Suami Cicilan

Suami Cicilan
Kenapa Mas Masuk?


__ADS_3

"Hah? Maksud, Mas?" Yutasha tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Erlangga.


"Bahwa kamu istri dari Erlangga Elajar," tegas Erlangga. Sontak membuat jantung Yutasha serasa mau copot.


Bisa-bisanya Erlangga berkata seperti itu di tempat umum. Dan lagi, Yutasha baru sadar kalau penampilan Erlangga yang tidak menggunakan kacamata dan kemeja kedodoran. Dia berpenampilan sebagai seorang pembisnis Erlangga Elajar. Dan tentu saja itu mengundang banyak perhatian semua orang yang ada di halte, karena paras yang dimiliki Erlangga.


"Mas, kenapa nggak...," Yutasha tidak jadi menyelesaikan ucapannya. Karena Erlangga segera menariknya, membawa dirinya untuk segera masuk ke dalam mobil.


"Kita bicarakan di rumah saja. Sebaiknya sekarang kita segera pergi dari sini, sebelum menjadi pusat perhatian." bisik Erlangga sembari menuntun Yutasha masuk ke dalam mobil.


Erlangga segera melakukan mobilnya, saat orang-orang yang ada di halte mulai mengeluarkan ponsel mereka.


Di dalam perjalan menuju apartemen, Yutasha tidak bisa hanya diam saja. Dia ingin segera menanyakan perihal yang dimaksud oleh Erlangga.


"Apa maksud dari ucapan Mas tadi?" Yutasha tidak sabaran untuk menanyakan hal tersebut.


Erlangga diam tidak menjawab. Dia tetap berpura-pura fokus pada kemudinya. Erlangga tahu, apa yang dilakukannya tadi adalah hal yang gegabah. Dan dapat Erlangga prekdisikan, kalau sebentar lagi akan mendapat amarah dari Yutasha kembali.

__ADS_1


"Mas," panggil Yutasha dengan lembut. Dan Erlangga tidak bisa mengabaikan panggilan tersebut. Dia selalu luluh dengan suara Yutasha yang memanggilnya dengan nada yang penuh dengan kelembutan.


"Iya. Apa Sayang?" jawab Erlangga spontan seraya menoleh sekilas ke arah Yutasha.


"Mas! Berhenti main-main denganku. Apa maksud dari ucapan Mas tadi?" kali ini Erlangga tidak bisa menghindar lagi. Karena mendapat tatapan tajam dari Yutasha.


"Aku mengumumkan pernikahan kita," akhirnya Erlangga berkata jujur.


"Dengan status Mas sebagai Erlangga Elajar?" potong Yutasha. Dan Erlangga mengangguk pelan. Dirinya pasrah jika Yutasha marah padanya. Toh semua sudah terlanjur dia sebarkan. Erlangga bisa apa lagi memangnya.


"Itu karena aku tidak menemukanmu," jawab Erlangga. Ia melirik sekilas wajah Yutasha yang merah padam. Erlangga mendengar hembusan kasar napas Yutasha. Dia pasti sedang mengontrol emosi nya. Lucu juga.Kata Erlangga di dalam hati.


Kemudian keadaan menjadi hening. Percuma saja Yutasha marah-marah saat ini. Baiklah, mungkin memang saatnya harus secepat ini. Kalau begitu, akan aku lakukan. Batin Yutasha.


Kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai di apartemen Erlangga. Tanpa menunggu Erlangga, Yutasha melangkahkan kakinya terlebih dulu.


Di dalam apartemen, Yutasha langsung masuk ke dalam kamar dan akan berendam untuk merilekskan tubuh dan pikirannya. Dia harus segera mengambil sikap untuk kebenaran tentang status mereka yang terungkap. Bagaimana ia akan menghadapi temannya besok di kampus? Pasti mereka tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


"Sayang," panggil Erlangga melangkah masuk ke dalam kamar. Namun tidak ada jawaban dari Yutasha.


Saat Erlangga ingin mengetuk pintu kamar mandi, Erlangga menghentikan langkahnya saat mendengar nada dering di ponselnya.


"Halo, Pa," jawab Erlangga. Ternyata yang tengah menghubunginya adalah Darren, papanya Erlangga.


"Datang lah ke kantor besok, ada pertemuan dengan para dewan direksi perusahaan," ucap Darren dari seberang telepon.


"Baik, Pa." jawab Erlangga. Kemudian mereka memutus sambungan telepon tersebut. Dan pada saat bersamaan, Yutasha keluar dengan menggunakan bathrobe. Anehnya, Yutasha terlihat begitu seksi memakai jubah mandi tersebut.


Dengan belahan dada yang agak rendah, serta terdapat belahan di bagian bawah, sehingga memperliharkan sebagian paha bagian dalam Yutasha jika dia sedang berjalan.


Yutasha terlonjak kaget saat mengetahui ada Erlangga di dalam kamar mereka. Tangannya alangsung menutupi belahan yang ada di depan dadanya.


"Kenapa Mas masuk?" gugup Yutasha. Erlangga tidak menjawab, namun dirinya melangkahkan kakinya mendekat ke arah Yutasha dengan senyuman yang tidak bisa diartikan oleh Yutasha.


Jangan lupa berikan dukungan kalian pada cerita ini🤗

__ADS_1


__ADS_2