
Bagas merangkul nya, dan membawa Naira masuk ke dalam mobil.
Suasana Hati Naira berubah jadi tidak baik saat itu juga. dalam perjalanan Naira hanya diam memikirkan Cleo, saat pertama kali bertemu dengan gadis kecil itu, Naira sudah jatuh hati padanya.
Melihat gadis kecil itu di jadikan pengemis oleh seorang ibu, tentu saja hati Naira sangat sakit.
"Sudah lah, Jangan terlalu di pikirkan, Kau bisa memberikan nya uang sedikit lebih banyak agar ia bisa hidup lebih baik, mungkin ekonomi keluarga nya sedang sulit."Ucap Bagas yang mencoba menenangkan Naira yang sejak tadi diam.
"Iya Mas." Balas Naira tersenyum walau berat rasa nya.
•••
Setelah sampai di halaman rumah.
Naira sudah di sambut oleh Bu Amira yang tengah mengobrol dengan teman-teman nya.
"Naira, kamu sudah datang nak, Mama, baru mau hubungin kamu." Ucap Bu Amira.
"Iya Ma."Balas Naira.
Kelengkapan kebahagian Naira kini semakin bertambah setelah Bu Amira kini sudah bersikap baik pada nya, menganggapnya sebagai seorang anak. memperlakukan nya di depan teman-teman nya dengan baik, membuat Naira merasa bahagia.
__ADS_1
Naira menghampiri Vika yang tampak melamun di kamar. "Vika, ayo makan!." Ajak Naira.
"Aku tidak lapar."Jawab Vika.
"Aku tahu, kamu hamil pasti sulit untuk makan, tapi jangan sampai tidak makan, kasihan anak dalam perut kamu Vika."Ucap Naira.
"Aku bilang aku gak lapar kak, Tolong keluar dari kamar ku, aku sedang tidak ingin diganggu."Ucap Vika.
Naira melihat Vika dengan heran, tampak suasana hati wanita itu sedang sangat buruk.
Naira lalu keluar dari kamar berpapasan dengan Bu Amira yang bermaksud menyusul Naira memanggil Vika.
"Mana Vika sayang?."
"Mama juga heran dengan dia, biasa nya semangat sekali, tapi beberapa hari ini tampak murung."Jawab Bu Amira.
"Kalau begitu biar kan saja, nanti Mama minta Bibi bawakan makanan ke kamar saja."Balas Bu Amira. Naira pun mengangguk dan berjalan ke meja makan dengan Ibu nya.
•••
Keesokan harinya.
__ADS_1
Vika yang sedang merias menghubungi Elang, Namun Elang tidak menjawab telefon nya, Setengah jam setelah nya Ponsel Elang malah tidak bisa di hubungi.
"Ma, Ponsel Elang tidak bisa di hubungi." Ucap Vika.
"Tunggu ya, Mama akan hubungi keluarga nya, memastikan mereka telah siap."Ucap Bu Amira.
"Iya Ma." Balas Vika tampak khawatir.
Bu Amira lalu menghampiri Naira dengan wajah khawatir karena keluarga Elang tidak bisa di hubungi sama sekali.
"Mas, Bagaimana ini mas?." Tanya Naira.
"Kita tunggu saja sampai jam acara, mungkin mereka sedang sibuk bersiap."Balas Pak Cipto.
Bu Amira melonggarkan kekhwatiran nya tentang Elang dan keluarga nya. Namun setelah Jam akad nikah seharusnya akan di laksana kan. Elang dan Keluarga belum juga datang, kekhwatiran orang-orang pun mulai muncul.
Naira lalu ke kamar menghampiri Vika. "Vika, Elang dan Keluarga nya belum juga datang, apa Elang tidak bicara apa pun dengan kamu?." Tanya Naira. Vika diam dan menangis.
Membuat Naira semakin tidak mengerti.
"Ada apa Vika, coba katakan!." Tanya Bu Amira.
__ADS_1
"Jangan menangis saja, cepat katakan!." Desak Bu Amira.
Melihat Vika seperti ini, pasti ada sesuatu yang terjadi sampai Adik tirinya menangis.