Suami Cicilan

Suami Cicilan
Mencoba Mengingat


__ADS_3

Apa kau tidak mengenaliku?" tanya Erlangga menatap lekat mata Yutasha.


Ingin sekali Erlangga mengecup mata Yutasha, agar mengurungkan niatnya untuk meloloskan air mata tersebut.


"Saya tidak mengenali Anda dan tidak mau kenal siapa Anda!" seru Yutasha seraya mengusap air matanya yang membasahi pipi.


Yutasha merasa seperti gadis murahan. Yang dengan mudahnya di perlakukan seperti itu oleh orang asing. Meski sebelumnya Erlangga juga melakukan itu padanya, tapi setidaknya Erlangga akan menjadi suaminya.


"Apa Saya begitu murah di mata Anda? Bagaimana nanti tanggapan suami Saya jika dia tau Saya dicium dan dipeluk oleh orang lain? Apa yang harus Saya katakan?" lirih Yutasha bersimpuh di atas tanah seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Erlangga tak kuasa melihat Yutasha yang seperti itu. Namun ia sadar bahwa kini dirinya tidak berpenampilan seperti biasanya. Dan pantas saja Yutasha tidak mengenali dirinya. Kamulah satu-satunya yang menolak pesonaku, Yuta. Bahkan dengan semua kelebihanku pun kau masih memikirkan hubunganmu yang diawal kau anggap permainan itu. Batin Erlangga.


"Jangan bersimpuh seperti ini. Maaf, jika yang aku lakukan tadi berlebihan. Namun aku hanya berniat membantumu, itu saja." terang Erlangga. Ia mencoba membujuk Yutasha agar mau beranjak dari tempatnya.


"Darimana Anda tahu, kalau Saya membutuhkan pertolongan? Bahkan mahasiswa yang lain menganggap hal tadi itu sebuah pertengkaran sepasang kekasih!" Yutasha mendongak, menatap tajam kearah Erlangga. Ia merasa janggal dengan sikap orang yang menurutnya asing itu.

__ADS_1


Jleb!


Erlangga terdiam membeku. Ia tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya yang gegabah.


Dua puluh menit yang lalu. Erlangga sedang berada di restoran depan kampusnya. Ia sedang melakukan meeting dengan seorang kliennya yang juga merupakan temannya waktu duduk di bangku SMA.


Saat sedang fokus membahas perencanaan pembangunan sebuah resort, telinga Erlangga mendengar seseorang sedang bergaduh di sebelah mejanya. Karena dia tidak memakai ruang privasi.


Orang disebelah nya itu membicarakan seorang gadis yang berusaha ditarik oleh seorang pria, dan gadis itu terlihat ketakutan. Dan disaat yang bersamaan, terdengar bunyi notif di ponsel nya.


Isi pesan Yutasha.


Kak, tolongin aku! Kak Juno datang ke kampus dan mau mengajakku dengan paksa. Cepat ke sini! Aku di depan gerbang kampus.


Dan tidak menunggu waktu lebih lama lagi. Ia menyudahi pertemuan itu dan tanpa berpikir panjang, Erlangga langsung menghampiri Yutasha tanpa berganti penampilan terlebih dahulu. Ia takut jika Yutasha beneran dibawa pergi oleh Juno.

__ADS_1


"Emm... Aku tadi sedang makan di restoran depan kampus dengan temanku. Dan aku melihat wajahmu yang ketakutan saat tanganmu ditarik oleh cowok breng**k tadi. Ku pikir, kamu perlu bantuan." Erlangga beralibi. Namun sebagian yang dia ucapkan memang benar nyatanya.


"Apa benar seperti itu?" selidik Yutasha. Ia masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan lelaki asing di depannya itu.


"Apa kamu melupakan aku? Kita pernah bertemu sebelumnya, Yutasha Geraldine." Erlangga mencoba mengalihkan topik mereka.


Yutasha tersentak kaget. Bagaimana bisa lelaki ini mengetahui nama lengkapnya. Dia bilang kita pernah bertemu? Tapi dimana? Perasaan aku tidak pernah melihat wajahnya. Gumam Yutasha di dalam hati.


Yutasha menatap Erlangga dengan intens. Menelisik serta mencoba mengingat wajah lelaki asing itu.


Lima menit kemudian. Yutasha mengingat sesuatu tentang lelaki itu dan dimana dirinya bertemu.


"Oh... Anda yang di...,"


Nanti malam aku up lagi kalo nggak cavek😌

__ADS_1


__ADS_2