Suami Buta Pilihan Keluargaku

Suami Buta Pilihan Keluargaku
Part 44


__ADS_3

Di meja makan. Naira dan Bagas keluar dari kamar menuju meja makan, tampak semua sudah berkumpul menunggu mereka.


"Selamat pagi semua nya!." Sapa Naira dengan sopan. di ikuti Bagas yang menundukkan kepala nya menyapa mertuanya.


"Pagi Naira, ayo duduk disini." Balas Bu Amira.


Naira mengangguk dan duduk di samping Bu Amira yang sudah menarik kursi untuk nya.


"Papa bagaimana keadaan nya?." Tanya Naira.


"Sudah mendingan. sudah lebih sehat dari kemarin."Balas Pak Cipto.


"Jangan terlalu lelah pa, Nanti sakit lagi." Ucap Naira.


"Iya Sayang." Balas Pak Cipto.


"Hm." Bu Amira mendehem membuat semua menoleh ke arah nya, ada sesuatu yang ingin ia bicara kan dengan semua orang di pagi ini.


"Ada Apa Ma??" Tanya Naira mengerutkan kening nya menatap Ibu nya.


"Minggu Depan Rencana Vika akan bertunangan dengan Elang, dan seminggu kemudian akan menikah, Mama sudah bicara dengan Papa, tinggal menunggu Keluarga Elang datang saja."Ucap Bu Amira wajah nya tampak sendu saat mengatakan hal itu.


"Aku sudah tidak sabar segera melahirkan anak ini." Ucap Vika dengan kesombongan nya.


"Diam lah Vika, kamu tidak punya hak bicara sekarang." Ucap Bu Amira.

__ADS_1


Semua yang mendengar sangat terkejut dengan ucapan Bu Amira yang terlihat tegas pada Vika, Naira menatap Ibu tiri nya itu, mungkin ini bentuk kekecewaan sang ibu ketika putri nya hamil di luar Nikah.


Vika yang mendapatkan teguran seperti itu dari ibu nya tentu saja tidak terima, ia merasa sangat kesal saat ini pada ibu nya. Ia lansung berdiri tanpa memikirkan apa pun lagi, berjalan dengan penuh amarah masuk ke kamar nya.


"Vika, Makan dulu Vik." Ucap Naira.


"Sudah tidak berselera."


"Biarkan saja, ayo kita makan." Ucap Bu Amira.


"Jangan terlalu kerasa dengan Vika Ma, ia sedang hamil, tidak boleh terlalu banyak pikiran."Ucap Pak Cipto.


"Iya Pa."Balas Bu Amira singkat, segera mengakhiri pembicaraan Tentang Vika.


•••


Setelah selesai makan. Bu Amira datang ke kamar putri nya, setelah Pak Cipto meminta nya untuk menenangkan Vika yang juga belum keluar lagi untuk makan.


Bu Amira menyetujui nya, namun ia tak bermaksud sama sekali untuk menenangkan putri nya, ia masuk dan melihat Vika duduk membelakangi nya.


"Mama kenapa jahat banget sih sama aku, kenapa mama bersikap seperti itu dan mempermalukan ku." Ucap Vika dengan kesal, suata nya agak meninggi agar ia tahu kalau ia sedang sangat marah pada ibu nya.


"kamu merasa malu?." Tanya Bu Amira. Vika membeku mendengar nya.


"Lebih Malu mana hamil di luar nikah dari pada itu semua?." Tanya Bu Amira lagi.

__ADS_1


Vika berdiri dan berjalan ke hadapan ibu nya, Tatapan lantang siap menyerang balik.


"Tapi kan mas Elang mau tanggung jawab, lalu dimana lagi masalah nya." Teriak Vika.


PLAK


1 Tamparan di melayang di pipi kiri Vika, Vika memegangi pipi kiri nya yang terasa kebas.


"Mama." Bentak Vika tidak terima.


PLAK


1 Tamparan lagi melayang di pipi kanan Vika, Membuat Vika tak percaya dengan apa yang di lakukan ibu nya.


"Jangan bangga hamil di luar nikah seperti ini Vika, kamu seperti ini sudah mencoret nama baik keluarga Ini."


"Keluarga siapa?, keluarga Mama kan?."


"Dengar Vika, selama ini kamu hidup semua dari uang Papa Cipto, kamu bisa makan dan tidur dengan nyenyak disini karena dia, Kalau kamu masih belum bisa menerima dia sebagai Ayah Mu, lalu untuk apa kau nikmati semua nya ini." Ucap Bu Amira. Vika terdiam.


"Mama kecewa sama kamu Vika, kamu membuat Mama merasa Gagal menjadi orang tua yang baik untuk kamu."ucap Bu Amira lagi.


Bu Amira berjalan pergi dari kamar Vika.


"Ahhhhh." Vika berteriak dengan putus asa. Kecewa pada ibu nya dan juga kecewa pada diri nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2