Suami Cicilan

Suami Cicilan
Mulai Posesif


__ADS_3

Keesokan harinya, Erlangga menyiapkan madu hangat untuk istrinya. Senyum di bibir Erlangga tidak pernah pudar sedari dia membuka matanya pagi ini. Tidak bosen-bosennya Erlangga menatap Yutasha yang tengah terlelap. Terlihat sangat cantik dan polos. Sepolos tubuh Yutasha sekarang.


"Pagi, gadis mesumku," sapa Erlangga saat melihat Yutasha mulai mengerjapkan matanya, ketika ada sinar matahari yang menembus dari balik jendela kamar mereka.


Yutasha tersenyum malu karena sapaan Erlangga yang menyebutnya gadis mesum. Pada kenyataannya kini Yutasha bukanlah seorang gadis lagi. Melainkan mantan seorang gadis.


"Pagi juga, Mas," jawab Yutasha tersipu malu. "Aku bukan seorang gadis lagi sekarang, Mas. Kan udah kamu unboxing semalam." jelas Yutasha seraya menutupi wajahnya dengan selimut.


Erlangga tertawa mendengar jawaban dari istrinya. Serta sikap istrinya yang malu-malu seperti itu. Begitu menggemaskan sekali di mata Erlangga. Sikapnya berbanding terbalik saat Yutasha menggoda dirinya terlebih dulu seperti tadi malam.


Karena gemas terhadap sang istri, Erlangga menarik selimut yang di pakai untuk menutupi tubuh polos Yutasha. Sehingga kini terpampang dengan jelas pemandangan itu di depannya.


Untuk ke sekian kalinya, Erlangga dibuat terpesona oleh Yutasha. Tanpa berpikir panjang, Erlangga langsung menindih Yutasha kembali.


"Aakkhh! Apa yang Mas lakukan?" pekik Yutasha saat dengan nakal Erlangga menggigit dengan gemas puncak bukit kembar milik Yutasha.

__ADS_1


"Aku ingin lagi, Sayang," bisik Erlangga dengan deru nafas yang mulai menggebu.


Yutasha memekik kembali saat tanpa aba-aba Erlangga memasukkan kembali benda tumpulnya. Dan mereka mengulang lagi kegiatan seperti tadi malam. Yutasha dibuat kembali terkulai lemas, karena Erlangga tidak hanya melakukannya dengan satu ronde saja. Erlangga begitu merasa candu akan rasa tubuh istrinya.


Yutasha begitu kesal dengan suaminya. Karena ulah Erlangga yang kembali memakan dirinya, membuat Yutasha tidak kuliah hari ini. Bagaimana mau kuliah jika Erlangga menyelesaikan kegiatan mereka hampir jam sepuluh. Sementara Yutasha ada kelas di jam sembilan.


"Kenapa wajahnya ditekuk begitu? Hmm?" tanya Erlangga memeluk tubuh Yutasha dari belakang. Saat ini Yutasha tengah memasak untuk sarapan plus makan siang mereka.


"Semua gara-gara, Mas!" kesal Yutasha.


"Mas aja yang nggak bisa nahan!"


Erlangga tersenyum penuh arti. Dia begitu senang menggoda istrinya seperti ini. Melihat wajah Yutasha yang kesal padanya, semakin membuat Erlangga ingin menikmati tubuh Yutasha kembali.


"Iya, Mas akui itu. Bahkan sekarang ini Mas udah pingin lagi," goda Erlangga kemudian berlari menjauh dari Yutasha. karena Yutasha melotot tajam serta mengarahkan pisaunya ke arah Erlangga.

__ADS_1


Erlangga tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah Yutasha yang dibuat segarang mungkin. Namun, di mata Erlangga sangatlah lucu. Wajah secantik istrinya itu tidaklah pantas menampilkan wajah garang. Karena akan tetap terlihat cantik dan terkesan imut malah.


"Mas, nggak ngantor hari ini?" tanya Yutasha sambil menyuguhkan hasil masakannya di meja makan. Sedangkan Erlangga menunggu dengan setia Yutasha selesai menyiapkan semuanya. Mulanya, Erlangga ingin membantu. Namun dicegah oleh Yutasha dengan alasan ini adalah tugasnya sebagai seorang istri.


"Nanti jam satu siang ada pertemuan dengan klien dari perusahaan Natakusuma corporation, Sayang." jawab Erlangga kemudian menyiapkan makanan yang ada di tangannya.


Erlangga selalu dibuat takjub oleh hasil masakan sang istri. Setiap hari kemampuan Yutasha memasak selalu meningkat. Dan itu selalu cocok di lidah Erlangga.


"Aku boleh main nggak, Mas? Sama Tanisha, misalnya?" Erlangga nampak menimang permintaan istrinya. Lalu mengangguk setuju kemudian.


"Tapi nggak boleh deket sama pria lain. Dan yang paling penting, jangan genit!" ingat Erlangga. Sifat posesif nya mulai keluar.


"Tuh kan, belum apa-apa aja udah dilarang. Bagaimana jika aku ingin bertemu dengan Ken? Pasti akan merobohkan apartemen ini." gumam Yutasha pelan. Sehingga Erlangga tidak mendengar perkataannya.


Jangan lupa kasih like, gift dan komen. Karena bayaranku hanya semurah itu🤧

__ADS_1


__ADS_2