Suami Cicilan

Suami Cicilan
Mas... Lakukan!


__ADS_3

"Lalu setelah ini harus ngapain, Mas?"


PLETAK!


Pertanyaan Yutasha seolah menyentil ginjal Erlangga seketika. Ingin rasanya Erlangga tertawa dengan keras atas kepolosan sang istri. Namun itu ia urungkan, takut merusak suasana yang terlanjur intim tersebut.


"Boleh Mas gunakan tangan Mas sekarang?" dan Erlangga juga ikut bertingkah konyol dengan mempertanyakan pertanyaan seperti itu di saat seperti ini.


Erlangga tersenyum saat mendapat anggukan dari Yutasha. Tidak menunggu lama, dengan cepat Erlangga merubah posisi mereka. Dengan Erlangga sebagai pemandunya sekarang.


Jantung Yutasha berdetak lebih kencang dari sebelumnya, saat kedua tangannya kembali di kunci oleh Erlangga dan di arahkan ke atas kepala Yutasha.

__ADS_1


Dengan dua aset kembar milik Yutasha yang hanya tertutup sebagian oleh kain berwarna biru muda. Membuat Yutasha jauh lebih seksih di bawah tubuhnya.


Napas Yutasha yang tidak beraturan, membuat gerakan naik turun pada dua aset yang disukai oleh Erlangga. Semakin menambah gairah Erlangga untuk segera menuntaskan acara menabur benihnya malam ini. Erlangga tidak mau sampai gagal untuk yang kesekian kali.


"Apa kamu sudah yakin tentang perasaanmu, Sayang?" tanya Erlangga dengan tangannya yang mulai meremas dengan gemas salah satu aset berharga milik Yutasha. Bibirnya pun tak tinggal diam. Menyesap dengan lembut aset yang Yutasha yang satunya lagi.


Yutasha terengah menikmati permainan tangan serta bibir Erlangga yang kompak bekerjasama. Dia tidak menghiraukan pertanyaan Erlangga lagi. Badannya melengkung ke atas, bersamaan Erlangga menggigit kecil di puncak salah satu aset milik Yutasha. Serta tangan yang satunya memilin memutar dengan intens. Menimbulkan rasa yang susah untuk Yutasha jabarkan.


Setelah puas dan memberi jejak di dua aset yang sekarang dia klaim sebagai miliknya. Tangan Erlangga menjalar ke bawah. Membuka dengan tidak sabaran celana yang dipakai Yutasha.


Mata Erlangga begitu mengagumi keindahan yang ada di depan matanya. Sesuatu yang tercetak jelas dari kain yang berbentuk segitiga tersebut, begitu menggugah birahinya.

__ADS_1


Erlangga terdiam sejenak, menatap sesuatu yang tertutup oleh kain tipis itu dengan penuh nafsu. Tanpa berpikir panjang lagi, bibir Erlangga kembali menyerang bibir Yutasha. Melu mat dengan rakus, seraya tangannya menelusup ke dalam benda yang tertutup oleh kain segitiga tersebut.


Jemari Erlangga menggoda dengan sangat nakal di bawah sana. Membuat suara desahan demi desahan meluncur dengan begitu merdunya dari mulut Yutasha. Suara desahan tersebut berganti dengan suara teriakan dari Yutasha saat mencapai orgasme.


Bibir Erlangga menyunggingkan senyuman yang menambah nilai ketampanannya. Lalu dengan sangat cepat tangannya merobek kait tipis tersebut.


Napas Yutasha terengah saat jemari Erlangga kembali masuk ke dalam benda keramatnya. Menggoda nya sebentar, Yutasha dibuat melayang ke angkasa oleh Erlangga hanya dengan permainan jarinya.


"Mas...," panggil Yutasha ketika Erlangga menghentikan gerakan jarinya saat Yutasha hampir mencapai kli maks nya. Erlangga menyeringai, menatap Yutasha dengan tatapan menggoda.


"Apa, Sayang? Kamu mau apa? Hmm?" goda Erlangga seraya melanjutkan pergerakan jarinya. Yutasha kembali dibuat melayang oleh Erlangga. Namun, lagi dan lagi Erlangga menghentikan kegiatannya saat Yutasha terlihat terbuai dengan permainannya.

__ADS_1


"Mas...Lakukan," rengek Yutasha membuat Erlangga sangat gemas pada istrinya.


Ngumpet dulu ah, sebelum di santet sama Mak Emak Durlena🤣


__ADS_2