
"Kenapa dikunci, Mas?" tanya Yutasha setengah kaget. Ia memasang sikap waspada. Karena ini baru pertama kali bagi Yutasha berduaan di dalam kamar dengan lawan jenis yang bukan keluarganya. Meski sekarang status Erlangga adalah suaminya.
Erlangga tersenyum tipis dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Yutasha. Erlangga melangkah santai ke arah Yutasha berdiri. Sementara Yutasha melangkah mundur hingga tubuhnya menabrak meja riasnya sendiri.
"Ma-Mas... Kamu mau ngapain?" tanya Yutasha gugup. Jantungnya berdetak kencang karena takut. Tidak boleh seperti ini. Aku harus bisa menguasai diriku dan harus minta penjelasan tentang semua ini. Batin Yutasha.
"Mau membantumu melepas semua itu," ucap Erlangga ambigu. Semakin membuat Yutasha takut di tempatnya.
Yutasha menarik nafas dalam. Kemudian menghembuskannya dengan kasar. Dengan keberanian yang ada, Yutasha menegapkan badannya kembali. Meskipun rasa takut itu masih ada. Ia harus bisa menguasai situasi malam ini.
"Stop!" pekik Yutasha seraya tangannya diarahkan ke depan. "Diam di sana, Mas. Dan jelaskan maksud semua ini," ucap Yutasha merasa dibohongi.
"Jelaskan yang mana, Yuta?" tanya Erlangga santai seraya tetap melangkahkan kakinya ke depan. Menuju tempat dimana Yutasha sekarang berdiri.
"Aku bilang diam di sana, Mas!" Yutasha menatap Erlangga penuh amarah. Dan hal itu mampu membuat Erlangga menghentikan langkahnya. Kemudian dia lebih memilih duduk di kursi dekat Yutasha. Sementara Yutasha memilih duduk di tepian ranjang tidurnya.
__ADS_1
"Baiklah. Apa yang ingin kamu ketahui tentang suamimu ini, Yutasha Geraldine." Erlangga berkata seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Sungguh berbanding terbalik dengan Kak Erlan. Aku yakin, pasti dia bukan Kak Erlan yang selama ini aku kenal. Ucap Yutasha di dalam hati saat melihat sikap angkuh dari Erlangga.
"Siapa Mas Angga sebenarnya?" tanya Yutasha menatap lekat Erlangga.
Astagaaa Yutaaa...! Kamu masih belum mengenali aku? Jerit Erlangga di dalam hati. Erlangga menyugar rambutnya dengan kasar. Bagaimana bisa wanita di hadapannya kini masih tidak bisa mengenali dirinya. Padahal dia datang dengan orang tuanya bahkan keluarga intinya.
"Jawab Mas, jangan malah diam!" kata Yutasha kesal karena Erlangga justru terlihat sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Yutasha ingin melangkah dan keluar dari kamar. Namun sebelum sempat dia melangkah, Erlangga lebih dulu menghentikan niat Yutasha.
Erlangga memegang kedua bahu Yutasha dengan lembut. Lalu tangannya beralih memegang dagu Yutasha yang sedikit lancip. Memandang wajah cantik Yutasha dengan penuh minat. Namun itu semua harus bisa ia tahan. Sebelum saling memastikan perasaan mereka.
Yutasha menatap Erlangga kesal. Karena telah berani menyentuh dirinya, seperti waktu Yutasha bertemu dengan Juno.
__ADS_1
"Dengar, Yuta. Aku adalah Erlangga, orang yang kamu beli dengan harga sepuluh juta. Tapi aku juga Angga, orang yang telah berani mencium mu di depan laki-laki yang akan di jodohkan dengan mu. Dan juga pertemuan pertama kita adalah di yayasan panti asuhan. Apa kamu masih ingat?" tanya Erlangga pada Yutasha setelah menjelaskan siapa dirinya. Yutasha pun mengangguk.
"Lalu, mana Mas yang asli?" tanya Yutasha polos. Membuat Erlangga gemas kemudian mengecup singkat bibir Yutasha. Dan itu mampu membuat jantung Yutasha berdetak lebih kencang.
"Jangan memperlihatkan ekspresimu seperti ini dihadapan pria lain." larang Erlangga tangannya mengusap lembut bibir Yutasha.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Mas." kesal Yutasha menepis pelan tangan Erlangga yang betah mengusap bibir ranum milik dirinya. Erlangga pun terkekeh.
"Ini adalah diriku yang asli, Sayang." ucap Erlangga memanggil Yutasha dengan sebutan sayang. Dan itu mampu membuat wajah Yutasha merona karena malu.
"Lalu, Kak Erlan?" tanya Yutasha.
"Dia adalah samaranku." jawab Erlangga.
Kemudian Erlangga menjelaskan semua tentang asal usulnya yang sebenarnya pada Yutasha. Dan tentu saja, Yutasha dibuat terkejut oleh kenyataan yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
Haaiiii... kangen aku ya👉👈ðŸ¤