
Betapa terkejutnya Erlangga dan Papa Darren saat melihat kondisi Yutasha yang sangat mengenaskan. Hanya dengan menggunakan pakaian yang terbilang tipis, William tega menaruh Yutasha di lantai tanpa adanya alas, untuk menghalangi tubuh Yutasha dari dinginnya lantai ruangan tersebut.
"Kau!" hardik Erlangga saat masuk ke dalam ruangan dan melihat kondisi sang istri yang sangat memprihatinkan.
Melihat ada penyusup yang masuk, semua anak buah William bersiaga dan mengarahkan senjata api mereka ke arah Erlangga dan papa Darren.
Bukannya gentar karena ditodong oleh senjata api, Erlangga melangkah dengan santai dan tenang menuju letak sang istri. Namun, dengan cepat langkahnya dihentikan oleh salah satu anak buah William.
"Selamat datang, Tuan Elajar sekalian," sapa William seraya tertawa mengejek.
William melangkah mendekati Yutasha yang masih bersimpuh di atas lantai. Melepas kain yang menutupi mulutnya. Kemudian melepas tali yang mengikat di kedua kaki perempuan hamil tersebut.
Kini, Yutasha bisa sedikit lebih lega. Karena tak harus bersimpuh dengan mulut yang tertutup serta kaki yang tak bisa dia gerakkan.
__ADS_1
"Apa kau mau melihatnya berubah menjadi jelek?" tanya William mengarahkan sebuah pisau kecil ke permukaan kulit area wajah Yutasha.
Hal itu sontak membuat ketiga pria yang menyayangi Yutasha berteriak. William tertawa keras melihat reaksi Erlangga dan Darren yang panik seperti itu.
"Jangan gila kau, Will!" bentak Darren yang dibalas dengan tatapan tajam oleh William.
"Gila? Siapa yang gila disini? Hah!" William tak kalah keras membentak Darren.
Lalu William beralih melangkah ke arah Darren yang kini dibekuk oleh anak buahnya. Begitupun dengan Erlangga. Mereka tidak melakukan perlawanan sedikitpun, dikarenakan tidak mau membahayakan nyawa Yutasha.
Darren melirik kearah pisau yang terus digerakkan oleh William, dari leher turun ke area dadanya. Kemudian William menggerakkan pisaunya memutari dada Darren di bagian sebelah kiri.
"Keluarga kalian memiliki banyak uang. Tapi kenapa kalian tidak bisa menyembuhkan istriku, hah!" William meneteskan air matanya saat mengingat sang istri. William masih tidak bisa menerima kenyataan ini.
__ADS_1
"Dia meninggal karena melihat kau selingkuh, Will." ingat Darren. Dan hal ini baru William dengar.
Memang selama ini mendiang istrinya itu mempunyai riwayat penyakit jantung. Dan yang William ketahui pada saat itu, tiba-tiba penyakit sang istri kambuh, tanpa William tahu sebabnya. Belum sempat sehari dirawat, sang istri pun akhirnya meninggalkan dirinya dan Arga untuk selamanya.
"Aku tidak berselingkuh!" pekik William dengan sangat keras. "Wanita murahan itu yang menggodaku." William tidak percaya, jika penyebab penyakit istrinya kambuh karena melihat kejadian saat dirinya digoda oleh perempuan malam di sebuah pesta.
"Tapi Allena melihatnya sendiri, Will! Apa kau tau? Kaulah penyebab dia meninggal! Bukan kami!" Darren tersulut emosinya saat mengingat hal itu.
Hal dimana adik satu-satunya datang kepadanya dan menceritakan semua apa yang dia lihat. Tidak lama, karena rasa terkejut, kecewa dan tidak percaya begitu mendadak menyerangnya. Membuat Allena tidak sanggup menahan emosi tersebut. Lalu penyakitnya kambuh dan dia tidak bisa diselamatkan lagi.
William semakin tertawa mendengar ungkapan dari mulut Darren. Lalu dia menatap tajam ke arah Darren, dengan sedikit menusukkan ujung pisaunya ke dada Darren.
"Apa kau pikir aku akan percaya?" tanya William tersenyum miring.
__ADS_1
Masih satu bab lagi ternyata😂