Suami Buta Pilihan Keluargaku

Suami Buta Pilihan Keluargaku
Part 41


__ADS_3

Naira sampai di rumah Orang tua nya, melihat sang ayah terbaring dan baru saja di periksa oleh Dokter. Naira merasa sedih ketika ia melihat Ayah nya terbaring lemas.


Vika yang melihat kedatangan Naira dan Bagas pun tampak tidak senang. Ia menatap Naira penuh kebencian. berharap ia tak pernah melihat Naira lagi datang ke sini.


"Papa."


"Kalian Datang." Pak Cipto berusaha untuk bangun.


"Jangan Pa, berbaring saja." ucap Naira.


Pak Cipto pun kembali berbaring dan tersenyum berat. "Papa sakit apa??" Tanya Naira.


"Hanya demam biasa saja, mungkin kelelahan." Balas Pak Cipto.


"Papa jangan kelelahan lagi, Aku tidak mau sesuatu terjadi sama Papa."Ucap Naira.


Bagas hanya berdiri diam melihat sang Istri yang tampak sangat sedih. begitu juga dengan Bu Amira dan Vika yang berdiri menatap Naira dengan Pak Cipto.


"Uek..." Tiba-tiba Vika merasa sangat mual, ia pun lekas berlari keluar dari kamar pak Cipto.

__ADS_1


Naira melihat heran Vika yang muntah. "Apa Vika juga sakit Ma?." Tanya Naira.


"Tidak tahu, Mama lihat dulu, titip Papa ya." Ucap Bu Amira lekas pergi menyusul Vika. Naira menganggukan kepala dan kembali menatap Ayah nya.


Naira memeluk Ayah nya dengan lembut. "Lihat Bagas, Manja sekali Istri mu ini." ucap Pak Cipto. Naira pun tertawa kecil.


"Iya Pa, dia sangat manja." Balas Bagas.


"Apa?." Teriakan Bu Amira mengalihkan semua pandangan ke arah luar pintu. Teriakan yang penuh amarah terdengar di telinga setiap orang yang berada di rumah.


"Apa yang terjadi?." Tanya Pak Cipto.


Tampak Vika duduk menangis sembari memeluk perut nya, Naira pun bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, ia tak pernah melihat Ibu tiri nya sejarah itu pada Vika. karena Vika anak yang selalu di manja oleh ibu tiri nya itu.


"Ada Apa ma?." Tanya Naira.


"Kamu lihat apa yang di perbuat Adik kamu." Bu Amira memberikan Sebuah Testpek untuk Naira.


Naira begitu terkejut saat Alat tes kehamilan menunjukkan 2 garis. yang arti nya Vika Kini tengah mengandung.

__ADS_1


"Siapa ayah anak ini Vika?." Tanya Bu Amira semabri mendorong tubuh Vika dengan keras.


"Ma, jangan seperti itu, dia kan sedang hamil." Ucap Naira mencoba menenangkan ibu tiri nya.


"Mas Elang Ma."


Mendengar kata Elang, Naira sangat terkejut, kapan mereka melakukan ini, dan bagaimana bisa Vika hamil anak Elang, Kenapa harus elang?, laki-laki Bajingan yang tak ingin Naira kenal lagi. Naira tahu betul kalau Elang suka berselingkuh, bahkan hubungan mereka berakhir karena Elang berselingkuh, kini mendengar Vika Hamil Anak Elang.


Naira merasa kasihan Vika mendapatkan calon ayah untuk anak nya yang modelan seperti itu.


"Telefon Elang kesini." Ucap Bu Amira.


Bagas datang mendekati Naira, mencengkram pundak Naira, memberikan nya kode untuk tidak ikut campur urusan Vika.


"Ma, Mas Elang pasti akan tanggung jawab." Ucap Vika.


"Iya, suruh dia kesini, Jangan hanya bicara saja, Mama ingin anak dalam kandungan kamu jelas." Ucap Bu Amira.


Bu Amira menghela nafas berat, ia duduk di sofa merasa sesak di dada nya ketika mendengar Vika hamil di luar nikah, meski ia menginginkan Elang menikah dengan putri nya, tapi Ia juga khawatir Elang akan melarikan diri. dan Kehamilan Vika dapat merusak reputasi keluarga ini.

__ADS_1


__ADS_2