
Tepat pukul tujuh malam, keluarga Erlangga pun tiba di rumah keluarga Yutasha. Tentu saja mereka sudah mengganti mobilnya dengan merk yang dimiliki kebanyakan orang kalangan menengah. Erlangga sudah mengantisipasi akan hal itu. Begitu juga dengan tampilan mereka yang menggunakan setelan biasa, bukan setelan dari berbagai merk dunia.
Keluarga Yutasha menyambut keluarga Erlangga dengan baik dan ramah. Mereka mempersilahkan rombongan keluarga itu masuk ke dalam rumah dengan ukuran yang tidak terlalu luas.
Karina mengedarkan pandangannya hampir ke seluruh penjuru rumah tersebut. Meskipun terbilang kecil, namun penataan barang serta furnitur nya terbilang rapi. Jadi memberikan kesan yang nyaman bagi penghuninya.
"Maaf loh, Mbak. Kalau rumahnya kecil," Dina menyadari sedari tadi calon besannya itu mengamati setiap sudut ruang rumah mereka.
"Eh, maaf Jeng. Bukan maksud apa-apa. Saya hanya mengagumi cara Jeng menata ruangan ini. Sehingga membuta penghuninya betah berlama-lama di dalam rumah," puji Karina jujur.
Sementara Erlangga sedari dia menginjakkan kakinya di rumah Yutasha, dan melihat gadis yang berhasil menarik hatinya itu, tanpa mengalihkan pandangannya sedetikpun.
__ADS_1
Erlangga berkali-kali terpesona hanya dengan tampilan Yutasha yang sederhana. Namun, khusus malam ini Yutasha berpenampilan berbeda. Masih dengan menggunakan pakaian yang sopan, yaitu dress berlengan panjang, serta rok panjang selutut, perpaduan aksen mutiara yang pas di bagian depan dress tersebut, membuat Yutasha terlihat begitu anggun nan elegan.
Apalagi ditambah malam ini, Yutasha memoles sedikit make up pada wajahnya yang memang cantik dari sananya.
"Awas nanti matanya copot, loh!" bisik Tanisha menggoda Erlangga. Karena sedari tadi Erlangga tidak mengalihkan pandangannya terhadap Yutasha.
"Dia cantik banget, Sha," ucap Erlangga spontan. Tatapannya masih tetap mengunci Yutasha.
Sementara dikubu para orang tua, mereka memulai pembicaraan mereka tentang tujuan diadakan acara malam ini. Tidak mau membuang waktu terlalu lama, Darren langsung menuju pada inti maksud ia dan keluarganya bertandang ke rumah Yutasha.
"Bapak Arjun, sebelumnya Saya meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh putra Saya terhadap putri Bapak," Darren mulai membuka percakapan yang serius diantara mereka. "Maksud kedatangan kami yang pertama adalah untuk menjalin silaturahmi diantara kita. Dan yang kedua, seperti yang Saya ucapkan diawal tadi, Saya meminta maaf atas kelakuan bejat putra Saya terhadap Nak Yutasha. Dan karena sudah terlanjur terjadi sesuatu diantara mereka, ijinkan Saya meminang putri Bapak untuk putra Saya, Erlangga."
__ADS_1
Darren memberi jeda pada ucapannya untuk mengetahui reaksi seperti apa yang akan ditampilkan oleh Arjun.
"Apa Pak Arjun mengijinkan putra Saya meminang Nak Yutasha? Menjadikan Nak Yutasha menjadi menantu di keluarga kami?" tanya Darren kemudian.
Arjun tak langsung menjawab. Ia menoleh kearah Yutasha lalu berkata, "Bagaimana, Nak? Apa kamu mau menerima lamaran dari Nak Erlangga?"
Yutasha terdiam. Ia juga menundukkan kepalanya. Saling menautkan jemari-jemari tangannya. Dan Erlangga tahu, kalau tindakan Yutasha seperti itu karena dia merasa gugup serta ragu.
Jantung Erlangga bagai berhenti berdetak. Ia takut jika Yutasha akan mengundurkan diri dari permainannya sendiri. Dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Erlangga sudah terlanjur tertarik pada Yutasha. Dirinya merasa nyaman dan bersikap bertolak belakang dari dirinya sebelumnya. Dunianya juga terasa lebih berwarna, semenjak kedatangan gadis itu, dan menawarkan ide gila padanya.
Dan apa yang akan dilakukan Erlangga pada Yutasha?
__ADS_1
Jangan lupa like😘