
Setelah di setujui keluarga besar, Naira dan Bagas pun kini akan mengadopsi Cleo sebagai putri mereka.
"Ken, kau sudah urus surat surat yang ku butuhkan?." Tanya Bagas mengenai surat-surat yang ia butuhkan untuk mengadopsi Cleo.
"Sudah Bos." Balas Ken.
"Bagus lah."
Bagas melihat jam di pergelangan tangan nya, karena hari ini ia ada janji dengan keluarga untuk makan malam bersama, Merayakan hari kehamilan pertama Naira.
Naira pun tampak duduk memilihkan pakaian Cleo dari butik keluarga Bagas bersama Bu Amira, sementara Bu Citra tampak duduk berbicara dengan Pak Cipto dan Pak Anwar. sedikit pun tidak tertarik untuk bergabung memilihkan pakaian untuk Cleo.
......"Pemandangan yang membosankan. huh, sabar sayang, nanti kita akan lihat pertunjukan menarik, sabar lah sebentar lagi." Batin Vika tersenyum sinis sembari mengelus perut nya. ......
Bagas masuk ke dalam rumah, Vika yang melihat tersenyum senang melihat Bagas yang masuk ke dalam rumah. di ikuti Ken ia masuk ke dalam.
"Mas, Sudah pulang." Sambut Naira dengan ramah dan lembut. Bagas pun membalas nya dengan melebarkan tangan nya untuk memeluk istri nya.
Saat Naira akan memeluk Bagas, ia mencium aroma yang tidak sedap dan membuat ia merasa mual.
"Mas, Ini bau apa?." Tanya Naira.
"Bau apa?, tidak ada."Balas Bagas.
__ADS_1
Naira mencoba mengendus tubuh suami nya, wangi parfum namun ia tidak suka.
"Mas, Aku tidak suka bau parfum Mas Bagas."Ucap Naira.
"Apa yang salah, Aku memakai parfum seperti biasa, Bukan kah kau dari dulu suka?." Tanya Bagas dengan heran.
Bu Citra dan Pak Anwar tersenyum melihat putra mereka yang tampak kebingungan.
"Istri mu kan sedang hamil, dia pasti tidak menyukai bau parfum mu nak."Ucap Bu Citra tertawa bersama yang lain.
Bagas mendengar sangat terkejut, Ia tersenyum tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Ia melihat Naira, mencoba menyakinkan diri nya kalau Naira tidak menyukai bau tubuh nya.
"Benarkah?, Aku pikir Wanita hanya mengindam makanan yang ingin mereka makan." Ucap Bagas.
"Saya pernah mendengar nya bos, Kadang wanita hamil tidak menyukai bau-bau tertentu."Balas Ken.
"Astaga Ken, aku seperti nya harus banyak belajar dari mu."Balas Bagas merangkul Ken.
"Naira hanya tidak suka bau parfum mu, Kamu harus tahu mama mu saat mengandung kamu, Dia tidak suka Melihat kaus kaki Papa, Kalau dia melihat dari jauh saja atau tidak sengaja terlihat di atas sepatu, Mama akan lansung mual."Ucap Pak Anwar.
Bu Citra tertawa ketika mengingat kekonyolan saat ia mengandung Bagas dulu.
"Kalau begitu aku akan mandi dan ganti baju dulu." Ucap Bagas.
__ADS_1
"Ken, kau juga." Lanjut Bagas.
"Baik Bos." Ken pun lalu masuk ke dalam kamar tamu yang biasa ia pakai saat ia menginap di rumah Bagas.
Naira tersenyum menatap ibu mertua tertawa bersama orang tua nya saat nya yang sejak tadi diam tak mau bergabung berbicara dengan nya.
Bagas keluar dari kamar mandi dan melihat Naira sudah menunggu nya.
"Mas, menurut Mas Bagas, Apa Mama marah pada ku?, Sejak tadi dia tak mau menghampiri ku, biasa nya tidak seperti itu?." Tanya Naira sedih saat menyusul Bagas ke dalam kamar.
"Tidak mungkin, Mama sangat menyayangi mu, Mungkin karena kamu bersama Cleo, jadi Mama tidak mau, suatu hari aku percaya Mama pasti akan menerima Cleo."Ucap Bagas sembari memakai pakaian nya.
Saat Bagas akan mengambil Parfum nya, Naira berteriak.
"Mas, jangan pakai itu lagi aku tidak suka."ucap Naira.
Bagas pun baru teringat, ia melihat botol minyak wangi nya dan merasa sedih ia tak bisa mengunakan demi Naira.
"Bersabarlah, kita akan bertemu lagi." ucap Bagas pada Parfum nya. Naira tersenyum lalu ia tertawa besar saat melihat Bagas berbicara dengan parfum nya seolah berbicara dengan kekasih jiwa.
"Mas, kamu sekarang semakin lucu saja."Ucap Naira.
Bagas tersenyum lalu merangkul Naira untuk keluar dari kamar bersama.
__ADS_1