
Malam Hari.
Setelah kepulangan dari luar kota Cleo pun kini tinggal bersama Naira. Naira begitu di lema memikirkan perkataan Bagas tentang akan mengadopsi Cleo jika Cleo mau.
"Tante." Suara kecil datang menyapa Naira yang duduk di meja makan sembari melamun.
"Iya sayang." Balas Naira. Cleo lansung memeluk Naira tanpa mengatakan apa pun ,sontak hal itu membuat Naira terkejut dan bertanya apa membuat Cleo seperti itu.
pada saat Bagas pulang sore hari pula, Cleo menyambutnya pulang dan memeluk nya, hal itu di lihat oleh Naira yang juga bermaksud keluar untuk menjemput kepulangan suami nya, Bagas pun tersenyum begitu pula hal dengan Naira.
Kedatangan Cleo seolah memberi tambahan warna bagi kehidupan mereka saat ini.
"Om, baru pulang kerja ya?, Pasti capek ya?." Tanya Cleo dengan suara nya yang lucu.
"Iya sayang."Balas Bagas yang lalu berjongkok agar posisi nya sejajar dengan Cleo.
"Apa kau sudah makan?." Tanya Bagas.
"Sudah, Masakan Tante Naira enakkkkkk sekali. Aku suka." Jawab Cleo.
"Benarkah?."
"Wah kalau begitu, Aku harus segera mencoba nya."
__ADS_1
Cleo mengangguk anggukan kepala setuju dengan balasan Bagas. Bagas dan Naira pun tersenyum menahan tawa melihat Cleo.
•••
Malam hari nya.
Naira dan Bagas kedatangan tamu yaitu kedua orang tua mereka masing-masing. kedatangan yang bersamaan seperti ini membuat kedua nya bertanya ada apa.
"Tumben mereka datang bersama Mas?." Tanya Naira.
"Entah lah."
"Hi Kak." Sapa Vika yang lebih dulu berjalan masuk. Sedikit Aneh Naira mendengar sapaan Vika yang terdengar sangat niat menyapa nya.
"Hi, Ada apa kalian datang kesini malam-malam?." tanya Naira.
"Kalian tahu dari mana?." Tanya Naira heran. karena ia belum pernah cerita ke keluarganya tentang hal ini.
"Mama yang beritahu. gak aoa-apa kan, kan memang begitu kenyataan nya."Balas Bu Citra.
Sikap ibu mertua Naira seolah tiba-tiba berubah setelah kedatangan Cleo ke rumah ini. Namun Naira masih berfikir yang baik, karena memang tidak mudah menambah anggota keluarga begitu saja.
Semua tampak duduk di ruang keluarga. Cleo lah yang jadi pusat perhatian semua orang di sana.
__ADS_1
"Bagas, kamu harus temukan siapa orang tua Cleo." Ucap Bu Citra.
"Kami sudah dapatkan Ma, Cleo datang dari panti asuhan." Balas Bagas.
"Iya, kalau begitu kembalikan ke panti nya, mereka pasti kehilangan dia." ucapan Bu Citra seolah penekanan kalau Cleo harus segera di antara kembali.
"Kami rencana akan mengadopsi nya." Balas Bagas.
"Apa kamu sudah nyakin Bagas?." Tanya Pak Cipto.
"Mama gak setuju, Kalian ini baru menikah, baru jalan beberapa bulan, Masa sudah mau mengangkat anak, Kalian saja belum memberikan cucu kandung untuk kami malah ingin memberikan cucu angkat pada kami."Balas Bu Citra.
"Ma, jangan seperti itu."
"Mama katakan yang sejujurnya di hati mama Pa, Mama ingin Naira hamil bukan mengadopsi anak."Tutur Bu Citra.
Ini lah yang di takutkan oleh Naira, hingga ia tidak langsung menyetujui saat Bagas mengatakan mau mengadopsi Cleo. ia tahu masalah ini pasti akan terjadi.
Perdebatan pun terjadi antara Bagas yang merasa ini bukan masalah dengan Bu Citra yang ingin Naira hamil bukan mengadopsi.
Banyakan nya tuntutan dan pikiran pada Naira saat ini, membuat wanita itu pun merasa sangat pusing kepala nya, ia yang sedari tadi duduk mendengar perdebatan memegangi kepala nya yang terasa berat dan berputar-putar, hingga ia akhir nya pingsan tak sadarkan diri.
"Naira."
__ADS_1
Semua terkejut Naira yang tiba-tiba pingsan.
•••