
"Aku dan Naira akan mengadopsi Cleo." Ucap Bagas dengan tegas, di dengar oleh semua keluarga nya dan juga keluarga Naira.
Naira yang sudah sehat pun turut duduk mendengar apa yang akan di sampaikan Ibu mertua nya.
"Mas, Mama dan Papa tidak setuju kita mengangkat Cleo."ucap Naira saat ia tadi bangun dari pingsan nya.
"Tenang saja, Ini keputusan kita, tak ada seorang pun bisa melarang."
"Mas, aku gak mau Mas Bagas berselisih dengan Papa dan Mama, Bagaimana pun kita harus menghormati mereka."
"Mereka juga harus menghormati keputusan kita." Jawab Bagas lagi.
Naira terdiam, sulit memang bagi Naira kembali berkata. disisi lain, ia sangat menyayangi Cleo, disisi lain, ia tak ingin suami nya bersitegang dengan Orang tua nya dan menjadi anak durhaka.
Pembicaraan kedua nya berhenti sampai disitu. sebelum Bagas mengumpulkan keluarga untuk membicarakan hal ini.
•••
"Lalu dia akan menjadi anak pertama keluarga ini?"Tanya Bu Citra yang paling tidak setuju Bagas mengangkat Cleo sebagai seorang anak.
"Ma, tolong hargai keputusan kami, kami sudah mencintai anak itu."Ucap Bagas.
Naira tampak duduk mendengar, hati nya cemas dan Khawatir ini akan jadi masalah.
__ADS_1
Bu Citra menghela nafas berat.
"Baiklah, Mama terserah dengan kalian saja, tapi Mama tidak ingin Anak kalian kekurangan kasi sayang karena mengangkat anak orang." Ucap Bu Citra.
Masih terdengar tidak setuju dan terdengar seperti peringatan. Namun Naira merasa lega karena di setujui oleh Mertua nya yang paling melarang Bagas dan diri nya mengangkat Cleo sebagai anak.
Vika yang juga berada disana memutar bola malas nya mendengar pembicaraan ini.
•••
Malam itu.
semu keluarga menginap di rumah Bagas dan Naira, Semua nya ingin membuat acara keluarga esok untuk merayakan kehamilan anak pertama Naira dan Bagas.
"Makasih ya Mas, Karena mas Bagas semua keluarga jadi setuju." Ucap Naira yang berbaring bersama Bagas di tempat tidur.
"Oh ya, apa kamu menginginkan sesuatu?, jangan ragu untuk mengatakan nya."Ucap Bagas.
Menginginkan apa mas??" Tanya Naira binggung.
"Makanan sayang, apa kamu tidak ingin mangga muda?, Aku akan mengambilkan nya besok kalau kau mau."Ucap Bagas.
"Mangga?." wajah Naira tampak sangat bingung dan mencoba mengartikan tawaran Bagas pada nya saat ini.
__ADS_1
"Iya sayang, Aku baca di artikel, orang hamil pertama akan mengindam, dan aku harus menyanggupi ngindam mu."Balas Bagas.
"Lalu, mengapa kamu tidak mual?."Tanya Bagas.
Naira pun tertawa mendengar nya. "Mas, kau ingin aku sakit-sakitan saat hamil?". tanya Naira.
"Bukan seperti itu, tapi, bukan kah begitu yang di rasakan orang hamil?." Bagas mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Tidak semua seperti itu mas, Tapi entah lah Nanti, untuk sekarang aku tidak mual dan juga tidak menginginkan sesuatu."Balas Naira.
Bagas tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Naira.
"Minta dia untuk manja pada ku, Jangan seperti mama nya yang jarang ingin bermanja Dengan Ku."Bisik Bagas.
Naira lekas mencubit perut Bagas. membuat laki-laki itu menggeliat sakit dan geli.
"Mas, kamu ini lucu sekali, bukan kah laki-laki sudah istri nya tidak manja?." Ucap Naira.
"Siapa yang bilang?, Aku malah ingin kau manja pada ku, dan jangan manja pada orang lain selain aku."Ucap Bagas.
Perkataan Bagas membuat Naira semakin salah tingkah, ia pun hanya bisa menyembunyikan wajah nya yang merah dengan memeluk tubuh laki-laki itu.
Tanpa mereka tahu, Vika sejak tadi di luar mencoba untuk mendengar apa yang di bicarakan kedua nya. namun hanya samar-samar saja yang terdengar di telinga Vika.
__ADS_1
"Selama aku tidak bahagia, apa kau pikir aku rela melihat mu bahagia?."Batin Vika.
Vika masih tidak bisa melupakan sosok elang dalam hidup nya, apa lagi kini, ada Anaknya dan Elang di dalam perut nya, Kepergian Elang di anggap Vika kalau Naira lah penyebab nya, karena Elang masih mencintai Naira.