Suami Cicilan

Suami Cicilan
Pemanasan


__ADS_3

"Jangan buat aku yang memulai duluan, Mas," ucap Yutasha yang sekarang berpindah duduk di atas tubuh Erlangga. Dengan kakinya yang terbuka di sekitaran perut Erlangga.


Sontak hal itu membuat Erlangga terkejut tak terkira. Dia tahu Yutasha agresif, namun biasanya tidak se-agresif ini dan seberani seperti ini. Akan tetapi, diam-diam Erlangga menantikan hal apa yang akan Yutasha buat pada tubuhnya selanjutnya. Mengingat sebenarnya istrinya itu sangatlah polos dalam hal seperti ini.


"Aku menantikan itu, Sayang," ucap Erlangga tersenyum tampan di bawah tubuh Yutasha. Dengan tangan ia jadikan sebagai bantalan kepalanya. Pasrah akan apa yang Yutasha lakukan pada tubuhnya. Dia akan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh istrinya.


Dan Yutasha pun mulai melepas baju bagian atas. Sehingga memperlihatkan dua aset kembar Yutasha yang terlihat sangat menggiurkan bagi Erlangga. Padahal benda itu masih terbungkus rapi oleh kain berwarna biru muda tersebut.


Tangan Erlangga tidak tahan hanya berdiam saja ketika matanya melihat pemandangan yang sangat indah. Kemudian Erlangga mengarahkan tangannya ke aset kembar sang istri. Namun, sebelum sampai menyentuh dua aset tersebut, Yutasha lebih dulu mencegah tangan Erlangga.


"Jangan gunakan tanganmu, Mas. Rasakan dan nikmati saja malam ini," intruksi Yutasha melarang Erlangga untuk ikut campur dalam permainan yang akan dia kendalikan.


Erlangga pun menarik kembali tangannya. Dan menuruti perintah dari sang istri. Sebenarnya dia merasa lebih tertantang, saat Yutasha beralih tempat ke atas tubuhnya. Namun, Erlangga ingin melihat sejauh mana Yutasha bisa melakukan itu.


"Menarik," gumam Erlangga pelan di sertai senyuman menyeringai.

__ADS_1


Yutasha mulai melakukan aksinya. Bibirnya mengecup lembut bibir Erlangga, dan Erlangga pun membalasnya dengan penuh kelembutan.


Ciuman mereka yang semula penuh kelembutan, kini berubah menjadi sebuah lu ma tan yang saling memburu. Lidah mereka saling berbelit menunjukkan siapa yang tangguh di sini. Tentu saja Erlangga yang tangguh, sampai membuat Yutasha sedikit kuwalahan.


Puas di bibir suaminya, Yutasha beralih pada leher Erlangga. Menggoda serta memberi sentuhan dengan lidahnya. Tidak lupa pula memberinya sebuah jejak, yang akan membuat Erlangga malu keesokan harinya. Karena tempat yang diberi jejak oleh bibir Yutasha, sangat mudah dijangkau oleh mata.


Erlangga memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan dari bibir Yutasha. Tangannya mengepal erat, ingin rasanya dirinya mengambil alih permainan ini. Namun takut membuat Yutasha berubah pikiran dan kegagalan untuk merasakan kenikmatan yang akan ia dapat nantinya.


Tangan Yutasha mulai membuka baju yang Erlangga kenakan. Tentu saja, dengan senang hati Erlangga membantunya.


Mata Yutasha melotot saat melihat dada bidang milik suaminya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Terlihat begitu menggairahkan di matanya.


"Ini terasa aneh, tapi asik juga, Mas." kata Yutasha saat memainkan pu ting dada Erlangga. Memilinnya dengan gerakan memutar.


"Sshhh... Sayang... Mas ambil alih ya?" desis Erlangga tidak kuat lagi menahan gejolak dari dalam tubuhnya. Karena permainan jari istrinya membuat libido Erlangga naik dengan pesat. Ingin sekali Erlangga segera memasuki tubuh Yutasha. Namun lagi-lagi Yutasha menggeleng.

__ADS_1


"Nikmati atau aku berubah pikiran?" sebuah pertanyaan yang mengandung segudang ancaman bagi Erlangga.


Lebih baik Erlangga menahan hasratnya yang ingin segera menikmati kelegitan dari milik sang istri. Daripada kegagalan yang siap menantinya di depan sana.


Erlangga kemudian dengan pasrah menikmati permainan dari sang istri, yang menurutnya berjalan sangat lamban.


Lalu Yutasha memajukan wajahnya ke pu ting dada Erlangga. Dengan posisi tubuhnya yang masih di atas tubuh Erlangga. Yutasha menjulurkan lidahnya, menyentuh serta menggoda pu ting Erlangga dengan lidahnya. Membuat Erlangga kembali mendesah, ingin mengambil alih permainan ini.


Yutasha mengu lum pu ting Erlangga dengan gemas. Memainkan pu ting Erlangga dengan gemas di dalam mulutnya. Setelah luas bermain dengan pu ting suaminya. Yutasha menegapkan tubuhnya. Menatap bingung pada Erlangga. Begitu pun Erlangga yang merasa bingung kepada istrinya. Kenapa Yutasha malah menghentikan tindakannya saat dirinya berada di ujung.


"Lalu setelah ini harus ngapain, Mas?"


PLETAK!


Pertanyaan Yutasha seolah menyentil ginjal Erlangga seketika. Ingin rasanya Erlangga tertawa dengan keras atas kepolosan sang istri. Namun itu ia urungkan, takut merusak suasana yang terlanjur intim tersebut.

__ADS_1


Dan akoh ingin salto seketika, saat mengingat tingkahmu Yutaaaa🤣


Maaf ya, jika ada sebagian kata yang sengaja aku kasih spasi. Karena biar nggak berubah jadi bintang semua😂


__ADS_2