bersalah pun tidak sengaja terucap.

__ADS_1


"Naira."


"Naira." Panggil Bagas, namun Naira tak menggubrisnya.


Bagas menghela nafas memikirkan, bagaimana membuat Naira memaafkan nya. sempat mengakui Naira di depan semua orang, perlakuan yang gentle sudah Bagas lakukan, berfikir Naira akan tersentuh dan tak mempermasalahkan nya lagi.


"Ternyata Wanita itu sulit di mengerti."Batin Bagas.


"Bos, kau ingin kunci cadangan?." Tanya Ken pada Bagas yang tampak binggung berdiri di depan kamar.


Mendengar tawaran Ken, Bagas terkekeh. "Kau memang bisa di andalkan." Ucap Bagas menepuk pundak Ken. lalu mengambil kunci yang ada di tangan Ken.


"Terima kasih Ken. kau boleh pulang." Ucap Bagas.


"Tentu saja, aku bisa mengatasi nya." Balas Bagas dengan suara pelan. Ken pun mengiyakan ucapan Bagas. lalu berjalan pergi.


Bagas menatap punggung itu berjalan menjauh, harus ia akui, Ken sangat mengerti dengan situasi seperti ini, tapi ia juga tak ingin malu, saat Ia mencoba untuk mendapatkan permintaan maaf dari Naira.


Bagas lalu berhasil membuka pintu dengan kunci cadangan, ia melihat Naira duduk di tepi tempat duduk, menatap ke arah jendela dengan posisi membelakangi nya.


Bagas Lalu duduk di samping Naira dengan pelan, Naira menyadari itu, tapi ia hanya diam saja.


"Maafkan Aku, Aku memang membohongi mu, tapi aku tidak berbohong kalau kau lah alasan aku menemui dokter kembali.

__ADS_1


"Sejak kapan mas bisa melihat?." Tanya Naira.


"Saat keluar kota."


"Apa?, jadi Mama dan Papa tahu?." Tanya Naira.


"Iya."


"Ish.., Mas Bagas kenapa seperti itu?, Apa karena kau takut aku jelek, makanya kau tak ingin memberitahu ku." Naira kesal, kini ia duduk menyamping tak ingin melihat bagas.


"Tidak seperti itu."


"Lalu seperti apa?, Aku merasa kehadiran ku disini sama sekali tidak di anggap." Ucap Naira.


Ia bangkit berdiri untuk pergi dari kamar, Bagas mengejar dan berhasil menahan tangan nya. Bagas menarik tubuh Naira kembali, hingga membuat wanita itu jatuh ke dalam dekapan nya. Kedua nya saling bertatapan beberapa saat.


"Kau tak bahagia aku bisa melihat lagi?." Tanya Bagas dengan lembut dan masih menatap Naira. kedua mata nya menatap bibir merah muda itu, seolah menunggu pertanyaan nya di balas.


"Tentu saja aku bahagia, tapi Aku..." Belum sempat Naira, Bagas menghujani Naira dengan ciuman. yang membuat kedua mata Naira terbelalak, tubuh nya membeku seketika.


Bagas ******* bibir nya dengan lembut, Meski enggan, namun berirama, Perlahan menutup mata nya merasakan setiap sentuh Bagas pada nya.


Saat Bagas perlahan menyudahi nya, Kedua nya saling berpandangan. Naira pun memeluk Bagas, membenamkan wajah nya di dada laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2