
Acara pun berlangsung dengan lancar. Meski diselingi tingkah konyol dari Yutasha yang masih tidak mau berdekatan dengan Erlangga versi tampan. Karena merasa dirinya tidak terlalu kenal dengan Angga.
Setelah acara selesai. Para kerabat yang datang pun satu per satu pamit untuk langsung pulang. Sedangkan yang datang dari Surabaya dan Jember, mereka lebih memilih menginap di hotel.
Begitupun dengan orang tua Erlangga dan seluruh keluarganya. Mereka berpamitan pada Arjun, sebelum menasehati Erlangga dan Yutasha.
"Kamu sekarang menjadi seorang pemimpin, Lang. Bimbinglah istrimu dengan penuh kelembutan, jangan memakai nada tinggi. Karena jika kamu kehilangan senyuman indah dari bibir istrimu, hidupmu pasti akan terasa gelap. Tanpa secercah cahaya yang mampu membuat lelahmu hilang seketika. Begitupun jika dia salah, nasehati dengan kata-kata yang halus agar dia mengerti. Beritahu letak kesalahannya, jangan langsung dihakimi. Ingat pesan Papa, Lang!" Darren menatap Erlangga dengan serius. Begitupun Erlangga mendengarkan tanpa berniat menyela.
"Jangan sampai kamu menyakiti hati istri kamu. Apalagi jika sampai dia menangis. Karena seorang istri itu bagaikan sebuah bunga di dalam rumah tangga. Jika bunga itu layu, maka rumah tanggamu tidak akan terasa indah." begitulah pesan dari Darren untuk Erlangga, putranya.
Erlangga mengangguk kemudian menoleh kearah Yutasha yang terlihat sangat kelelahan. Apalagi dia masih mengenakan riasan pengantin serta sanggul yang masih melekat di atas kepalanya. Bibir Erlangga tertarik ke atas saat Yutasha menatap nya dengan bibir yang cemberut.
Darren yang mengerti itu, tidak akan berlama-lama lagi berada di sana. Lalu Darren beserta keluarga pamit dan langsung menuju mobil mereka yang terparkir rapi di depan rumah Yutasha.
"Kakak hati-hati sama Kak Erlangga. Dia agak rakus kalau misal udah suka sama sesuatu." bisik Tanisha pada Yutasha penuh dengan berjuta arti. Dan Yutasha tidak mengerti akan maksud yang terselubung dari Tanisha.
__ADS_1
Tanisha buru-buru masuk ke dalam mobil sebelum mendapat cubitan dari Erlangga, kakaknya yang super duper tampan.
"Jangan dengerin Tanisha. Dia emang suka aneh ngomongnya," ucap Erlangga kemudian meraih tangan Yutasha. "Ayo, aku bantu lepasin semua ini." Erlangga menunjuk ke arah Yutasha dengan dagunya.
"Eh! Emang Mas mau ngapain? Aku bisa sendiri." ucap Yutasha seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Memangnya kamu bisa melepas semua pernak pernik ini?" sepertinya terjadi kesalahpahaman di sini. "Seperti konde, sanggul dan apalah ini namanya." lanjut Erlangga.
"Hah? Oh...ini?" Yutasha menyengir seraya tangannya menyentuh sanggul yang masih melekat di atas kepalanya. "Aku bisa minta tolong Mama kok nanti." lanjut Yutasha tanpa membaca maksud dari Erlangga.
Beberapa orang yang masih membersihkan tempat yang dibuat acara itu, menoleh ke arah Erlangga yang tiba-tiba saja berteriak.
"Mas kenapa malah teriak?" tanya Yutasha.
"Ah, itu...," Erlangga bingung mau menejelaskan nya. Sementara beberapa orang yang masih berada di sana menggeleng kepala sambil tersenyum. Mereka tau niat lain dari Erlangga.
__ADS_1
"Aku minta bantuan Mama saja. Lagian Mas kan juga capek." setelah berucap seperti itu, Yutasha berniat mencari mamanya di dapur. Karena Dina sedang membantu membersihkan barang-barang di dapur.
Namun, sebelum sempat Yutasha melangkah, Erlangga berhasil mencekal tangannya. Dan mau tidak mau Yutasha membalikkan tubuhnya.
"Kenapa lagi, Mas?" tanya Yutasha kesal. Karena ia ingin segera melepas sanggulnya dan beristirahat.
"Biar aku saja yang melepasnya. Aku suamimu. Harusnya kamu lebih dulu meminta bantuan padaku. Aku bisa melakukannya." ucap Erlangga kemudian melanjutkan langkahnya. "Sekarang tunjukkan kamarmu sebelah mana?" lanjut Erlangga tanpa melihat raut muka Yutasha yang kesal.
Bagaimana tidak kesal, jika dirinya belum mengeluarkan jawaban tapi malah ditarik duluan. Akhirnya Yutasha pun mengikuti langkah Erlangga dan menunjukkan kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar Yutasha, Erlangga menutup serta mengunci pintu kamar tersebut. Dan itu berhasil membuat Yutasha menoleh ke belakang.
"Kenapa dikunci, Mas?" tanya Yutasha setengah kaget. Sementara Erlangga tersenyum menyeringai.
Mau diapakan itu Yutasha-nya Mas...! 🙈
__ADS_1