Suami Cicilan

Suami Cicilan
Lelaki Asing


__ADS_3

"Baiklah. Aku tidak akan sungkan lagi. Mau aku....," Juno menghentikan ucapannya dan itu membuta Yutasha semakin kesal.


Yutasha paling tidak suka jika dirinya menjadi pusat perhatian seperti ini. Ia mencoba mengetikkan sesuatu di ponselnya lalu mengirim pesan itu pada seseorang. Berharap agar orang itu segera datang menolong dirinya dari situasi semacam ini. Begitu tak nyaman untuknya.


"Mau aku, kamu Yutasha Geraldine. Aku mau kita tetap melanjutkan perjodohan itu." ucapan Juno benar-benar membuat Yutasha semakin geram.


"Itu tidak akan bisa!" sahut suara dari arah samping mereka.


Suara itu terdengar familiar di telinga Yutasha. Namun saat ia menoleh ke samping, yang ia dapat bukan orang yang ia kirimi pesan singkat barusan. Melainkan sesosok laki-laki tampan dengan gestur tubuh lebih tinggi dan gagah dari Juno. Bahkan wajah Juno yang terbilang tampan itu masih tidak sanggup menandingi ketampanan yang dimiliki lelaki ini.


"Siapa lagi lelaki tampan ini?" terdengar suara mahasiswi lain yang berkomentar.


"Gila! Tampan banget, bege!" sahut yang lain.


"Beruntung banget, Yutasha."

__ADS_1


"Bang... Mau dong adek dijadikan yang kelima!" ucapan konyol lainnya pun terdengar lebih mengerikan.


Lelaki itu melangkah mendekat ke tempat Yutasha dengan senyuman menawan yang terukir di bibir indahnya, lalu merengkuh pinggang Yutasha tanpa rasa canggung sedikit pun.


Berbeda dari lelaki itu rasakan, Yutasha justru merasa jantungnya terlepas dari tempatnya. Ingin sekali ia mencaci maki orang asing tersebut, yang dengan berani menyentuh dirinya. Namun hal itu ia urungkan, karena situasi saat ini memang membutuhkan peran pendukung.


"Maaf, Beibeh. Aku sedikit lama." ucap lelaki tampan itu dengan penuh kelembutan. Dan Yutasha tidak asing dengan suara orang ini.


"Tidak apa-apa, Mas. Mungkin kamu masih sibuk." Yutasha mencoba mengimbangi akting lelaki asing tersebut.


"Makasih Beibeh, kamu memang selalu bisa mengerti aku." ucap lelaki asing itu kemudian mengecup bibir Yutasha. Membuat semua orang yang melihatnya begitu tercengang.


Mata Yutasha membola ketika kecupan itu berubah menjadi *******. Ia mengatupkan bibirnya, berusaha mempertahankan daerah nya. Namun sorot mata yang tajam milik lelaki asing itu, membuat Yutasha seolah terhipnotis oleh tatapan itu.


Sehingga tanpa Yutasha sadari, ia membuka gerbang yang sedari tadi ia pertahankan. Dan lelaki itu dengan mudahnya mengeksplore rongga mulut Yutasha.

__ADS_1


Lelaki asing itu tersenyum saat tidak mendapat penolakan dari Yutasha. Seolah tidak menyiakan kesempatan, lelaki itu melahap bibir Yutasha penuh dengan gairah. Melupakan dimana mereka berada sekarang.


Pemandangan seperti itu tentu saja membuat Juno geram. Ia mengepalkan tangannya. Alih-alih pergi meninggalkan mereka, Juno malah menarik lengan lelaki asing itu agar menjauh dari Yutasha.


"Siapa kau?" bentak Juno pada lelaki asing itu. "Apa yang kau lakukan dengan tunanganku?" dengan sorot mata penuh emosi, mereka saling menatap tajam.


Lelaki asing itu tersenyum tipis kearah Juno. Bukan kemarahan yang ia tampilkan karena Juno telah mengganggu kegiatan mereka, lelaki itu malah bertindak lebih mencengangkan bagi semua orang.


"Bagaimana keadaan dia, Beibeh? Apa masih se-aktif pagi tadi?" pertanyaan yang cukup ambigu bagi Yutasha.


"Hah? Maksud Mas?" Yutasha tidak mengerti apa yang di maksud lelaki asing itu.


"Baby kita, Beib. Massa kamu lupa? Padahal baru tadi pagi aku kunjungi loh! Dan dia juga ikut bersemangat." jawab lelaki asing itu seraya tangannya mengusap memutar di bagian perut Yutasha.


Jangan lupa like nya😘

__ADS_1


__ADS_2