
Kedatangan Cleo di keluarga Naira sangat lah sulit untuk di terima oleh Keluarga Naira mau pun Bagas, Karena Bagas mengatakan kalau Ia ingin mengadopsi Cleo sebagai anak mereka. yang otomatis anak pertama Bagas bukan lagi anak kandung, tapi anak angkat.
Bagas mengangkat Cleo, Selain merasa kasihan dengan gadis kecil itu, ia juga melihat Naira sangat mencintai Gadis kecil itu. Tentu saja Naira sangat ingin Cleo menjadi bagian dari hidup nya, Namun ia teringat saat pertama kali Bu Citra bertemu dengan Cleo, Bu Citra sangat tampak tidak menyukai Cleo, apa lagi setelah mendengar Bagas akan mengangkat nya sebagai anak, tentu lansung di tolak oleh Bu Citra.
•••
Semua tampak begitu khawatir melihat Naira yang pingsan tak sadarkan diri sampai sekarang, Dokter keluarga pun tengah memeriksakan keadaan Naira.
Cleo tampak diam, kedua mata nya berkaca-kaca melihat Naira yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?." Tanya Bagas saat dokter tampak selesai memeriksa.
"Hanya kelelahan saja, setelah sadar berikan vitamin yang saya resepkan, dan Selamat pak Bagas untuk kehamilan istri anda."Ucap Dokter.
Semua keluarga yang mendengar sangat terkejut, Semua saling melihat penuh kegembiraan saat mendengar Naira tengah mengandung.
"Benarkah dok?, istri saya hamil?." Tanya Bagas.
"Iya Pak Bagas, Besok bawa saja ke rumah sakit untuk memeriksakan lebih lanjut." Balas Dokter lagi.
Bagas tersenyum lebar, Ia lalu memeluk Cleo yang berdiri di samping nya.
"Terima kasih dok."
"Sama-sama, Kalau begitu saya permisi dulu." Balas Dokter.
"Pa, Ma." Bagas menghampiri Kedua orang tua dan mertua nya itu dan memeluk semua nya.
__ADS_1
"Selamat Bagas, akhirnya kamu akan segera menjadi ayah." Kata Pak Cipto.
"Iya, dan kita akan menjadi Kakek dan nenek." Balas Bu Citra dengan senang.
Semua tampak senang dengar kabar itu, tapi tidak dengan Vika. Kehamilan Naira membuat semua keluarga Senang dan suaminya berada di samping nya, sementara dia sendirian, dan bahkan kehamilan nya di awali kemarahan orang tua dan Emosi. Membuat Vika sangat iri dengan apa yang di dapati Naira.
"Selamat ya kak." Ucap Vika bersikap manis.
"Terima kasih." Balas Bagas.
Naira pun tersadar dari pingsan nya, tampak semua keluarga sedang mengelilingi nya. Namun orang yang paling ingin Naira lihat adalah Cleo. Memastikan Cleo baik-baik saja dan tidak terusir.
"Tante, Tante sudah sehat?." Tanya Cleo.
Naira tersenyum dan mengelus kepala Cleo dengan lembut. masih terasa sulit untuk berkata-kata.
"Kak, selamat ya kak untuk kehamilan kakak."ucap Vika.
Bagas tersenyum dan mengelus kepala Naira dengan lembut.
"Ada anak kita disini." Bagas menyentuh perut Naira.
Naira senang bercampur sedih, ia tersenyum, air mata seketika menetes saat itu juga.
"Benarkah?."
"Iya Sayang, Akhirnya ya nak." Ucap Bu Amira.
__ADS_1
"Selamat sayang." Kata Pak Anwar dan Pak Cipto.
"Setelah mengetahui Naira hamil, Apa kalian masih ingin mengadopsi Cleo?."Tanya Bu Citra.
Naira menatap Bagas dengan sendu.
"Ma, tidak usah membahas soal ini sekarang."Ucap Bagas.
"Iya, iya, Jangan di bahas sekarang, Naira masih butuh istirahat." Pak Anwar lalu membawa Istri nya untuk keluar dari kamar Naira.
"Ayo, kita semua keluar dulu, baurkan Naira istirahat."Ujar Pak Anwar.
Pak Cipto dan Amira pun setuju untuk tidak membahas soal ini sekarang, kesehatan Naira dan Janin nya kini yang terpenting saat ini.
"Tante, Apa karena aku, Tante jadi sakit?." Tanya Cleo.
"Kenapa berkata seperti itu Cleo, ini semua bukan karena kamu nak."Balas Naira.
"Ayo sini, baring di samping Tante."Naira menepuk tempat tidur di sebelah mengarahkan Cleo, Cleo pun tersenyum lalu naik ke tempat tidur lalu berbaring
di samping Naira, memeluk Naira dengan hangat.
"Maaf atas sikap Mama."ucap Bagas.
"Gak apa-apa Mas, Wajar saja kalau Mama bersikap seperti itu."Balas Naira.
"Jangan terlalu banyak pikiran Naira, kamu harus ingat, kini ada 1 nyawa lagi yang harus di jaga."Ucap Bagas.
__ADS_1
"Iya, Aku mengerti."Balas Naira.
Bagas lalu mengelus kepala Naira dengan lembut, lalu mengecup kening Istri nya itu. Naira tersenyum dan merasakan sentuhan yang begitu hangat dari sosok suami seperti Bagas.