
"Sebelum nya, saya mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah hadir di pembukaan cabang baru perusahaan yang saya pimpin, terima kasih juga untuk orang tua dan Istri saya yang juga hadir malam ini." Saat kata Istri terucap dari mulut bagas.
seketika suasana yang sunyi pun lansung samar-samar terdengar kata-kata penuh tanya dari Klain dan tamu undangan yang belum tahu kalau Bagas telah menikah.
Pak Anwar dan Pak Cipto tersenyum mendengar Bagas mengakui Naira sebagai istri nya.
Begitu pun Naira yang mendengarkan apa yang di katakan Bagas.
"Seperti yang kalian tahu, Saya buta karena kecelakaan yang terjadi pada saya, beberapa tahun saya berhenti melangkah dan hanya bertahan, saya kehilangan semangat hidup saya saat itu. seperti nya hampir semua sudah tahu itu, pertemuan kerja sama saya selalu wakilkan dengan sekertaris saya Ken, yang sangat berjasa selama ini, Terima kasih Ken." Ucap Bagas. Ken mengangguk pelan mengiyakan.
"Hidup saya gelap, segelap mata saat itu, Namun Seseorang tiba-tiba datang di dalam hidup saya, dia sangat cerewet menurut ku, Kadang aku di buat pusing dengan banyak nya pertanyaan yang ia lemparkan, kehidupan sunyi saya seketika terasa terusik, Namun ada saat nya, sehari saya tidak bertemu dengan nya, saya merasa ada yang hilang." Mata Bagas tertuju pada Naira yang juga melihat nya, namun Datar saja tatapan Naira, ia masih sangat kecewa pada Bagas.
Orang tua Bagas dan Naira menatap Naira yang berdiri diam mendengar kan ucapan Bagas, Mereka tahu Naira lah orang yang ia maksud.
__ADS_1
"Ada 1 kata yang membuat saya seketika ingin bisa kembali melihat dunia, saat dengan pedenya ia mengatakan kalau ia sangat cantik, hingga membuat saya bertemu dokter yang selama ini tak ingin aku temui, Dan mengobati mata saya, Dan itu benar, Dia sangat cantik." Ucapan pujian itu pun sedikit membuat Naira salah tingkah, saat beberapa orang mulai melihat ke arah kedua orang tua Bagas , dan menebak, Naira yang berdiri di samping Kedua orang tua Bagas adalah istri bagas.
"Mungkin banyak yang belum tahu kalau saya sekarang sudah bisa melihat, saya sekarang dalam perawatan dokter. semua ini karena dia, dia lah istri ku yang cantik, terima kasih sayang." Bagas mengarahkan tangan nya ke arah Naira , hingga membuat semua mata pun melihat kearah Bagas mengarahkan tangan nya.
Semua tersenyum dan saling berbisik, Karena Naira sangat cantik dan anggun. Tatapan semua orang membuat Naira pun semakin salah tingkah. ia bahkan mengandeng tangan ayah nya, menyembunyikan kegugupan nya.
Setelah kata sambutan, Bagas pun menghampiri Naira. beberapa orang menghampiri Naira untuk berkenalan dengan istri Bagas.
Vika tampak tak senang mendengar apa yang di ucapkan Bagas, kalau ia jadi Naira, tentu saja akan luluh begitu mendengar nya.
Sementara Elang tampak melihat Naira dari jauh, menatap wanita yang ia cintai itu, tampak cantik dan di akui di depan publik oleh suami nya.
Meski ia senang melihat Naira, namun Elang menyimpan kebencian di hati nya untuk Bagas.
__ADS_1
Bagas melihat Istri nya itu dengan penuh pesona. ia tak tahu apa Naira masih marah pada nya atau tidak setelah kata kata sambutan yang sebenarnya bukan seorang Bagas yang bisa mengatakan hal romantis itu di depan publik.
Saat Acara telah usai, Bagas dan Naira pun akan segera pulang, mereka berpisah dengan orang tua mereka.
"Maafkan aku." Ucap Bagas pada Naira saat tinggal mereka berdua saja.
Naira tak menjawab nya, wajah yang tadi nya penuh senyum di depan orang-orang seketika berubah menjadi wajah kesal. Ia berjalan cepat untuk masuk ke mobil dimana Ken sudah menunggu mereka.
Bagas pun menyusul nya, tak menyangka Naira masih marah pada nya.
"Jalan Mas Ken."
"Kau tak ingin memaafkan ku?." Tanya Bagas saat ia sudah masuk mobil dan duduk di samping Naira.
__ADS_1
"Aku tak ingin bicara dengan mu, tolong diam!." Ketus Naira.
Bagas menghela nafas kecewa, Ia pun memilih diam dan tak lagi berkata-kata. perjalanan kembali kerumah pun tampak sunyi, tak ada obrolan sama sekali, tak ada suara apa pun selain suara mesin mobil yang terdengar halus.