
Keesokan pagi nya.
Naira membuka mata saat jam menunjukkan pukul 7 pagi. Ia tersenyum setelahnya, Bagas tengah menatap diri nya, Naira dengan malu-malu menurunkan pandangan nya.
Bagas mengunakan tangan nya untuk mengangkat wajah Naira kembali menatap nya, Lalu membenamkan ciuman di bibir istri nya, Naira pun membalas ciuman itu dengan lembut, hingga alunan yang tadi nya pelan berangsur menjadi cepat.
Bagas menetapkan tubuh nya di atas tubuh Naira, Mulai mencium leher Naira membuat Naira mendesis pelan, ia sungguh malu untuk bersuara lebih nyaring lagi dari ini, Setiap sentuhan Bagas pada setiap Senti tubuh nya, ingin membuat ia mendesah nyaring, namun ia malu untuk di dengar Bagas.
Ia mengunakan tangan nya agar ia lebih baik tidak mengeluarkan suara.
"Lepaskan saja, tidak apa-apa." Ucap Bagas, mengalihkan tangan Naira untuk tidak menahan suara nya.
"Aaaaahhhhh." ******* Naira tak lagi mampu ia tahan.
Mendengar hal Itu, Bagas pun semakin semangat menggerayangi tubuh yang begitu indah dan mengoda nya saat ini. Ia membuka pakaian nya sembari melihat Kecantikan Istri nya luar dalam.
"Mas" Naira menatap Bagas yang membuka pakaian nya.
"Kenapa? " tanya Bagas.
__ADS_1
"Aku takut" Balas Naira, karena ini kali pertama ia melakukan hal ini.
"Aku akan pelan - pelan saja." kata Bagas dan kembali mencium Naira dan kedua gunung kembar yang tampak padat. membuat Naira kembali mendesah.
Ritual suami istri pun malam ini di lakukan kedua nya untuk pertama kali nya, Bagas menuntas kan malam Pertama setelah bulan menikahi Naira.
Setelah hampir 1 jam melakukan pertempuran yang sangat sengit, Kedua nya pun terbaring lelah tanpa sehelai benang pun, Hanya tertutup selimut Naira dan Bagas saling melihat dan tersenyum menahan tawa.
Tiba - tiba perut Naira berbunyi dan itu di dengar oleh Bagas yang ada di sebelah nya.
"Kamu lapar?." Tanya Bagas.
Makanan yang tadi ia makan sedikit, seolah habis terbakar setelah berolahraga malam ini.
Naira lalu menunjukkan wajah menahan sakit, Karena ia merasakan sakit pada Bagian Intim nya.
"Apa sakit?." Tanya Bagas. Naira dengan malu menganggukkan kepala nya.
"Maaf ya kalau aku terlalu bersemangat" jawab Bagas merasa bersalah pada Naira.
__ADS_1
"Iya gak apa - Apa mas" jawab Naira tersenyum bercampur malu
"Aku mandi dulu, nanti kita makan di kamar saja, aku ambil kan" kata Bagas.
"Mandi lagi?."
"Iya." Bagas mencium kening Naira sebelum ia turun dari tempat tidur.
Saat Ia turun dari tempat tidur, Bagas melihat Bercak darah di atas tempat tidur. ia lalu menatap Naira penuh kasihan.
"Aku pasti sangat menyakiti nya tadi." Batin nya.
setelah Bagas selesai mandi, Bagas lalu turun ke bawah untuk meminta Pembantu memanaskan sayur yang tadi tidak mereka makan dan membawa ke atas untuk makan Naira.
sementara di kamar, Naira turun dari tempat tidur pelan pelan sambil menahan rasa perih dan berjalan mendekati lemari mencari baju tidur lain nya, Piyama yang tadi ia pakai kancing nya terlepas karena Bagas begitu Agresif saat membuka nya.
Setelah Bagas datang membawa makanan nya Naira, lalu membantu Naira duduk di sofa kamar untuk makan malam bersama.
setelah selesai makan, Kedua nya duduk di menonton Tv saling berpelukan, Naira merasakan kehangatan yang lebih Intim bersama Bagas saat ini.
__ADS_1