Suami Cicilan

Suami Cicilan
Terimakasih Sayang


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Dika dan Yutasha langsung mendapat perawatan dari tim medis. Wajah Erlangga begitu gelisah menunggu di depan ruangan istrinya dirawat.


"Bagaimana keadaan Yuta, Er?" tanya Kalina begitu khawatir dengan menantunya.


"Masih belum ada kabar, Ma. Dokter masih ada di dalam merawatnya." jawab Erlangga menyesal karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


Orang tua Erlangga datang bersama orang tua Yutasha. Mereka mendapat kabar dari Bagas, asisten Erlangga. Seluruh keluarga nampak begitu cemas dan gelisah, menunggu dokter yang merawat Yutasha keluar dari ruangan Yutasha dirawat.


Beberapa menit kemudian, dokter yang merawat Yutasha pun keluar. Semua orang melangkah mendekat ke arah sang dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Erlangga begitu cemas. Takut akan terjadi hal fatal pada Yutasha.


Dokter itu tersenyum pada Erlangga. Namun dengan sekejap, raut mukanya berubah garang terhadap Erlangga. Membuat Erlangga dan orang yang berada di sana tidak mengerti akan arti tatapan tajam dari sang dokter.


"Apa anda suami dar pasien?" tanya sang dokter pada Erlangga. Dengan cepat, Erlangga menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tanpa semua orang duga, apa yang dilakukan oleh dokter itu setelah melihat anggukan dari Erlangga. Dokter itu langsung memukul Erlangga dengan sangat keras dibagian bahu. Membuat Erlangga sedikit mengaduh.


"Apa yang Dokter lakukan pada menantu saya?" tanya Dina, ibu dari Yutasha.


Dokter itu menoleh ke arah Dina sekilas. Lalu menatap tajam ke arah Erlangga lagi. Erlangga tidak tahu, kenapa dokter itu marah padanya. Dia hanya diam tidak membalas.


"Menantu Ibu ini!" tunjuk sang dokter pada Erlangga seraya menatap ke arah Dina. "Tidak becus menjaga anak ibu. Bagaimana bisa istrinya yang sedang hamil muda, tidak dijaga dengan ketat dan malah mengalami hal bahaya seperti tadi. Suami macam apa anda?"arah sang dokter kepada Erlangga.


Bukannya marah karena telah dibentak oleh seorang dokter, Erlangga malah memeluk dokter itu dengan erat.


Di balik kejadian yang sedang menimpa anak mereka, ternyata Tuhan memberikan kejutan yang luar biasa untuk keluarga mereka.


Tentu saja berita tentang kehamilan Yutasha membuat heboh di seluruh ruang yang ada di rumah sakit milik keluarga Elajar tersebut. Penerus yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Elajar.


Erlangga langsung masuk ke dalam ruangan, saat diperbolehkan masuk oleh sang dokter. Erlangga menatap nanar pada Yutasha. Namun, dia juga merasa bahagia dengan hadirnya janin di dalam rahim istrinya.

__ADS_1


"Mas," panggil Yutasha saat melihat Erlangga terdiam membisu di dekat pintu.


Erlangga tersadar, lalu membasuh pipinya yang basah. Tapa dia sadari, ternyata air mata yang selama ini tidak pernah keluar, dan pada akhirnya hari ini mengalir begitu saja.


"Iya Sayang," Erlangga melangkah cepat menuju ke arah istrinya yang tengah merentangkan kedua tangannya.


Erlangga memeluk erat tubuh Yutasha. Dia tiada henti menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa istrinya. Serta hampir membahayakan janin yang tengah dikandung oleh Yutasha.


"Maafkan, Mas, Sayang." sesal Erlangga. Mengecupi seluruh wajah Yutasha. Membuat Yutasha merasa risih dan kegelian.


"Ini semua juga karena aku, Mas . Maaf, telah membuat Mas begitu khawatir." ucap Yutasha memeluk kembali suaminya. Entah kenapa dia merasa sangat merindukan Erlangga.


"Terimakasih untuk semuanya, Sayang. Dan terimakasih telah mau mengandung anakku." kata Erlangga penuh dengan kelembutan disetiap nada yang diungkapkan.


"Maksud, Mas?" Yutasha menjauhkan Erlangga dari wajahnya. Menatap suaminya itu dengan tatapan penuh pertanyaan.

__ADS_1


Baik kan Akuh, udah mau gila up demi menemani malam takbir kalian😏


__ADS_2