Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Rencana perjodohan .


__ADS_3

Dua hari telah berlalu ,Keysa menikmati cemilan di depan kolam renang , dia memikirkan Arya , akhir-akhir ini pria itu banyak berubah dan selalu membuat alasan yang membuat keysa pasrah dengan perkataan kekasih nya itu .


"Arya ,? bahkan kau juga tidak datang ke ulang tahun mama ku , ? setidak nya kamu datang pun aku akan bahagia begitu juga dengan mama , ? ya. ..walau pun aku tahu papa ku tidak suka dengan mu ,jika begitu kamu bahkan tidak berjuang sedikit pun untuk menarik perhatian papa ku , "


Kini dia menyempatkan untuk mengirim pesan pada Arya , ngasih semangat untuk beraktivitas di kantor nya ,Keysa tersenyum di saat Arya membalas pesan nya ,setelah itu dia pun membalas lagi untuk penutupan .


"Arya kamu selalu sibuk dengan kantor mu ,bahkan sekalinya aku menelpon tak pernah kamu angkat ,apa sesibuk itu kamu mengurus kantor ."


Kini Keysa berjalan ke arah ruang tamu ,dia mencari-cari mama nya ,tapi dia tidak menemukan nya sama sekali ,dia melihat Bi Sumi yang tengah berjalan ke arah pintu depan ,Keysa pun mengikuti nya .


"Bi .... bi Sumi lihat mama gak ." ucap Keysa tersenyum manis.


"Ah nyonya sedari tadi pergi ke butik non ,apa nyonya tidak bilang sama non Keysa .." ucap bi Sumi yang di jawab gelengan kepala .


Kini Keysa pun berjalan naik ke arah tangga untuk masuk ke kamar nya , dia merebahkan badan nya sejenak ,dengan libur satu Minggu di rumah membuat nya bete ,kini Keysa bangun dari tidur nya dan berjalan ke arah lemari kecil untuk mengambil buku cerita yang akan dia baca , di saat dia tengah membuka laci itu ,dia melihat gelang berwarna biru bertali kepang ,


"Gelang ini , masih terlihat cantik ,? sudah sebelas tahun gelang ini aku simpan ,? bahkan aku tidak tahu sekarang rupanya kakak itu , dulu aku sangat kecil banget bertemu dengan kakak Niel ." ucap nya dengan mengingat kejadian dulu .


Keysa tersenyum manis dan melihat gelang itu ,kini dia simpan kembali pada kotak kaca yang ada di laci tersebut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sudah malam di mana seorang pria tampan yang tengah baru pulang kantor ,, pria tampan itu berjalan ke arah tangga , dia melihat ke kiri ..ke kanan .. mata nya tertuju pada miseele sang mommy yang tengah masak di dapur dengan pelayan ,kini dia melanjutkan langkah demi langkah nya ke arah kamar nya .

__ADS_1


Kini Leon membuka jaz nya dan melemparkan nya ke arah ranjang ,kini dia melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya ,dua puluh menit kemudian leon selesai dengan ritual mandi nya dan berjalan ke arah ruang ganti , tak butuh waktu lama ,leon sudah selesai dengan pakaian rumah nya ,kini dia berjalan ke arah balkon dengan membawa laptop di tangan nya , untuk mengerjakan sesuatu urusan kantor ..


Di saat selesai dia berjalan ke arah meja kecil yang ada di kamar nya dan menaruh laptop milik nya ,kini dia melihat ponsel nya melihat banyak sekali panggilan yang tak terjawab ..tapi Leon hiraukan panggilan tersebut , suara ketukan pintu tengah membuyarkan dirinya lepas dari ponsel tersebut dan berjalan ke arah pintu .


"Maaf tuan ,tuan di panggil ke bawah untuk makan malam ,? semua nya sudah menunggu ." ucap pelayan tersebut.


"Baik ,,nanti saya akan ke bawah sebentar lagi ." ucap Leon yang di angguki pelayan tersebut.


Tak butuh waktu lama kini Leon tengah di meja makan yang telah di tunggu oleh ketiga orang yang dia sayangi itu .


"Leonniel ,kapan kau pulang ,kenapa mommy tidak tahu ,? tahu-tahu mobil mu sudah di depan aja ." ucap sang mommy mengambilkan nasi untuk sang putra .


"Mom cukup ,? aku bisa ngambil sendiri ? aku bukan anak kecil lagi kaya dulu ," ucap Leon menahan tangan nya miseele.


"Hemmmm...."


Panji tahu gimana putra nya itu ,dia pasti akan memberi jawaban hanya dengan beberapa kata saja ,itu udah termasuk sikap sang putra ,yang padahal Panji sang Dady adalah pria humoris ,dan banyak bercanda ,tapi dengan Leon entah anak itu keturunan siapa .


"Aku harus bilang sekarang setelah selesai makan malam tentang perjodohan itu ."


"Boy setelah makan malam akan ada yang dady bicarakan sama kamu ," ucap Panji yang di angguki Leon.


Kini mereka pun telah selesai makan malam nya ,Panji dan miseele yang telah menunggu putra nya turun itu sudah duduk di ruang tamu ,sementara Indri ,gadis itu sudah naik ke atas untuk memulai belajar , tak butuh waktu lama ,kini Leon tengah berjalan ke arah ruang tamu menghampiri orang tua nya .

__ADS_1


"Dad ... apa yang akan Dady katakan ." ucap Leon yang tengah duduk.


Miseele dan juga Panji saling tatap satu sama lain ,mereka akan bilang pada putra nya tentang perihal perjodohan nya .


"Dady akan jodoh kan kamu dengan putri om Bram ... kau pasti mengingat nya ." ucap Panji .


"Benar sayang ,?! kami berdua akan menjodohkan kamu dengan putri nya om Bram ,kau pasti masih ingat bayi mungil dulu ." ucap miseele menimpali .


Leon terkejut dengan apa yang di katakan kedua orang tua nya , bagaimana bisa mereka menjodohkan nya.


"mom ,dad, ... aku tidak ingin di jodoh-jodohkan aku bisa cari pasangan hidup sendiri , " ucap Leon berdiri dan berlalu pergi .


"Leonniel ,,lalu kau kapan akan membawa seorang wanita pada mommy , bahkan umur mu waktu nya menikah.." ucap miseele yang berdiri dari duduk nya tengah meneriaki Leon .


"Mom ... aku masih punya Tiffany ,mom tahu sendiri dia akan pulang sebulan lagi ke Indonesia ,mom dan dad gak bisa harus menjodohkan aku dengan putri om Bram ." ucap Leon melanjutkan langkah nya kembali .


"Leonniel berhenti di tempat , dengar kan mommy , mommy tidak suka dengan wanita yang bernama Tiffany itu , mommy tidak ingin kau bersama nya , pilihan mommy tidak akan salah untuk mu Leonniel ." ucap miseele meneriaki sang putra.


Leon tidak menghiraukan teriakan sang mommy dia membanting kan pintu kamar nya dengan amarah ,dia tidak habis pikir dengan sang mommy dan Daddy nya untuk merencanakan perjodohan , sementara di bawah sanah miseele masih dengan wajah di tekuk nya ..


"Mas bujuk Leonniel untuk menerima perjodohan itu , aku tidak mau sampai Leon membawa model itu ke keluarga kita ." ucap miseele yang tengah memohon pada suami .


"Sayang tenangkan dirimu dulu , nanti aku akan berusaha bilang pada nya ,tapi biarkan dia tenang dulu ... dia seperti marah setelah dia mendengar perjodohan ."ucap Panji menenangkan sang istri .

__ADS_1


__ADS_2