Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Menerima perjodohan.


__ADS_3

dua hari telah berlalu , Keysa yang masih diam di kamar nya dengan memikirkan perkataan Bram sang papa yang menjodohkan nya dengan putra sahabat nya , Kini Keysa berjalan ke arah laci itu dan membuka kotak bening yang di dalam nya ada gelang bertali kepang , entah kenpa Keysa ingin melihat gelang itu tiba-tiba .


"Kak Niel ... andaikan kakak menolong ku dari perjodohan yang papa ku rencanakan ,apa kakak bersedia membantu ku ... hehe ... tapi itu tidak mungkin, bahkan aku tidak tahu rupa kakak sekarang seperti apa ." ucap Keysa melihat gelang tersebut mengingat kenangan di masa kecil nya .


Keysa mengingat di masa kecil nya dimana dia melihat balon yang di sebrang jalan raya ,di mana waktu dirinya kecil dia belum mengerti dengan nama nya kendaraan yang akan membuat dirinya bahaya ,di saat dia pun akan berjalan sebuah mobil yang melaju kencang mengahmpiri Keysa kecil, Keysa ketakutan melihat mobil yang melaju kencang di hadapan nya,Tapi dirinya beruntung telah di selamatkan anak laki-laki remaja ,yang telah membawa nya ke sisi jalan .


Keysa melihat gelang tersebut tersenyum manis ,bahkan dirinya belum pernah ketemu lagi dengan pria yang telah menolong nya ,di saat Keysa akan memakai gelang itu ,suara ketuk pintu mengurungkan niat nya untuk memakai gelang itu


"Non maaf, ... non di panggil nyonya besar untuk makan malam ," ucap bi Sumi yang di angguki Keysa .


Kini Keysa pun melangkah ke bawah untuk makan malam ,Keysa melihat Bram dengan wajah dingin nya ,semenjak mengatakan perihal perjodohan papa nya selalu menunjukan wajah dingin nya .


"Keysa ,papa tidak ingin tahu ?! kamu harus menerima perjodohan itu ,bahkan papa udah kasih waktu dua hari untuk kamu berpikir dengan jawaban nya ." ucap bram melanjutkan makan nya .


Keysa tidak menjawab pertanyaan papa nya ,dia melanjutkan makan nya dengan pelan,Linda yang melihat putri nya diam menghela napasnya panjang ,kini mereka pun melanjutkan makan nya tanpa bersuara ,hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar di ruangan makan itu .


Acara makan pun telah selesai ,kini Keysa berjalan ke atas untuk pergi ke kamar nya ,di saat sampai kamar dia menangis dan berlari pada ranjang nya dan menutupi kepala nya ,di saat Bram mengatakan perjodohan dia mengingat Arya , apa yang harus ia katakan nanti pada Arya ,bahwa dirinya telah di jodohkan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semenjak perihal perjodohan, Leon jarang pulang rumah , dia telah membeli apartemen nya agar tidak mendengarkan ocehan dari sang mommy yang ingin selalu menjodohkan dirinya dengan putri sahabat orang tua nya itu,


ponsel milik Leon tengah bergetar karna ada pesan ,dia melihat nama tertara yang mengirim pesan itu tersebut ,Leon melihat pesan itu dengan tersenyum manis dengan membalas pesan tersebut , tak butuh waktu lama Leon pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri ....


sepuluh menit kemudian ,dering ponsel Leon tengah berbunyi tanda ada telpon , telpon itu terus saja berdering karna tidak di angkat oleh Leon, sementara di arah sana miseele benar-benar berjalan traveling di ruang tamu yang menunggu Calvin untuk menelpon terus Leon .


"Gimana Vin ... apa anak itu mengangkat telpon nya ," ucap Panji yang melihat istri nya bolak balik dari hadapan dua pria itu .


"Sayang ... kau jangan risau begitu ,dia pria ? tidak mungkin tidak apa-apa ,kau seperti gosokan tahu "ucap Panji yang tengah melihat istri nya .


"Mas. .. gimana aku gak risau ... anak itu udah dua hari gak pulang ,bahkan Calvin juga tidak tahu anak itu berada di mana ." ucap miseele dengan masih berdiri dari hadapan mereka .


Calvin yang mendengar perkataan miseele hanya bisa tersenyum kikuk ,sebenarnya dia tahu bahwa Leon tengah tinggal di apartemen .


"Maaf Tante .... jika aku bilang , bisa-bisa Leon ngamuk padaku ."

__ADS_1


Miseele tahu putra nya itu tidak pulang Karna selalu di desak oleh dirinya untuk menjodohkan nya , kini miseele berpikir dan menemukan ide dalam pikiran nya .


"Hehehe ... Calvin cepat terus panggil anak bodoh itu ,aku punya ide untuk mengerjai nya ."


Calvin dan Panji saling pandang , Panji mengerutkan kening nya melihat istri nya itu yang senyum-senyum dengan memangut-mangut ...


"Ta_tante ...


"Ayo Calvin , kau gak perlu takut sama Leonniel ,biar Tante yang hadapi oke ,sekarang kau panggil dia ." ucap miseele dengan duduk di samping suami nya itu .


Calvin pun memanggil Leon kembali untuk yang ke sepuluh kali nya, kebetulan Leon pun tengah selesai mandi ,di saat Leon yang baru ke luar dari kamar mandi dia mendengar ponsel nya berdering dan melihat nama yang tertara di ponsel nya .


"Ada apa Calvin ,bukankah tadi aku sudah bilang ,miteeng besok di undur jam sepuluh .." ucap Leon yang tengah melemparkan handuk yang ada di leher nya ke arah ranjang...


"Dengarkan aku dulu ?,ta_tante Miss tiba-tiba sakit jantung dan menyuruh kau pulang ." ucap Calvin di sebrang telpon dengan nada gelagapan.


Leon mengerutkan kening nya ,kenapa tiba-tiba mama nya sakit jantung ,karna waktu dua hari yang lalu mama nya sehat-sehat aja ..


"Yaa ... aku akan pergi sekarang juga " ucap Leon mematikan telpon nya ..


Leon menghela napas nya panjang ,dia tahu apa yang di lakukan mommy nya itu agar dirinya pulang dan menerima perjodohan itu .


Kini dirinya sudah siap dengan memakai celana pendek selutut dan switer hoddy untuk segera melangkah ke bawah ,tak butuh waktu lama Leon tengah sampai dimana mobil nya berada ,kini dia pun meninggalkan apartemen tersebut .


Sementara di rumah miseele telah melakukan drama nya bersama dokter pribadi keluarga mereka, dokter tersebut pun terkejut dengan apa yang akan di lakukan nyonya prawijaya itu .


"Miss ...akting mu keterlaluan sekali ,untuk membohongi putra mu ." ucap sahabat nya itu dengan menggelengkan kepala nya .


"Aku tidak perduli Han ... yang penting putra ku pulang ,dia sudah dua hari ini gak pulang dan gak angkat telpon ku ." ucap miseele yang kini pura-pura berbaring.


Tak butuh waktu lama Leon pun tengah sampai di halaman rumah prawijaya, dia melihat mobil berwarna merah yang gak tahu punya siapa ,dia berjalan ke arah pintu yang kini di sambut oleh pak Samir yang akan melangkah keluar .


"Eh tuan muda ,selamat malam ." ucap pak Samir yang akan keluar .


"Malam ." ucap Leon tersenyum tipis ..

__ADS_1


Kini dia melangkah ke arah kamar nya miseele ,dia melihat dokter yang tengah memeriksa miseele ...


Leon berjalan ke arah di mana Dady nya dan juga dokter tersebut yang tengah memeriksa miseele ,Leon mengerutkan kening nya melihat mommy nya itu pura-pura tertidur .


"Mom ... jangan pura-pura ,? aku tahu mommy merencanakan itu kan ,? buka mata nya jangan berlaga akting ,, apa mommy mau punya penyakit jantung beneran ." ucap Leon yang kini tengah melihat mommy nya dengan tangan di silangkan .


Panji menahan tawa nya melihat leon yang tengah tahu apa yang di lakukan istri nya itu , miseele yang terkesima dengan ucapan sang putra langsung bangun dari tempat tidur nya ..


"Ihhh Leonniel ,,kau bicara sembarangan yaa pada mommy mu ini ," ucap miseele yang langsung bangun dari tidur nya ..


"Memang nya yang mengatakan itu siapa ,bukan nya mommy yang menyuruh Calvin untu bilang seperti itu ." ucap Leon berjalan dan pergi dari kamar miseele


Miseele yang melihat putra nya keluar langsung turun dari tidur nya untuk mengejar Leon .


"Leon ... berhenti ... " ucap miseele yang tengah mencegah Leon .


"Ada apa lagi mom ... mommy mau memaksa aku untuk menikah dengan putri om Bram dengan kelakuan mommy seperti itu ." ucap Leon menatap mommy nya .


Miseele menundukkan kepalanya ,dia tahu dia sudah memaksa putra nya menikah dengan Keysa putri dari sahabat nya ,kini miseele membalikan badan nya dan melangkah pergi .


"Pergi ... pergilah Leonniel ,mommy tidak akan memaksa mu lagi ,mommy tidak membutuh kan kau lagi ,cukup anak mommy hanya Indri , pergilah ... pergi bersama wanita model pilihan mu itu ," ucap miseele yang tengah meneteskan air mata nya ,


Leon yang mendengar isakan mommy nya tertegun ,sedari kecil dia tidak pernah membuat mommy nya menangis , tapi kali ini dia mungkin sudah menyakiti mommy nya , Leon yang tengah melihat mommy nya masuk mengikuti nya ..


" Momm....."


"Pergi jangan panggil aku mommy mu ,," ucap miseele dengan Isak tangis nya dengan menutup pintu kamar .


Panji yang melihat istrinya pun terkejut ,dia langsung keluar dan menghampiri Leon .


"Leonniel ,kau lihat mommy mu ,dia melakukan sejauh ini hanya ingin kau menuruti apa mau nya ." ucap Panji yang sedikit marah pada putra nya .


"Tapi dad ,,


"Tidak ada tapi-tapi ... dady belum pernah melihat mommy mu menangis ,kali ini dady melihat nya menangis Karna kau ," ucap Panji yang kini melangkah ke kamar nya untuk menenangkan sang istri.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menerima perjodohan itu." ucap Leon pasrah .


Miseele yang tengah mendengar ucapan sang putra nya pura-pura tidak mendengar ,padahal bibir nya udah tersenyum mekar dengan membelakangi Panji dan juga Leon.. Hana dokter pribadi mereka terlihat canggung melihat drama keluarga itu ,kini dia pun pamit dengan membisikan pada telinga miseele dan berlalu pergi .


__ADS_2