
Leon yang kini tengah berkutat dengan laptopnya harus terhenti Karna dering ponselnya berdering ,dia melihat nama panggilan itu dan yang memanggilnya teman sekaligus sekertaris nya .
"Hallo "
"....?! ....."
"Tidak bisa ?! aku lagi kerja "
"Ayolah ?! bantu aku ,ni mobil gak tau kenapa tiba-tiba mogok ,lagian dari tempat ini tidak jauh dari rumah Tante miseele ." jawab Calvin di balik telpon .
"Baiklah ,aku akan ke sana ." ucap Leon dengan langsung mematikan ponselnya .
Leon bergegas keluar dari ruang kerja nya ,dia melangkah ke arah ruang tamu untuk mengambil switer nya yang ada di sofa ,dengan cepat Leon pun melangkah ke luar , miseele yang mau ke dapur langsung terhenti melihat Leon yang kini tengah keluar .
"Leonniel ,mau kemana kamu "
"Calvin mom ?! dia mobilnya mogok ,aku harus bantu dia ,gak lama kok " jawab Leon dengan nada malasnya .
"Mommy ini kenapa sih selalu saja ngawasi aku .."
"Sekalian aja suruh mampir ke sini untuk makan malam " teriak miseele .
Leon tidak memperdulikan teriakan sang mommy ,dia begitu risih setelah mendengar teriakan mommy nya itu ,apalagi berhadapan dengan nya , miseele hanya geleng kepala melihat Leon menghiraukannya , miseele melihat ke arah atas ,dia belum melihat sosok Keysa menantunya turun.
Beberapa menit pun telah berlalu ,Leon yang kini sudah berada di jalan pemberhentian Calvin pun telah sampai ,dia melihat Calvin tengah bersandar di mobilnya dengan memainkan ponsel .
"Bikin repot orang aja" ucap Leon tiba-tiba
"Sorry ?! aku gak tau ni mobil kenapa mogok " jawab Calvin .
"Udah di periksa belom apa yang salah dari tubuh mobil mu "
"Kamu pikir ini manusia apa ,di periksa pake tubuh segala ,udah._" ucap Calvin terhenti karna Leon memotong nya .
"Udah tinggalin aja ? biar bengkel langganan aku yang mengatasi nya." ucap Leon melangkah ke arah mobilnya tanpa menghiraukan Calvin .
"Hey ?! apa maksud mu meninggalkan mobil ku ,kau mau membiarkan sahabat mu ini di jalanan ,kau membiarkan aku untuk naik taksi ,sahabat macam apa kamu Leon ,gak bakalan di beri kasih tumpangan nih buat Anter pulang ke apartemen ku " desak Calvin .
"Ngapain masih berdiri di situ ?! aku gak menyuruhmu untuk naik taksi ,cepat naik ?! mommy mengundang mu makan malam ." jawab Leon dengan langsung masuk ke mobilnya .
Calvin berdecak kesal dengan Leon ,dan kini dia pun melangkah ke arah mobil Leon dan terpaksa meninggalkan mobilnya .
"Dasar kanebo kering ?! ngomong belum selse udah main potong aja ,di kira ni orang pelit gak mau kasih tumpangan ,kalau bukan karna Tante miseele ,ni orang pasti nyuruh aku untuk naik taksi ,dasar teman lacknut"
Kini mereka pun pergi meninggalkan jalanan itu ,tidak ada satu kata patah pun dari mulut mereka hanya ada suara derum mobil dan keramaian di luar sana .
Di sisi lain Keysa yang kini tertidur di ranjang milik Leon seketika terkejut dan langsung bangun ,dia melihat jam yang ada di atas nakas sudah pukul 19.45 .
"Aku ketiduran ,Leon belum masuk kamar kan ," gumam Keysa .
"Kalau sampai Leon tau aku tidur di ranjangnya ,bisa malu aku dan dia pasti bakalan ngamuk "
Dengan cepat Keysa melangkah untuk ke luar ,dia tidak sadar bahwa saat ini dia memakai kemeja Leon yang besar sampai ke paha, Keysa melangkah untuk ke bawah , langkah demi langkah Keysa pun sudah berada di bawah ,dia celingak-celinguk melihat seisi ruangan itu ,namun kini dia melihat Indri dan Daddy Panji berada di meja makan .
"Indri panggil kak Keysa untuk makan malam gih ." ucap miseele yang kini melangkah dengan membawa mangkuk berisi sup .
"Iya mom " jawab Indri langsung berdiri dari duduknya .
Di saat indri akan melangkah ,dia melihat Keysa yang tengah berjalan ke arah meja makan .
"Kak key_sa " ucap indri gelagapan Karna melihat pakaian yang di pakai oleh Keysa .
Seketika Panji dan miseele pun melihat ke arah Keysa yang tengah melangkah ke arah meja makan dengan tersenyum , miseele yang akan duduk pun dia urungkan Karna melihat Keysa memakai kemeja putra nya .
"Malam mom ,dad ,?! maafin aku ya , aku gak bantuin masak ,aku .. aku ketiduran" ucap Keysa dengan malunya .
Kedua pasutri itu tidak menjawab ucapan Keysa ,Keysa yang di tatap merasa aneh karna dirinya belum sadar bahwa saat ini memakai kemeja Leon .
Di sisi lain ,Leon dan Calvin yang baru sampai harus terhenti melangkah ,tapi tidak dengan Leon ,pria itu kini tengah berkutat membalas pesan dari klien sambil berjalan ,namun seketika jalan nya terhenti saat pundaknya di tahan oleh Calvin .
"Apa " tanya Leon melihat ke arah samping .
Calvin tidak menjawab ,dia hanya mengisyaratkan matanya ,agar Leon melihat ke arah seseorang yang kini Calvin lihat ,seketika Leon pun langsung melihat dimana pandangan Calvin tertuju ,awalnya Leon biasa-biasa saja dan langsung melihat ponselnya ,tapi beberapa detik dia langsung tertuju pada wanita yang kini tengah memakai kemeja putih miliknya .
__ADS_1
"Gadis ini ,kenapa dia berpakaian seperti itu "
Dengan cepat Leon melangkah tergesa-gesa tanpa Keysa sadari ,pria itu melangkah sembari membuka switer yang tengah dia pakai itu ,sesampainya dekat Keysa Leon langsung memasangkan switer nya di pinggang Keysa .
Leon melihat sang Daddy dan mommy serta Calvin yang melihat Keysa berdecak kesal ,Keysa langsung melihat orang di belakang yang kini tengah mengikat tangan switter di pinggang nya .
"Kamu kenapa memakai kemeja ku ,bukannya mommy sudah menyiapkan baju di lemari ." ucap Leon pelan .
"Maaf ?! baju di lemari gak ada yang cocok buat aku ,aku terpaksa memakai kemeja mu ,,dan .." ucap Keysa terhenti .
"Dan apa " jawab Leon dengan membalikan tubuh Keysa .
"Baju nya nerawang " ucap Keysa nunduk dengan meremas switer yang terpasang di pinggang nya .
Keysa tidak ingin menatap pria yang ada di depan itu ,dia takut melihat mata Leon yang terkadang suka melotot ,doa tidak ingin melihat itu karna hanya gara-gara memakai kemeja nya ,Leon yang melihat Keysa menunduk menghela nafasnya berat ,dia tau Keysa mungkin telah takut oleh dirinya .
"Di saat seperti ini ,kenapa dia menggemaskan sekali "
Kini pandangan leon melihat ke arah sang mommy yang menatap mereka sembari senyam-senyum, Leon tau baju yang di siapkan untuk Keysa pasti kerjaan sang mommy .
"Mommy ?! pasti mommy yang melakukannya ." ucap Leon .
"Melakukan apa " Jawab miseele enteng .
"Sudah lah Leon ,tidak apa-apa juga kan Keysa memakai kemeja mu ,lagian kan itu punya mu ,bukan orang lain ." ucap Panji dengan menggoda putranya .
"Udahlah Niel, lagian kan nyuci baju kalau udah jadi suami istri kan nyatu juga ."timpal Calvin yang kini menarik kursi meja makan tanpa tau malu nya .
Leon tidak menghiraukan perkataan orang-orang yang ada di meja makan ,dia melihat Keysa yang kini tengah menunduk ,Keysa yang sedari tadi diam mencerna panggilan Calvin ke Leon membuat dirinya mengingat laki-laki di waktu dirinya kecil .
"Niel ?! kenapa nama panggilan itu mengingat kan nama kakak dewa penolong ku "
"Keysa kenapa kamu menunduk terus ,lihat aku ?! aku tidak akan memakan mu ." ucap Leon .
Keysa pun mendongkakkan kepalanya dan melihat ke arah Leon yang kini berada di depannya .
"maaf ..aku._" ucap Keysa terhenti .
"Aduh .. kakak ?! udah dong tatap-tatapannya jangan di sini ,kalian tidak tau apa ,di sini ada aku yang jones ."celetuk Indri .
"Ada aku ,kamu gak jones kok ." celetuk Calvin .
Plak .
"Uhuk ... uhuk ."
"Adikku masih kecil " ucap Leon dengan menepuk punggung Calvin .
"Leonniel ,kau kurang ajar ?! aku sedang makan kenapa kau iseng sih hah ." ucap Calvin dengan kesal .
Namun Leon tak menghiraukannya dia menyantap makanan yang sudah di siapkan Keysa , Panji dan miseele yang melihat kedua pria itu hanya geleng kepala dan melanjutkan makannya ,tidak dengan Indri ,dia begitu kesal dengan ucapan sahabat kakaknya itu .
"Apaan sih tuh orang ,gombal terus ,gimana jika aku salting ?! la..la.. enggak..enggak dri ..kak Calvin itu udah punya kak Dewi "
Kini mereka pun melanjutkan makan malam nya dengan khidmat ,selang beberapa menit makan pun selesai satu persatu orang yang di meja makan pun pergi ,kini hanya tersisa Panji dan juga Calvin di meja makan tersebut .
"Vin .. kamu gak bermalam di sini aja " ucap Panji .
"Enggak om .. aku mau pulang aja ," jawab Calvin celingak-celinguk sambil mencari Leon .
"Dasar kanebo kering ?! sudah mulai lemes kaya nya tuh ,cepat banget ngumpet ke kamar nya "
"Ya sudah ,kamu di antar oleh supir aja ya Vin ." ucap Panji .
"A_ahh iya om ." jawab Calvin.
"Ya udah om ke kamar dulu ya " ucap Panji dengan di angguki Calvin.
Calvin melangkah ke arah dapur untuk mencuci buah ,di saat dia melangkah beberapa langkah ,tak sengaja dia bertabrakan dengan Indri ,Indri yang memegang gelas di tangannya kaget ,Karna air minum itu tumpah ke baju yang di kenakan Calvin .
"Maaf kak .. aku gak sengaja ? aku gak tau ._" ucap Indri terhenti di saat dia mendongkakkan kepalanya .
Indri melihat wajah tampan pria yang ada di depannya ,Calvin pun sama melihat gadis di depannya itu tanpa berkata-kata ,dan tentu saja kedua mata mereka bertemu saling tatap ,tidak hanya itu jantung Calvin berdetak kencang saat melihat mata gadis yang ada di depannya ,hingga tak sadar Calvin membuka suaranya .
__ADS_1
"Gak tau apa " ucap Calvin dengan senyuman manis nya ,hingga membuat Indri di terpaku .
"Tampan sekali"
"Gak ?! minggir " ucap Indri ketus .
Namun Calvin langsung menghalangi jalan Indri yang di mana membuat gadis itu semakin kesal di buat nya .
"Kamu kenapa sih galak banget sama kakak " ucap Calvin .
"Aku memang kaya gini ya..lepasin kak aku ada kerjaan sekolah ." ucap Indri menepis tangan Calvin .
Indri pergi meninggalkan Calvin yang masih berdiri melihat kepergian indri ,dia tidak mengerti kenapa gadis itu selalu cuek dan galak terhadap nya .
"Gadis itu ?! kenapa dia begitu galak ?! tapi dia gadis yang begitu menarik "
"Gak nyangka dia sekarang udah besar ,sikap nya gak jauh beda dengan Leon."gumam Calvin .
"Galak dan menarik"
Calvin yang tadinya akan mencuci buah dia urungkan ,dia menaruh buah apelnya kembali dan melangkah untuk pergi ke luar ,dia tidak menyangka ternyata supir keluarga prawijaya tengah menunggu nya ,sebelum dia pergi ,dia akan pamit pada Panji yang kini tengah berjalan padanya .
"Om .. aku pamit ya ,aku juga pamit pada Tante miseele ." ucap Calvin .
"Ya Vin ?! apa kamu udah bilang sama leon ." ucap Panji .
"Udah aku kirim pesan om ?! mungkin Leon lagi istirahat jadi aku pamit lewat pesan aja ." ucap Calvin .
"Ya udah ya om .. aku pamit ,makasih atas makan malam nya .hehe ." ucap Calvin dengan di angguki Panji .
Panji pun melangkah ke arah mobil yang sudah menunggu nya ,begitu juga Panji yang kini masuk kembali .
Di tempat lain , kedua pasutri itu kini masih saja berdiam diri dan saling melihat ranjang di depannya ,Keysa bingung harus bagaimana ,dia celingak-celinguk dan baru sadar tidak ada sofa di kamar Leon .
Keysa mengambil selimut satu-satunya yang ada di ranjang ,bahkan dia juga mengambil bantal ,Leon mengerutkan keningnya dengan apa yang dia lihat .
"Keysa apa yang akan kau lakukan ,kenapa kau menarik selimut ku ." ucap Leon .
"Aku mau tidur di bawah ?! kamu gapapa kan gak di selimut ,aku tidur di bawah pasti kedinginan ,jadi aku lebih memilih mengambil selimut ini .", ucap Keysa .
Leon terkejut dengan perkataan Keysa ,dia tidak menyangka wanita itu lebih memilih tidur di lantai .
"Apa dia takut dengan ku "
Leon melangkah ke arah Keysa yang kini tengah bersiap merapihkan selimut untuk ia tiduri ,namun hal itu terhenti karna Leon menarik tangannya hingga dirinya berbalik dan berhadapan dengan Leon ,beberapa detik menghadap Leon ,Leon menginjak selimut yang Keysa pegang hingga dirinya tak terkontrol dan mengakibatkan terpeleset ,dia tau dengan kondisi sekarang ,pasti akan terjatuh ke lantai ,dengan cepat Leon menggantikan posisi Keysa agar istrinya itu jatuh ke tubuhnya dan .....
Bruk ....
Keysa terbentur di dada bidang Leon hingga membuat dirinya mengelus keningnya pelan ,tanpa sadar pria yang ada di bawah nya tengah memperhatikan ekpresi Keysa saat ini .
"Lucu sekali"
Leon menatap muka Keysa yang kini tengah mengelus-elus keningnya ,tapi seketika Keysa membuka matanya dan lagi-lagi dia bertemu dengan mata itu lagi ,mata yang membuat dirinya terpana akan hal mata pria itu .
" Aaaa ?! ma_maaf" ucap Keysa dan segera bangun dari tubuh Leon .
"Bodoh ? kenapa mesti minta maaf sih ,dia yang duluan cari gara-gara"
Leon bangkit dari tidurnya ,dia berdiri dan mengambil selimut yang sudah tergeletak di lantai .
"Kamu tidur di ranjang aja ,gak perlu di sini."
"A_apa ?! di ranjang ,tapi ._" ucap Keysa terhenti.
"Kamu gak perlu takut ,aku tidak akan ngapa-ngapain , kalau enggak kita jaga jarak aja dan memakai penghalang ." ucap Leon yang kini mengalihkan pandangan nya ke arah guling dan bantal di ranjang
"Percaya lah ,aku tidak akan berbuat apapun, ayo kita tidur i_ini sudah malam " ucap Leon melangkah ke arah ranjang .
Keysa masih saja diam mematung ,Leon yang sudah membuat pembatasan langsung melihat Keysa yang masih saja diam .
"Keysa ?! kenapa kamu berdiri terus ,apa kamu tidak akan tidur ,ya sudah .. lebih baik kamu berdiri aja di situ terus dan aku akan mematikan lampunya ." ucap Leon .
"Jangan-jangan ... jangan di matikan " ucap Keysa dengan berlari kecil ke arah ranjang .
__ADS_1
Leon menahan tawanya melihat istrinya langsung beranjak dari ranjangnya ,Leon melihat punggung Keysa yang tengah membelakanginya ,tanpa sadar dia tersenyum melihat Keysa dengan tubuh meringkuk karna takut olehnya .