
"Kamu yang menggodaku terlebih dulu, Yuta." ucap Erlangga dengan senyuman mengerikan bagi Yutasha.
"Mas! Tunggu dulu!" panik Yutasha. Ia harus bisa lolos dari Erlangga malam ini.
Karena tidak mungkin baginya memberikan hak pada Erlangga. Karena menurut Yutasha tidak ada rasa cinta yang melandasi pernikahan mereka.
Pernikahan ini terjadi, berawal dari ide konyol yang keluar dari otak Yutasha begitu saja. Niatnya untuk menghindari perjodohan dengan pilihan orang tuanya, karena tidak mau menikah di usia muda. Dan tidak ingin sampai cita-citanya terhenti karena menikah dini.
Namun hal itu salah besar ketika dirinya mengucapkan alasan untuk menolak perjodohan pada saat itu. Dan alasan konyol Yutasha sendirilah yang membawa dia hingga pada tahap ini.
Yutasha tetaplah menikah muda dengan orang bayarannya, awalnya. Namun makin kesini orang tersebut yang tak lain adalah Erlangga, ternyata diam-diam menanggapi hubungan mereka dengan serius. Dan terjadilah dimana posisi Yutasha saat ini yang serba memberatkan dirinya sendiri.
"Mas atur nafas dulu, lalu hembuskan," ucap Yutasha dan dituruti oleh Erlangga. "Setelah itu Mas minggir dulu, aku haus mau ambil minuman di dapur." lanjut Yutasha dengan air muka yang gelisah.
Erlangga menahan tawanya. Ia tahu apa yang ditakutkan oleh Yutasha sekarang. Sebenarnya, dirinya tadi hanya berniat untuk menggoda istri yang telah membelinya tersebut.
__ADS_1
Namun, melihat wajah Yutasha yang begitu menggemaskan, membuat Erlangga tidak tahan untuk terus menggodanya. Sesuatu kesenangan baru bagi Erlangga.
"Apa kamu mencoba kabur di malam pertama kita?" tanya Erlangga sebisanya untuk tidak tertawa. Karena kini wajah Yutasha memucat begitu mendengar kata 'malam pertama' yang Erlangga ucapkan.
"Ta-tapi Mas, kita sudah membahas ini sebelumnya, kan? Bahwa kita tidak akan melakukan hubungan itu." kata Yutasha sedikit gugup.
"Hubungan itu yang bagaimana, istriku?" goda Erlangga. Tangannya mengusap lembut wajah cantik Yutasha yang terlihat panik. "Kita sudah sah menjadi pasangan suami-istri, Sayang. Jadi wajar saja jika kita melakukan itu." lanjut Erlangga ingin tertawa melihat reaksi Yutasha.
"Tapi, Mas. Di dalam surat perjanjian, kita sudah sepakat untuk tidak melakukan hubungan itu." ucap Yutasha mencoba lepas dari kungkungan tubuh kekar Erlangga.
Namun hal itu sia-sia. Karena Erlangga semakin mengunci tubuh Yutasha dengan tangan Yutasha di genggam erat oleh Erlangga dan di tarik ke atas kepala Yutasha. Membuat debaran kuat pada jantung Yutasha karena posisinya sekarang ini.
"Kita lakukan hal sunnah dulu," bisik Erlangga dengan suara yang dibuat se-menggoda mungkin. Dan itu semakin membuat Yutasha merasa takut.
Erlangga mendekatkan wajahnya pada wajah Yutasha. Bibirnya tertarik ke atas saat Yutasha memejamkan matanya. Sangat lucu menurutnya melihat Yutasha seperti ini. Niatnya hanya untuk menggoda istrinya sebentar sebelum mengajak Yutasha untuk melakukan sholat sunnah Tahajjud.
__ADS_1
Namun, bibir Yutasha terlihat begitu menggoda dan menggiurkan bagi Erlangga. Sehingga dirinya tak kuasa untuk tidak merasakannya.
"Mas, aku mohon jangan begi--mmhhh...," seperti sebelumnya. Ucapan Yutasha terhenti tatkala bibirnya kembali disesap oleh Erlangga.
Erlangga menyesap bibir Yutasha dengan lembut, awalnya. Namun, semakin lama sesapan itu berubah semakin panas. Dengan deru nafas yang menggebu, Erlangga menyesap bibir Yutasha penuh nafsu. Dan itu hampir membuat Erlangga kehilangan akal.
"Eeughhhh" lenguh Yutasha. Membuat Erlangga sadar dengan apa yang telah dilakukan nya.
Kemudian Erlangga melepas pagutan mereka. Lalu mengecup ke nih Yutasha. Yutasha pun membuka matanya perlahan. Terlihat wajah tampan Erlangga yang berada di hadapannya, dengan tersenyum begitu menggoda.
"Sholat Tahajjud dulu. Setelah itu lanjut tidur lagi," ucap Erlangga membuat Yutasha tidak percaya. Bagaimana bisa Erlangga membuat dirinya untuk berpikiran ke hubungan 'itu'.
"Menyebalkan banget, sih!" Yutasha mendorong tubuh Erlangga disaat Erlangga lengah. "Aku sampai ketakutan tau, Mas! Kamu tuh beda banget sifatnya sama Kak Erlan." lanjut Yutasha menatap tajam pada Erlangga. Padahal orang yang dibandingkan dengan Erlangga adalah orang yang sama.
"Apa kita melanjutkan yang barusan saja?" goda Erlangga seraya menaikkan alisnya sebelah. Yutasha merasa geram lalu melempar bantal ke arah Erlangga. Lalu melangkah pergi menuju kamar mandi. Erlangga pun terkekeh melihat Yutasha yang kesal padanya.
__ADS_1
Ternyata kamu bisa jengkel juga. Sangat menyenangkan menggodamu, istriku. Batin Erlangga.
Jangan lupa kasih like, gift, dan vote ya😉