Suami Cicilan

Suami Cicilan
Bagaimana Kalau Aku Hamil?


__ADS_3

"Bolehkah aku meminta hak-ku malam ini? Sebagai wujud rasa syukur ku atas nikmat yang Maha Kuasa berikan kepadaku?" ucap Erlangga dengan nada lembut. Membuat Yutasha semakin takut saat melihat ada kilatan yang tak biasa di mata Erlangga.


"Ma-mas...jangan begini. Aku akan membayar sisa uang yang aku janjikan. Dan setelah itu kita akhiri hubungan ini baik-baik, oke?" entah kepala Yutasha terbentur di mana. Bagaimana bisa dirinya mengucapkan kata seperti itu. Tentu saja Erlangga sudah mempunyai segalanya.


Ucapan Yutasha membuat Erlangga tersenyum miring. Sangat menakutkan bagi Yutasha saat ini. Karena kondisinya yang tengah di kunci oleh tubuh kekar Erlangga.


"Aku tidak membutuhkan uang, Sayang. Aku mau kamu membayar sisa tanggunganmu itu dengan tubuhmu," kata Erlangga seraya membelai wajah


Yutasha dengan sebelah tangannya. Yutasha memejamkan matanya saat jemari Erlangga bergerak lembut dari wajah turun hingga ke belahan dadanya.


"Mas...," lirih Yutasha.


"Bukankah kita sudah sah di mata hukum dan agama? Jadi boleh-boleh saja kita melakukan ini, Sayang. Karena kita sudah halal. Lagian ini juga merupakan kewajibanmu untuk melayani ku. Bukankah akan berdosa seorang istri menolak untuk memberikan hak suaminya?" tanya Erlangga dengan seringai licik di bibirnya. Kali ini dirinya benar-benar tidak akan melepaskan istrinya begitu saja.


Benar apa yang dikatakan oleh Erlangga. Dirinya tidak boleh terus menerus menolak untuk memberikan hak suaminya terhadap dirinya. Namun, Yutasha masih belum siap. Hatinya masih ragu untuk benar-benar diberikan kepada Erlangga.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mencintaimu, Mas." kilah Yutasha. Berharap dengan mengatakan itu, Erlangga akan melepasnya malam ini. Hanya untuk malam ini. Entah alasan apa lagi yang akan Yutasha pakai untuk menolak Erlangga.


"Rasa cinta itu lama-lama akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu, Sayang. Yang penting sekarang, rasa peduli dan rasa sayang diantara kita sudah ada." jawab Erlangga semakin sedikit menekan dada Yutasha.


Dan Jleb! Jawaban Erlangga membuat Yutasha semakin kicep. Yutasha harus memutar otaknya kembali agar kegiatan tabur menabur ini tidak terjadi malam ini.


"Bagaimana kalau aku hamil?" Yutasha merutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dirinya memikirkan pertanyaan seperti itu.


"Itu malah bagus untukku." jawab Erlangga dengan santai. Tentu saja bagus untuk Erlangga, karena dengan hamilnya Yutasha, Yutasha tidak akan bisa lari darinya.


"Tapi aku belum siap, Mas."


"Bagaimana dengan kuliahku, Mas? Lagian aku juga masih belum menyelesaikan dua novelku yang sudah di kontrak. Aku takut jika aku hamil, konsentrasiku tidak akan bisa fokus." kilah Yutasha. Dia yakin, dengan begini pasti akan berhasil.


"jika kamu hamil, kamu bisa mengambil cuti dua tahun, Sayang. Sampai anak kita nanti tidak menyusu lagi padamu. Dan pada saat itu, gantian aku yang menjaganya," jawab Erlangga penuh harap. Pasti hidupnya akan lebih menyenangkan jika ada suara tangis seorang anak.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan novelku?" tanya Yutasha berharap masih ada celah untuknya.


"Aku yang akan membayar pinaltinya."


Prang! Pecah sudah harapan Yutasha agar terbebas dari serigala berbulu domba seperti suaminya.


Sedangkan Erlangga tersenyum penuh kemenangan, karena Yutasha kalah telak darinya. Lalu Erlangga mulai mendekatkan wajahnya pada Yutasha. Menatap lekat wajah cantik istrinya. Jemarinya mulai membelai wajah Yutasha, turun ke bawah hingga belahan dada Yutasha yang cukup menggoda Erlangga.


"I Love U, Istriku." ucap Erlangga sebelum menyesap bibir Yutasha dengan lembut. Lidahnya berusaha menerobos ke dalam bibir Yutasha yang tertutup rapat. Membuat Erlangga tidak bisa memasukkan lidahnya.


Namun, bukan Erlangga namanya jika tidak memiliki cara untuk membuat Yutasha membuka mulutnya.


Tangan Erlangga yang bebas, menelusup ke dalam baju Yutasha dan meraih dua aset kembar milik Yutasha yang sudah lama ingin Erlangga mainkan. Dan benar saja dugaan Erlangga, kini mulut Yutasha terbuka seraya mengeluarkan suara desahan yang terdengar sangat seksih di telinga Erlangga.


"Eughh...!" desah Yutasha merasakan sensasi baru karena remasan yang diberikan oleh Erlangga pada dadanya. Membuat senyum Erlangga terus mengembang. Sebelum bibirnya kembali mengabsen bibir Yutasha, Yutasha mendorong kuat tubuh Erlangga.

__ADS_1


"Stop, Mas! Stop...!!" pekik Yutasha.


Entah kekonyolan apa lagi yang akan Yutasha lakukan🙈


__ADS_2