
Bagas dan Naira pun akan melakukan perjalanan keluar kota untuk memeriksakan Mata Bagas yang masih terbilang baru di operasi.
Naira duduk di di samping Bagas, menatap keluar jendela dengan sendu. Bagas melihat pun bertanya apa yang di pikirkan Istri nya saat ini.
Bagas lalu menyentuh tangan Naira dengan lembut, sentuhan itu mengalihkan pandangan Naira ke Bagas.
"Kau memikirkan apa?." Tanya Bagas.
"Mas, Apa boleh kita singgah ke toko dulu?." Tanya Naira.
"Ada apa?."
"Aku kepikiran dengan Cleo gadis kecil itu, Aku takut dia menunggu ku lagi seperti kemarin, kita kan akan beberapa hari di luar kota."Ucap Naira.
Tentu saja permintaan sederhana Naira tidak di tolak oleh Bagas, Ia pun menatap Ken, Ken mengerti dan memutar balik mobil menuju ke Toko Naira.
Saat sampai di depan toko, Naira lekas turun, namun ia tidak menemukan Ada Cleo di depak toko, Bagas melihat nya dari jauh, menunggu nya di samping mobil.
"Cleo, kau tidak datang?." Gumam Naira.
Alyssa sedih, berharap ia bisa bertemu kembali dengan gadis kecil itu, sejak pertama ia bertemu Cleo, ia sudah jatuh hati pada gadis kecil itu, perubahan diri Cleo yang sangat berbeda saat Naira bertemu dengan nya yang tampak rapi dan bersih, mendadak menjadi lusuh membuat Hati Naira semakin sedih memikirkan nya.
"Bagaimana?." tanya Bagas menghampiri Alyssa.
"Tidak ada."
"Mungkin dia sedang ada di rumah nya."Balas Bagas.
__ADS_1
"Iya, Ayo jalan." Balas Naira dengan tatapan penuh kecewa.
Kedua nya kembali masuk ke dalam mobil, Baru saja beberapa meter berjalan, Naira meminta Ken kembali menghentikan mobil nya.
"Ada apa??" Tanya Bagas.
Naira menoleh ke belakang dan melihat Cleo mengejar mobil nya, Ia pun segera turun dari mobil.
"Tante." Cleo memeluk Naira dengan erat, membuat Naira terkejut dengan apa yang di lakukan Cleo pada nya.
"Cleo, ada apa?". Tanya Naira.
"Hei, Gadis kecil." Teriak seorang wanita yang pernah Naira lihat waktu itu mengaku sebagai orang tua Cleo.
Cleo melihat kedatangan nya, dan bersembunyi di belakang Naira, membuat Naira pun bertanya di dalam hati ada apa, sembari was was pada wanita itu.
Naira tidak menghiraukan nya, ia lalu berbalik menatap Cleo dengan sedikit berjongkok.
"Ada apa Cleo?." Tanya Naira.
Mata gadis kecil itu ketakutan melihat ibu nya.
"Nona, saya bisa mengurusnya." Ucap wanita itu.
"Tunggu!." Bagas menahan nya.
"Cleo, tidak apa-apa, katakan saja." Ucap Naira.
__ADS_1
"Dia bukan Mama." Ucap Cleo.
"Apa?, Bukan Mama?, Maksud nya dia bukan Mama mu?." Tanya Naira.
"Apa yang kamu katakan Cleo, meski hanya dengan mengemis, Ibu sudah memberi kamu makan, bisa bisa nya kamu berkata seperti itu." Marah nya.
"ini pasti karena anda Nona, Karena anda sering memberinya Balon, jadi dia tidak ingin menganggap ku ibu nya lagi." Lanjut nya lagi.
Naira mendengar merasa tidak enak dan bersalah, ia sangat menyukai gadis kecil ini, tapi dengan Cleo tidak menganggap ibu nya karena dia, Naira merasa sangat bersalah.
Wanita itu dengan kasar memegangi tangan Cleo, menarik nya ke sisi nya. Naira hanya diam melihat Cleo yang menatap nya dengan sedih.
Wanita itu lalu berbalik untuk pergi, namun Naira kembali menahan nya. Bagas pun hanya diam melihat istri nya.
"Tunggu, Aku hanya ingin memastikan saja kalau dia memang anak mu, Ayo kita ke kantor polisi." Ucap Naira. wanita itu terdiam. Ia lalu melangkah dengan cepat tanpa menghiraukan ucapan Naira.
Namun Naira berhasil memegangi tangan Cleo menahan nya, Perempuan itu lalu Melepaskan tangan Cleo dan berlari pergi.
"Hei, kau mau kemana?." Teriak Naira. namun ia semakin jauh, berlari begitu tampak ketakutan.
Tentu saja itu sangat membuat Naira dan Bagas terkejut.
"Bos, apa jangan-jangan itu bukan anak nya?." Tanya Ken.
"Entah lah, mungkin saja."
Naira menatap Cleo, Anak itu kembali memeluk Naira.
__ADS_1