Suami Buta Pilihan Keluargaku

Suami Buta Pilihan Keluargaku
Part 51 - Kekacauan


__ADS_3

Naira lalu ke kamar menghampiri Vika. "Vika, Elang dan Keluarga nya belum juga datang, apa Elang tidak bicara apa pun dengan kamu?." Tanya Naira. Vika diam dan menangis.


Membuat Naira semakin tidak mengerti.


"Ada apa Vika, coba katakan!." Tanya Bu Amira.


"Jangan menangis saja, cepat katakan!." Desak Bu Amira.


Melihat Vika seperti ini, pasti ada sesuatu yang terjadi sampai Adik tirinya menangis.


•••


Beberapa hari yang lalu.


Vika datang ke kantor Elang untuk membawakan makan siang untuk Elang, bermaksud menjadi calon istri idaman yang perhatian dengan Calon suami.


Namun saat ia sampai di ruangan Elang, ia tak menemukan ada elang di ruangan itu. Vika pun kemeja Sekertaris untuk bertanya, Sang sekertaris menjawab ia tidak tahu di mana Elang berada.


Dengan perasaan Kesal karena Niat nya tidak tersalurkan. Vika pun berjalan untuk pulang, namun saat melewati ruangan Meeting, Vika mendengar ******* seseorang yang membuat nya mengerutkan kening mendengar nya.


dengan rasa penasaran di benak nya, Vika menghampiri dan mengintip dari cela pintu.


Alangkah terkejut nya Vika saat ia melihat Elang sedang berhubungan Intim dengan seorang wanita cantik dan seksi berpakaian Kantor.


"Elang." Teriak Vika mengagetkan kedua nya.

__ADS_1


Lekas kedua nya memakai kembali pakaian nya.


Vika dengan kesal menghampiri Elang dan wanita itu.


"Tega sekali kau melakukan ini semua."


"Plak."


"Plak."


"Berani nya kau menampar ku." Ucap Elang menatap Tajam Vika. sementara Staf yang bersama Elang tadi lari ketakutan.


"Kau pikir kau siapa!." Ucap nya lagi dengan Angkuh nya.


"Anak?, Kau pikir aku percaya itu anak ku?, kau mungkin bisa tidur dengan banyak laki-laki selain aku."Ucap Elang.


Mendengar itu, Vika akan menampar Elang lagi, Namun segera tangan nya di tangkap Elang, tak membiarkan Vika menyentuh diri nya lagi.


"Dengar Vika, Bukan aku yang ingin menyentuh tubuh mu ini, tapi kau yang terus mengoda ku, Aku bisa saja membatalkan pernikahan kita jika aku mau."Ucap Elang dengan senyuman Sinis nya.


"Apa?, Jangan lakukan itu Elang, Ini anak kita."


"Kau tak boleh melakukan ini pada ku." Ucap Vika.


"Keluar dari ruangan ini!." Teriak Elang.

__ADS_1


"Tidak, kau harus janji pada ku untuk jangan sampai membatalkan nya." ucap Vika.


Menangis sesenggukan setelah pulang dari kantor Elang, memikirkan macam mana nasib anak dalam perut nya tanpa Ayah nanti kalau sampai Elang serius akan membatalkan nya.


Sejak hari itu, Elang tak bisa Lagi Vika hubungi, Bahkan Vika kembali ke kantor dan rumah Elang tak menemukan sosok yang ia cari. Membuat Vika begitu khawatir, tak tahu harus bagaimana bicara dengan keluarga nya, jika hari ini Elang tidak datang.


Vika menceritakan semua yang ia alami pada Bu Amira, di dengar Naira, Bagas dan Pak Cipto, semua begitu terkejut. Bahkan Naira tak menyangka Kejadian yang ia alami sebelum menikah dengan Bagas akan di alami oleh Vika kembali, Sungguh Elang tidak pernah bisa berubah.


Naira yang merasa sedih dan ikut sakit setelah mendengar hal itu menggenggam tangan Bagas dengan erat.


"Ini Yang Mama takutkan selama ini, Ini sudah 2 jam berlalu, Elang tidak datang juga dengan keluarga nya, Ia benar-benar meninggalkan tanggung jawab nya begitu saja." Bu Amira duduk dengan kaki yang lemas. tak mampu menopang tubuh nya lagi setelah tahu tentang Elang.


"Maafin Aku Ma."Ucap Vika bersujud di kaki ibu nya.


Bu Amira hanya diam, Kedua bibirnya bergetar menahan tangis yang ingin pecah saat itu.


Sekertaris Ken lalu datang menghampiri Bagas dan memberikan sesuatu pada Bagas. Naira yang melihat pun ikut bertanya.


"Ada apa mas?." Pertanyaan Naira mengalihkan pandangan semua orang ke arah Bagas pula.


Bagas membuang nafas berat sebelum ia menjawab pertanyaan Naira. "Elang dan Keluarga nya Pindah keluar negri, informasi yang kita dapat, Perusahaan Elang bangkrut dan di ambil ahli perusahaan lain.


Mendengar hal itu, Vika semakin nangis sesenggukan. Naira pun mencoba menenangkan Vika yang menangis, tiba-tiba Bu Amira ambruk jatuh pingsan seketika.


Suasana kacau pun terjadi seketika.

__ADS_1


__ADS_2