
Saat ini Erlangga mengajak Yutasha pergi untuk menemui teman lamanya yang kemarin lusa tidak bisa dia temui. Awalnya Yutasha menolak, karena dirinya merasa lebih nyaman diam di rumah dan berselancar di dunia halusinasinya, daripada berkumpul dengan orang yang tidak dia kenal.
"Aku nggak ikut ya, Mas?" bujuk Yutasha bergelanyut manja di lengan Erlangga.
Erlangga tengah mengancingkan bajunya. Dia tersenyum ke arah Yutasha yang bersikap manja kepadanya. Semenjak kejadian tempo hari, sikap Yutasha benar-benar berubah menjadi lebih manja terhadapnya. Dan Erlangga sangat menyukai itu.
"Sebentar saja, Sayang. Biar kamu tau siapa aja teman, Mas." jelas Erlangga mengusap lembut pipi istrinya.
"Aku nggak perlu mengenal siapa temannya Mas. Aku lebih tertarik untuk mengenal Mas Erlan lebih dalam lagi," lirih Yutasha dengan suara se-menggoda mungkin.
Jari jemari Yutasha mulai bermain di dada bidang milik suaminya. Lalu melakukan gerakan memutar tepat di puncak yang terlihat menonjol di balik kemeja yang dipakai Erlangga. Membuat Erlangga memejamkan matanya dan menahan suara yang akan keluar dari mulutnya.
"Jangan menggodaku, Sayang. Nanti saja sepulang kita bertemu dengan Dika." Erlangga menahan tangan Yutasha. Dia tidak mau sampai kelewat batas. Karena yang Erlangga tahu, Yutasha masih menjalani masa cutinya.
"Aku harus ikut beneran?" Yutasha memasang wajah keberatan seperti anak kecil. Membuat Erlangga begitu gemas padanya.
__ADS_1
Cup!
"Harus, Sayang," jawab Erlangga setelah mengecup bibir Yutasha dengan gemas.
"Padahal aku ingin menemani Bang Bryan malam ini, Mas," ucap Yutasha dengan bibir cemberut. Membuat Erlangga menajamkan pendengarannya.
"Bang Bryan? Siapa dia?" tanya Erlangga menatap tajam pada Yutasha. Karena Yutasha menyebutkan nama laki-laki lain. Membuat hatinya memanas seketika. Jika ada yang berani mendekati istrinya, Erlangga tidak akan segan untuk melenyapkan orang tersebut.
Yutasha mengalungkan kedua tangannya ke leher Erlangga. Mengecup sekilas bibir suaminya yang terlihat cemburu padanya. Yutasha tersenyum geli melihat Erlangga yang sedang cemburu dengan salah satu tokoh di novel barunya.
"Jangan cemburu seperti itu, Mas. Dia salah satu tokoh di novel terbaruku." Yutasha tertawa melihat ekspresi wajah suaminya yang memerah.
Erlangga dibuat gemas berkali-kali oleh sang istri. Bagaimana bisa dirinya cemburu dengan tokoh di novel istrinya. Tangan Erlangga langsung menarik tubuh Yutasha agar lebih menempel pada tubuhnya.
Kemudian Erlangga menyesap kencang bibir Yutasha. Tangannya meremas gemas pinggang ramping sang istri. Lalu tangan satunya meremas dengan kuat benda kenyal yang setiap malamnya ia mainkan. Bahkan ia sesap dan memberinya jejak kepemilikan pada benda tersebut.
__ADS_1
Tindakan Erlangga membuat Yutasha melenguh nikmat. Ingin sekali dirinya bilang kalau masa cutinya sudah selesai. Namun sepertinya teman yang mau Erlangga temui begitu berarti bagi suaminya.
" Jangan mengerjai aku jika tidak ingin aku melakukan hal yang lebih dari ini, Sayang." ucap Erlangga setelah melepas pagutannya. Kini penampilan dirinya dan sang istri kembali tidak beraturan.
"Aku menunggu itu, Suamiku," goda Yutasha sembari tersenyum menggoda.
"Sepertinya harus lain kali, Nyonya Elajar. Karena kita sudah hampir telat." Erlangga menyempatkan mengecup bibir Yutasha sekilas, lalu merapihkan penampilan nya kembali.
Setelah rapi kembali, kemudian mereka pergi menemui teman lama Erlangga di cafe Benning. Sesampainya di sana, ternyata Dika sudah duduk di salah satu tempat yang disediakan oleh cafe tersebut.
"Maaf telat, Dik," sapa Erlangga. Lalu mereka berpelukan bak teman yang sudah lama tidak bertemu.
Tubuh Yutasha terasa beku saat melihat siapa yang sedang ada di hadapannya. Matanya menatap tak percaya pada orang itu. Tangan Yutasha mengepal erat di bawah sana. Menahan amarah yang sudah lama terpendam.
Waaahhh siapa lagi itoh๐
__ADS_1