Suami Cicilan

Suami Cicilan
Extra Part. 8


__ADS_3

"Jangan gegabah, Nona. Kita perhatikan sedikit lebih lama lagi, baru kita menyerang," cegah anak buah Tanisha, saat Tanisha dengan gegabah ingin menyerangnya langsung.


Tanisha pun menghentikan niatnya. Ia kembali mengamati keadaan yang ada. Tak berselang lama, terlihat seorang pemuda turun dari mobil mewahnya dengan langkah tergesa dan wajahnya terlihat sangat khawatir. Pemuda itu berlari masuk ke dalam gedung tua tersebut.


Mata Tanisha dibuat membola untuk yang kesekian kali melihat kenyataan ini. Lelaki yang dia anggap kakak kandungnya sendiri itu ternyata juga ikut andil dalam hal ini. Pikirnya.


"Sialan!" umpat Tanisha tertahan karena tidak mau jika sampai mereka menyadari keberadaanya. "Aku kira selama ini dia menyukai Kak Yuta dan lebih memilih menjadi teman dekatnya. Tapi tak ku sangka, jika dia benar-benar seperti Paman. Baik di depan, tapi busuk di belakang." ujar Tanisha. Orang yang berada di sampingnya pun hanya bisa mendengar kekesalan Nona mudanya.


Selang beberapa menit dari setibanya Arga. Tanisha kemudian menyuruh anak buahnya menelusup ke dalam dan sebagian membekuk penjaga yang bersiaga diluar gedung.


Dengan menggunakan sebuah pistol yang berisi jarum dengan ujungnya terdapat tetesan obat pelumpuh saraf, Tanisha dan orang-orangnya pun mulai beraksi.


Dengan gerakan cepat dan tanpa bisa terdeksi oleh lawan, orang-orang Tanisha dengan mudah membereskan penjaga diluar gedung tersebut.

__ADS_1


Tidak lama dari lumpuhnya para penjaga diluar, Erlangga dan papa Darren pun tiba. Mereka menghentikan mobilnya di luar area gedung tua itu.


Papa Darren menggeleng melihat sikap putri cantiknya itu, yang tak sesuai dengan penampilannya yang lemah lembut. Berbeda dengan Erlangga. Dia mengarahkan tangannya ke atas lalu mengusap lembut puncuk kepala Tanisha.


"God job, Barbie Devil's." ujar Erlangga penuh bangga pada sang adik. Tidak sia-sia memang dirinya membekali ilmu pertahanan serta perlawanan diri kepada Tanisha.


"Bagaimana keadaan Kakakmu?" tanya papa Darren kepada sang putri sembari menyiapkan senjata api miliknya.


Dan jika ada sesuatu, papa-nya akan menyuruh orang untuk menyelesaikannya. Tanpa perlu bersusah payah ataupun mengotori tangannya sendiri.


Sementara itu di dalam gedung. Terlihat Arga tengah berdebat dengan William, papa-nya. Arga tidak menyangka kalau papa-nya tega melakukan hal se-sadis ini kepada perempuan yang tidak tahu apa-apa tentang permasalahan keluarga mereka. Terlebih lagi perempuan itu adalah orang yang sangat dicintai oleh Arga sampai saat ini.


Meski sudah berusaha ikhlas dan menerima kenyataan, kalau perempuan yang mempu menarik hatinya itu adalah istri dari sepupu-nya sendiri. Namun, Arga tetap tidak bisa membohongi hatinya jika rasa itu masih ada. Bahkan masih sama seperti saat pertama kali dia tertarik pada mahasiswi pindahan tersebut.

__ADS_1


Arga tetap bersikeras untuk menyelamatkan Yutasha. Namum, William menghalangi niat putra semata wayang nya tersebut.


"Pa! Lepasin Yuta, Pa!" mohon Arga berteriak pada papa-nya. William tidak bergeming sekalipun.


Karena mencoba untuk melepas ikatan tali Yutasha dan ingin membawa perempuan itu kabur dari gedung ini, William tidak ada pilihan lagi selain membekuk putranya.


William menyuruh anak buahnya untuk memegang kedua tangan Arga dan diarahkan ke belakang tubuh Arga. Tentu saja Arga tidak bisa berbuat apa-apa.


Dan dia hanya bisa meneteskan air matanya melihat perempuan yang sangat dia cintai dengan keadaan sangat menyedihkan.


"Pa! Demi Arga! Tolong lepasin Yuta, Pa!" mohon Arga dengan suara menjerit, tapi juga menyiratkan kesedihan yang mampu menyayat hati.


Masih kurang dua bab lagi menuju ending yang sebenarnya, ya😉 Tetap stay 😘

__ADS_1


__ADS_2