
Bukan hanya menyiapkan kamar Untuk Naira dan Bagas, Bu Amira juga menyiapkan makan malam yang banyak untuk Naira dan Bagas. membuat semua orang penuh tanya ada apa yang terjadi, tapi semua tidak menemukan jawaban nya.
Setelah selesai makan malam, Naira masuk ke kamar nya setelah ia sebentar melihat keadaan ayah nya.
Saat Naira masuk ke dalam, ia melihat Bagas tampak hanya mengunakan Celana CD berwarna hitam, hingga Naira bisa melihat polos nya tubuh Bagas saat itu.
"Mas, Bagas apa yang kau lakukan." Naira memutar tubuh nya membelakangi diri nya.
"Ada apa?." Tanya Bagas.
"Kenapa tidak pakai baju?." Tanya Naira.
"Memang nya kenapa, Kita kan sudah suami istri, Aku tadi habis olahraga, aku makan terlalu banyak tadi."Ucap Bagas sembari berjalan santai memakai kembali kaos dan celana nya.
"Kenapa harus membalikan tubuh seperti itu, apa kau tidak terpesona dengan tubuh ku?." Goda Bagas.
Laki-laki berjalan mendekati Naira, hingga ia mendiri tepat di belakang Naira saat ini, sangat dekat hingga ia bisa mencium aroma rambut Naira yang sangat wangi.
"Apa kau tidak menginginkan nya?." Bisik Bagas. Naira yang mendengar berasa merinding mendengar nya.
Namun setelah mengatakan hal itu, Bagas berlalu pergi, menghempaskan tubuh nya di tempat tidur yang empuk.
__ADS_1
"Mau berdiri berapa lama disini, ayo istirahat. kau pasti lelah."Ucap Bagas.
Naira melirik kilat, setelah memastikan Bagas memakai kembali pakaian nya, Naira pun baru berjalan mendekati Bagas dan berbaring di samping Bagas.
"Mas Bagas, apa kamu lihat Sikap Mama pada ku?."Tanya Naira.
"Tidak, apa dia melukai hati mu?." Tanya Bagas gak mengerti.
"Dia bersikap sangat lembut pada ku tadi, aku sangat senang, itu tidak seperti biasa."Jawab Naira.
Bagas memeluk Naira, membuat Naira agak kaget. namun ia masih mencoba tenang. ini hanya pelukan Naira, jangan bereaksi berlebihan.
"Karena kau wanita yang baik, sudah seharusnya dia memperlakukan mu dengan baik."Ucap Bagas.
Naira menutup mata nya, merasa setiap ******* Bibir Bagas pada nya, hingga tanpa sadar Naira pun membalas nya, kedua nya saling membalas ciuman.
Saat tangan Bagas mulai bergentayangan di tubuh Naira, kedua tangan nya meremas kedua gunung kembar Naira yang tampak pasrah menikmati nya. Hingga Saat Tangan Bagas semakin turun dan sampai pada titik area feminim Naira, Naira dengan cepat menahan nya.
"Mas, Jangan disini." Ucap Naira.
Bagas menatap Naira, ia tersenyum walau gagal membelah durian di malam itu. namun ia tidak marah, ia mengecup kening Naira lalu mengajak nya untuk tidur.
__ADS_1
Naira pun tersenyum karena Bagas tidak memaksa nya. karena ia merasa tidak bisa melakukan ini di rumah orang tua nya, apa lagi ini adalah kali pertama nya. dalam pelukan Bagas malam itu Naira pun larut dalam mimpi indah nya.
•••
Keesokan pagi nya.
Naira terbangun dari tidur nya, ia bermaksud untuk turun dari tempat tidur. Namun Bagas memeluk nya tak ingin melepaskan nya.
Naira pun tersenyum geli mencoba menahan diri nya, namun Bagas seolah candu dan terus mengecup bibir Naira yang berusaha menghindar karena ia belum membersihkan mulut nya di pagi hari, dan Naira tidak biasa.
Pelukan itu pun menjadi candaan kedua nya, Bagas memeluk Naira dengan lembut, merasa kan hangat nya pelukan di pagi hari.
Namun kedua nya di kagetkan dengan Vika yang membuka pintu tanpa mengetuk pintu. Vika melihat adegan romantis kedua nya. ia merasa iri dan tidak suka. Sementara kedua nya sudah melepaskan pelukan saat Melihat Vika.
"Maaf kak, lupa ngetok pintu, kebiasaan dari dulu."Ucap Vika, berusaha menjaga sikap nya.
"Tidak apa-apa, Ada apa?."
"Papa, kata nya mau ajak sarapan bersama. kayanya sudah enakan."Balas Vika.
"Baiklah."
__ADS_1
Setelah Vika Pergi, Naira mengunakan banyak memukul Bagas sebelum turun dari tempat tidur, bagas tertawa malu, ini sangat konyol di lihat oleh orang kemesraan mereka,Kedua nya bersyukur tidak melakukan hal itu semalam, karena ternyata kedua nya lupa mengunci pintu kamar.