Suami Cicilan

Suami Cicilan
Unik


__ADS_3

"Aku turun di sini saja, Kak! Aku nggak mau kalo ada yang lihat, aku berangkat bareng Kak Arga," jawab Yutasha sembari mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Arga berpikir sejenak, menerawang apa yang ada di pikiran mahluk Tuhan yang paling unik ini.


"Apa kamu takut di bully oleh mereka?" tanya Arga kemudian.


"Aku nggak takut sama sekali, Kak. Aku hanya takut akan jadi terkenal gara-gara aku berangkat bareng sang idola kampus ini. Dan itu pasti akan mengganggu privasi ku," desis Yutasha di luar dugaan Arga.


What? Sesungguhnya mahluk-Mu yang satu ini terbuat dari apa, Tuhan? Dan cara berpikir nya itu... Arrgghh!!


Arga sekali lagi menyugar rambutnya yang sudah rapi itu ke arah belakang. Gadis di sebelahnya ini benar-benar unik. Menolak keberadaan Arga dengan alasan yang tidak pernah Arga bayangkan.


"Terimakasih ya, Kak, Atas tumpangannya. Aku masuk duluan, bhuphayy...!" belum sempat Arga menjawab, Yutasha lebih dulu membuka pintu mobil Arga lalu melangkah cepat masuk ke dalam kampus tersebut.

__ADS_1


Arga melihat Yutasha yang berhenti sejenak di sebelah pos satpam yang menjaga pintu gerbang. Ia lihat Yutasha menyapa satpam itu seraya tersenyum dan menundukkan kepalanya.


Senyum terbit di bibir Arga, ia mengagumi sosok Yutasha yang apa adanya, serta bertindak sopan pada orang yang lebih tua. Siapapun itu. Bahkan Yutasha juga memiliki sifat yang dermawan, terbukti tadi saat mobil yang mereka tumpangi berhenti di lampu merah, Yutasha memutuskan untuk turun dan membuat Arga mengernyit bingung.


Namun, kebingungan Arga terjawab setelah Yutasha menghampiri dua anak pemulung yang mengistirahatkan tubuh ringkih nya itu di pinggiran jalan. Yutasha tersenyum pada mereka, bahkan ia tidak merasa canggung ataupun jijik untuk mengusap puncak kepala mereka yang terlihat kusam.


Tindakan Yutasha itu membuat Arga kagum padanya. Dan tidak hanya di situ saja, Yutasha merogoh saku celana jeans nya lalu mengeluarkan dua lembar uang berwarna hijau dan di berikan pada dua anak tersebut.


Setelah memberikan uang itu, Yutasha segera kembali masuk ke dalam mobil Arga dan meminta maaf telah turun dari mobilnya tanpa berbicara dulu pada Arga.


"Lo ngapain masuk mobil gue?" ketus Arga. Ia menatap gadis yang masuk mobilnya itu dengan tatapan sinis.


"Mau numpang lah, Kak." jawab gadis itu enteng.

__ADS_1


"Ngapain numpang, tinggal sepuluh meter aja udah sampai di kelas mu!" sungut Arga semakin tidak suka dengan sikap gadis tersebut.


"Kakak... tinggal jalan aja apa susahnya, sih? buruan jalan, keburu di tutup ntar gerbangnya," gadis itu memerintah Arga tanpa ada rasa sungkan.


Arga memijit pelipisnya lalu menjalankan mobil yang mereka tumpangi. Tidak lama, karena mereka memang sudah tiba adu area kampus, mobil yang mereka tumpangi sampai di parkiran kampus tersebut.


Saat hendak membuka pintu, lengan Arga di cekal oleh gadis tersebut. Gadis itu memajukan tubuhnya hingga dekat dengan Arga.


"Aku tau tadi Kakak deketin cewek pas di jalan. Dia anak pindahan itu, kan?" tebak gadis itu memang benar.


"Jangan sok tau, kamu!" elak Arga membuka pintu di sebelahnya dan kemudian turun meninggalkan gadis tersebut di dalam mobil.


Gadis yang masih setia di dalam mobil Arga itu tersenyum menatap kepergian kakaknya.Tidak biasanya kamu mau mendekati perempuan lebih dulu, kak! Biasanya juga para perempuan gatel itu yang mengerumuni mu seperti lalat. Bakalan menarik, ini! Aku harus cari tau tentang mahasiswi pindahan itu. Gumam Tyara lalu keluar dari mobil kakaknya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote serta kasih hadiah😊


__ADS_2