Suami Cicilan

Suami Cicilan
Apa Maumu, Istriku?


__ADS_3

Setelah mereka sah menjadi suami-istri, Erlangga mengajak Yutasha untuk pindah ke kediaman utama keluarga Elajar. Namun dengan tegas, Yutasha menolak untuk pindah di kediaman keluarga Elajar. Dan perdebatan panjang pun terjadi antara Erlangga dan Yutasha.


"Aku tidak mau tinggal di sana, Mas. Jangan paksa Aku," ucap Yutasha dengan wajah kesal. Dia melanjutkan mengemas barang-barangnya untuk pindah rumah besok pagi.


"Tapi kenapa, Yuta? Di sana lebih aman untuk kamu," Erlangga tidak mau mengalah begitu saja. Karena memang di rumah utama lah keamanan Yutasha yang sebagai istri Erlangga Elajar akan terlindungi.


"Aku tidak terbiasa tinggal di rumah Mas, yang pasti akan berlipat-lipat lebih besar dari rumah ini." dan Alasan Yutasha selalu membuat Erlangga menggeleng.


Dia tidak habis pikir dengan istrinya itu. Bahkan Erlangga tidak bisa menebak, apa yang dipikirkan oleh Yutasha. Disaat semua gadis menginginkan tinggal di rumah besar nan mewah. Serta hidup glamour dengan kekayaan yang melimpah. Justru Yutasha menolak semua itu mentah-mentah.


"Lalu kamu mau tinggal dimana? Aku punya rumah di beberapa perumahan yang ada di kota ini," ucap Erlangga pasrah. Dia lebih memilih mengikuti kemauan Yutsaha dari pada menikah tapi tinggal terpisah.


Namun tanggapan Yutasha malah sebaliknya. Dia menatap tajam ke arah Erlangga. Membuat Erlangga bingung, tak mengerti dengan arti tatapan dari Yutasha.

__ADS_1


"Mas," panggil Yutasha.


"Iya," jawab Erlangga. Dia merasakan firasat buruk yang mungkin akan terjadi.


"Aku sudah bilang dari awal, kalau kita akan mengontrak rumah kecil yang sederhana. Dan itu aku yang menyiapkan, bukan Mas!" tandas Yutasha.


Dia tidak mau menikmati harta yang dimiliki oleh Erlangga. Karena dari awal Yutasha kenal Erlangga adalah sebagai pemuda yang biasa. Bahkan waktu itu Yutasha menilai Erlangga setara dengannya.


"Tapi aku punya rumah, Yuta. Ngapain kita ngontrak jika sudah punya tempat?" protes Erlangga.


"Mas," ucap Yutasha dengan nada lembut. Tangannya seraya memegang tangan Erlangga. Mencoba mengajak Erlangga berbicara dengan santai. Tidak beradu argumen seperti ini.


Erlangga tersenyum melihat Yutasha yang kembali agresif padanya. Seperti saat awal mereka bertemu, dulu. Saat dengan gamblangnya wanita yang ada dihadapannya ini menawarkan sebuah tawaran yang dapat menarik hatinya. Bahkan saat ini dirinya benar-benar terikat dengan wanita yang terbilang cukup berani, bagi Erlangga.

__ADS_1


"Kenapa?" Erlangga mengangkat tangannya, berniat untuk menyebabkan rambut Yutasha yang menutupi sebagian matanya. Namun dengan segera dihentikan oleh Yutasha.


"Bukannya aku tidak menghormatimu sebagai suamiku. Tapi kamu tau sendiri kita dari awal memiliki sebuah kesepakatan?" ucapan Yutasha mengingatkan tentang isi perjanjian yang telah mereka sepakati bersama. Dan itu membuat Erlangga tidak suka. Karena yang dirinya mau, kesepakatan mereka, mereka batalkan.


"Aku tau niat Mas mungkin baik. Tapi Mas juga harus menghargai aku. Aku yang memulai ini semua, Mas. Jadi aku juga ikut andil dalam memenuhi kebutuhan kita, kelak," Yutasha menjeda perkataannya untuk melihat tanggapan yang Erlangga tunjukkan. "Aku juga tidak mau jika dipandang sebagai orang yang menikmati kekayaanmu, Mas." lanjut Yutasha menundukkan kepalanya. Dia tidak sanggup membayangkan jika ada orang yang mengetahui seberapa layaknya suaminya. Dan Yutasha akan di cap sebagai orang pengincar harta.


Erlangga menatap intens wajah Yutasha. Meraih dagu Yutasha agar dia menatap lurus ke arahnya.


"Sekarang apa maumu, istriku?" tanya Erlangga dengan nada lembut.


Erlangga mengerti apa yang sedang dikhawatirkan oleh Yutasha. Dan Erlangga merasa kagum untuk yang kesekian kali pada sifat Yutasha yang selalu mengejutkannya.


Aku hadir menepati janjiku pada seseorang😌

__ADS_1


Jangan lupa like dan kasih kopi, ya🤭


__ADS_2