
"Bagas. kapan kamu akan memeriksa kan kembali mata mu?." Tanya Bu Citra.
"2 hari lagi Ma, Naira akan ikut bersama ku." Ucap Bagas.
"Benarkah Naira?."
"Iya Ma."
"Mama senang melihat perubahan hubungan kalian, Kalian sudah suami istri, harus saling mendukung dan menemani." Ucap Bu Citra lagi.
"Iya Ma." Jawab Naira.
di sela-sela sarapan pagi mereka, Bagas tersenyum menatap Naira, dengan tatapan penuh pesona, Membuat Naira merasa malu dan salah tingkah, namun ia masih berusaha untuk tetap bersikap biasa-biasa saja.
Bagas lalu mengantar Naira ke toko, kini ia tidak di supiri Ken, ia meminta menyetir sendiri untuk bisa leluasa bersama Naira.
"Kau ingin aku temani?." Tanya Bagas.
"Mas Bagas, kamu lupa, tadi kau bilang ke Mama ada meeting."Ucap Naira.
"Iya, Aku lupa nanti setelah meeting aku akan kesini." ucap Bagas.
"Tidak usah Mas, Aku bisa sendiri."Balas nya.
__ADS_1
"Baik lah." Tangan Bagas mengambil sesuatu yang menempel di rambut Naira, Kedua pun kembali posisi nya sangat dekat, Hanya berjarak 2 hari hidung Bagas dan Naira saat ini. Bagas lalu mendekati bibir merah muda yang tampak mengoda itu untuk mencium nya, Namun Naira mengelak.
"Mas, hati-hati di jalan ya." Ucap Naira.
Bagas tersenyum nakal melihat Bagas menghindari nya.
"Baik lah."
Naira lalu turun, melambaikan tangan nya pada Bagas, Bagas lalu menjalankan mobil nya, Naira menatap mobil itu berlalu pergi dari hadapan nya. senyum tadi memudar berubah datar, Naira lalu membuka toko dan masuk ke dalam.
•••
Siang hari nya.
Naira yang sedang berada di toko nya ia mendapatkan telefon dari Ibu tiri nya. Bu Amira mengatakan pada Naira kalau Pak Cipto sedang sakit. Mendapatkan kabar hal itu, tentu saja Naira sangat khawatir.
Naira pun begitu gelisah menunggu Bagas datang untuk mengantarnya melihat sang ayah.
Saat ia akan menutup toko nya, Naira melihat gadis kecil itu muncul lagi di depan toko nya, gadis kecil yang pernah ia berikan balon Tangkai.
"Hai Cleo!." Sapa Naira dengan hati-hati agar tidak menyakiti nya.
"Kau ingin balon lagi?."Tanya Naira. gadis kecil itu tanpa mengatakan apa pun, ia hanya menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Naira tersenyum, gadis kecil itu sungguh lucu, Naira melihat pakaian nya yang agak kotor, mungkin ini yang nama nya anak-anak, bermain hingga tubuh nya kotor.
"Tunggu sebentar ya."
Naira kembali dengan Balon di tangan nya. "Tante harus menutup toko sekarang, ini balon untuk mu sayang, tapi apa boleh Tante menyekat wajah mu dengan tissu ini, ada sedikit kotoran di wajah mu." Ucap Naira sebelum ia memberikan balon itu pada anak kecil bernama Cleo itu.
Cleo menganggukan kepala nya. Naira pun tersenyum, karena Cleo tak akan lari lagi setelah mendapatkan balon seperti kemarin.
dengan pelan dan hati-hati Naira mengelap wajah Cleo yang tampak kotor.
"Dimana Papa dan Mama mu nak?." Tanya Naira. Cleo hanya diam saja, kedua mata nya menatap Naira yang begitu baik pada nya.
Tanpa Naira sadari, Bagas telah sampai disana, ia duduk di dalam mobil dan melihat perlakukan lembut Naira pada anak-anak. ia pun tersenyum.
Saat Bagas menghampiri Cleo, Naira pun sudah selesai menyekat wajah nya, Cleo melihat Bagas lansung melarikan diri.
"Hei sayang, nanti jatuh." Teriak Naira.
"Anak siapa?." Tanya Bagas.
"Tidak tahu, yang pasti itu bukan anak ku Mas, kalau itu anak ku, tak akan ku biarkan dia keluyuran sendiri seperti ini." Ucap Naira tersenyum melihat Bagas.
Bagas pun tersenyum. "Jalan sekarang?." Tanya Bagas.
__ADS_1
"Iya. Aku kunci pintu dulu." balas Naira.
Bagas pun membantu Naira menutup pintu toko nya.