Suami Buta Pilihan Keluargaku

Suami Buta Pilihan Keluargaku
Part 39


__ADS_3

Saat Bagas perlahan menyudahi nya, Kedua nya saling berpandangan. Naira pun memeluk Bagas, membenamkan wajah nya di dada laki-laki itu.


"Berjanji pada ku untuk selalu memberitahu ku apa pun yang terjadi." Ucap Naira.


"Iya, Aku berjanji."


Bagas memeluk Naira dengan hangat, lalu mengajak nya untuk beristirahat. Baru Naira akan berbalik untuk membersihkan diri. Bagas menarik tangan Naira kembali, memegang dua sisi wajah nya dan menghujani nya dengan ciuman. Naira tersenyum lalu membalas ciuman itu. Kedua pun saling membalas Ciuman hangat dimalam itu. Kedua nya lalu tersenyum menahan tawa setelah mengakhiri ciuman nya, nafas terengah-engah dapat mereka rasa kan satu sama lain, karena jarak wajah mereka yang saling bersentuhan.


"Istirahat lah, aku akan ke ruangan kerja ku sebentar."


"Sekarang?."


"Iya, hanya sebentar." balas Bagas.


"Baik lah."


Saat Bagas kembali ke kamar; ia melihat Naira sudah tertidur pulas, wajah yang begitu damai membuat Bagas tersenyum sendiri melihat nya. ia lalu mendekati nya, mencium kening wanita itu dengan lembut.


•••

__ADS_1


Keesokan pagi nya.


Bagas yang terbangun di pagi hari tak menemukan Naira ada di sebelah nya. Ia pun Lekas turun dari tempat tidur, membuka jendela dan melihat Naira tampak begitu anggun menyiram tanaman di halaman rumah.


Bagas tersenyum melihat Naira dari balik jendela. Ia lalu menghampiri Naira dan Memeluk nya dari belakang, apa yang di lakukan Bagas pada nya tentu saja membuat Naira sangat terkejut.


selain ia belum terbiasa, ia juga malu di lihat oleh parah pelayan di rumah mereka.


"Mas, masuk di lihat orang." Ucap Naira, kedua mata memantau sekitaran melihat situasi.


"memang nya kenapa, kau kan istri ku." ucap Bagas.


"Iya, tapi kan malu kalau di lihat orang." balas Naira.


"Kau sangat cantik Naira." ucapan pujian itu hanya terlontar sampai di hati Bagas, tanpa berani lansung ia lontarkan pada wanita itu.


Bu Citra datang untuk melihat menantu dan Anak nya, Namun ia di kagetkan dengan pemandangan di depan nya, Bagas dan Naira yang menyadari kedatangan Bu Citra pun lansung saling salah tingkah, Bagas lansung melepaskan pelukan nya.


"Loh, loh, kenapa di lepas, gak apa-apa loh, Mama jadi gak enak menganggu." Ucap Bu Citra.

__ADS_1


Naira mendengar pun tersenyum, menutup mulut nya dengan tangan, agar ia tidak tertawa. sungguh malu apa yang Bagas lakukan di lihat oleh ibu nya.


"Mama ada apa kesini?." Tanya Bagas.


"Mama datang untuk memberikan makanan masakan mama, Untung pagi ini mama datang, kalau mama tidak datang, Mama tidak melihat adegan tadi." Goda Bu Citra.


Bagas yang semakin salah tingkah dan tak ingin terlihat konyol pun lekas izin untuk masuk.


"Aku masuk dulu, hari ini ada meeting." Ucap Bagas dan berlalu pergi.


Melihat putra nya pergi dengan malu-malu, Bu Citra menyenggol Naira untuk mengoda nya.


"Mama." ucap Naira malu-malu.


"Mama senang melihat perkembangan hubungan kalian Naira, Sejak awal Mama melihat kamu, mama percaya Kamu bisa merubah Bagas menjadi lebih baik." Ucap Bu Citra.


"Aku hanya berusaha menjadi istri yang baik saja untuk Mas Bagas Ma." Balas Naira.


"Iya, dengan ketulusan kamu, membuka hati Bagas yang keras." Ucap Bu Citra lagi.

__ADS_1


Naira tersenyum mendengar pujian dari ibu mertua. Saat Bagas meragukan ia dan menganggapkan wanita pecinta uang, Naira sudah bertekad kan diri kalau ia bisa mendapatkan pengakuan Bagas, namun meski sikap Bagas sudah berubah pada nya, Tapi pengakuan itu belum pernah Naira dengar, Entah bagas mencintai nya juga atau tidak, Naira tidak tahu, tapi ciuman semalam sangat melekat di pikiran Naira. hal yang tak akan pernah ia lupakan.


Mungkin bagi sebagian orang, sebuah pengakuan tidak lah penting, tapi Naira adalah sebagian wanita lain nya yang mengharapkan pengakuan dari Bagas.


__ADS_2