
Di sisi lain .
Nita yang kini masih ketar ketir memegang ponselnya menunggu kabar dari Keysa membuat dirinya bolak-balik seperti gosokan .
"Keysa ?! kamu jangan sampai terjadi apa-apa ,kamu harus baik-baik saja ." ucap Nita kuatir .
"Tuan Leon pasti akan membawa Keysa dengan selamat ." gumam nita kembali .
Nita yang sedari tadi menunggu kabar Keysa membuat dirinya menjadi seperti orang gila dadakan ,bahkan saat ini tenggorokannya pun serasa tercekat .
"Haduh ?! aku butuh air " ucap Nita melangkah ke arah meja makan .
Belum juga sempat melangkah ,suara tendangan pintu membuatnya terlonjak kaget ,dia begitu terkejut melihat Leon yang tengah menggendong Keysa ,namun dia begitu heran kenapa Leon membawanya ke rumah dirinya .
"Tuan ?! apa yang terjadi dengan keysa " ucap Nita kuatir .
"Dia di beri obat " jawab Leon membaringkan tubuh keysa di sofa .
"Apa ?! Marissa wanita jahat itu ,aku tidak akan melepaskan nya nanti ,akh aku benar-benar sahabat yang begitu bodoh ." decak Nita pada dirinya .
Leon berdiri dari duduknya untuk menelpon seseorang ,namun ! saat dirinya melangkah satu langkah tangannya di tahan oleh Keysa .
"Leonniel ? jangan pergi ." lirih Keysa .
Leon menggenggam tangan Keysa ,dia pun duduk kembali di sofa dengan menatap Keysa yang wajahnya memerah .
"Kamu tidak perlu khawatir ,kamu sudah aman ,aku tidak pergi dan disini menemanimu ."ucap Leon .
"Aku merasa tidak nyaman " lirih Keysa .
"Sabarlah ,sebentar lagi dokter akan datang ?! setelah nanti di periksa ,kamu akan baik-baik saja ." jawab Leon .
Keysa tidak menjawab ,dia langsung bangun dari tidurnya dan memeluk Leon .
"Leonniel ,apa aku akan mati ?! kenapa aku harus seperti ini lagi ." ucap keysa dengan tangisnya .
"Leonniel, aku sungguh tidak nyaman ?! tolong aku ." ucap Keysa lagi yang di mana membuat jantung Leon berdetak kencang .
Leon tau kondisi Keysa saat ini karna pengaruh obat ,dia tidak menjawab pertanyaan Keysa ,dia membalas pelukan istrinya agar lebih nyaman ,dan tidak lama pun Leon melepaskan pelukan Keysa agar tidak bertambah panas ,namun Keysa enggan melepaskannya ,justru Keysa malah memeluk nya dengan erat .
Nita yang melihat kedua pasutri itu menjadi kikuk ,dia langsung menutupkan kedua matanya oleh tangannya .
"Oh tidak ?! jangan melihatnya ." ucap Nita .
Leon saat ini bergetar saat Keysa memeluknya begitu erat ,perlahan dia melepaskan pelukan Keysa dan membaringkan Keysa .
"Jangan khawatir ,aku tidak akan membiarkan mu di perlakukan seperti tadi oleh orang lain ." ucap Leon .
Keysa mengangguk kecil dengan mata terpejam .
"Bos ?! dokter sudah datang " ucap Calvin yang tiba-tiba datang .
Nita begitu kaget saat ada dua orang datang begitu saja ke rumahnya ,bahkan tidak ada sopan santunnya sama sekali .
"Apa-apaan ini ?! datang langsung masuk nyelonong saja ke rumah orang "
"Ah tuan.. Keysa bawa ke kamar tamu aja " ucap Nita dengan di angguki Leon .
Leon langsung membawa Keysa masuk ke kamar tamu ,setelah itu dia pun menyuruh dokter untuk memeriksanya .
"Baiklah ,kalau gitu kalian keluar dulu ." ucap dokter .
"Aku akan menemaninya disini , Nita ?! kamu keluarlah ."ucap Leon .
"Ehhh ... i_iya baik ." jawab Nita .
Nita pun melangkah ke luar ke ruang tamu ,di saat dia akan duduk ,dia melihat seorang pria yang tengah duduk di sofa .
"Bagaimana " tanya Calvin .
"Belum tau ,Keysa masih proses pemeriksaan " ketus Nita .
"Huh gak ada bedanya orang ini dengan tuan es balok itu ,main nyelonong aja ke rumah orang ,kalau bukan karna Keysa ?! aku sudah teriak maling pada kalian berdua "
"Marissa si penzina itu ,aku akan membalas mu untuk Keysa " geram Nita pelan yang membuat Calvin langsung melirik gadis di seberangnya .
"Ada apa dengan gadis itu .. apa dia mau meninju ku ,kenapa dengan tangannya ?! benar ,dia mau memukul orang "
"Hey apa kau akan memukul orang" ucap Calvin .
"Kau benar ?! aku akan memukul orang " jawab Nita melihat ke arah Calvin .
"Aku akan memukul Marissa si wanita penzina itu ." geram Nita .
"Apa ?! hey jangan gegabah ,gadis seperti mu tidak akan bisa melawan orang seperti Marissa ,di belakangnya ada yang mendukung dia ." ucap Calvin .
__ADS_1
"Cih .. aku tidak takut dengan si Arya buaya darat itu , aku cuma hanya akan membereskan si Marissa tak tau malu itu ," ucap Nita dengan geram .
Calvin tidak menjawab perkataan Nita yang nada nya begitu kesal ,dia hanya geleng kepala melihat tingkah gadis di sebrangnya itu .
.
.
.
Ke esokan harinya .
Keysa yang saat ini belum sadar membuat Leon begitu khawatir , lagi-lagi Leon memanggil dokter untuk memeriksa Keysa ,dokter menyarankannya untuk bersabar namun Keysa belum juga sadar sedari semalam ,Leon menghela napasnya dan melangkah beberapa langkah ke arah ranjang ,pria itu duduk dengan menangkup wajahnya ,Leon memperhatikan wajah Keysa dengan menampilkan senyuman tipis .
"Cantik"
Disaat sedang nyaman-nyaman nya menatap Keysa dering ponselnya berbunyi menandakan ada yang telpon ,Leon pun beranjak dari duduknya dan melangkah menjauh dari Keysa untuk menerima telpon dari carly .
"Apa semuanya sudah beres" ucap Leon .
"Jangan khawatir ,semuanya sudah aku bereskan ,aku menjamin setelah ini mereka tidak akan berani mengganggu burung Pipit mu lagi ." jawab Carly .
"Hemm "
"Bagaimana dengan gadis itu ,dia pasti sangat terkejut " ucap Carly .
"Iya ?! bahkan saat ini dia belum juga sadar ." jawab Leon dengan mengalihkan pandangannya ke arah Keysa yang terbaring.
"Tampaknya wanita itu sengaja menculik Keysa karna sudah mencium bau-bau Keysa yang berperan sebagai Hindra ." ucap Carly .
"Itu akan lebih bagus " jawab Leon .
"Jika mereka tau siapa Keysa ,itu akan lebih baik mereka tau siapa Hindra yang sebenarnya "
"Baiklah ?! aku tutup dulu ,pergilah temani burung Pipit mu itu ." ucap Carly yang langsung mematikan telponnya
Leon melangkah sembari melihat Keysa ,dia menatap wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu ,Leon berpikir dengan kejadian beberapa bulan yang lalu di mana dirinya pertama kali bertemu dengan Keysa yang tersakiti oleh pria seperti Arya ,Leon pun mengingat dirinya kebersamaan nya dengan Tiffany .
"Maaf ,mungkin aku dulu seperti Arya yang mungkin telah menyakitimu juga ,kamu adalah istriku ,tapi aku bersama dengan wanita lain ,?! maafkan aku Keysa " gumam Leon
Leon membenarkan selimut untuk keysa ,setelah itu dia melangkah keluar untuk mencari Nita untuk ijin membuat bubur .
20 menit kemudian , Keysa sadar dari tidurnya dia membuka mata dan bangun melihat ke sekeliling .
Namun tiba-tiba Keysa mengingat kejadian yang menimpa nya ,yang dimana para pria jahat itu hampir melecehkan dirinya , ketakutan pada dirinya masih teringat bagaimana pria itu menghampiri Keysa ,ketakutan itupun membuat Keysa mengingat kembali .
"Tidak ?! jangan mendekatiku " teriak Keysa .
Leon yang sedang di dapur langsung berlari ke arah kamar tamu ,Leon melihat Keysa tengah menangis dan memeluk bantal dengan tubuh bergetar ,Leon langsung memeluk tubuh mungil itu kedekapannya .
"Jangan takut ?! aku di sini ." ucap Leon
"Jangan takut ?! mereka tidak akan bisa menindas mu lagi ." ucap Leon lagi .
Keysa membalas pelukan Leon tanpa sadar, di saat mereka berpelukan Nita yang berada di ambang pintu membuat Keysa langsung sadar atas apa yang tengah di lakukannya .
"Ehh ... i_itu ... maaf mengganggu sebentar ,?! tuan Leon , anda memasak sampai hampir membuat rumah ku kebakaran ,dan saya tidak mau tau itu " ucap Nita .
"Gawat !! bubur ." ucap Leon langsung berlari keluar .
Setelah Leon pergi ,Nita langsung melangkah menghampiri Keysa dengan sambil cengengesan .
"Suamimu ini benar-benar perhatian sekali ,kau tau ?! dia tadi meminta ijin padaku untuk membuat bubur untuk mu ." ucap Nita.
"Jangan sambil tertawa seperti itu Nita " ketus Keysa .
"Kenapa wajah mu memerah Keysa ?! malu ,ngapain harus malu sih ,dia kan suamimu ."ucap Nita .
"Apa kamu menganggap dia masih aja pria brengsek ?! tapi aku rasa dia pria baik dan begitu peduli padamu ." ucap Nita kembali
Keysa diam mencerna perkataan Nita ,yang di katakan Nita benar adanya ,pria itu memang baik dan pria itu memang suaminya ,tapi dia tidak ingin berlarut sampai ke hati ,walau perasaannya di hatinya memang sudah ada pria itu
"Mungkin pria itu hanya takut padaku terjadi apa-apa ,bukan hanya yang lain ,karna dia takut oleh mommy " lirih Keysa .
Namun seketika Keysa mengingat gimana perlakuan Leon tadi memeluk nya dengan erat dan membelai kepalanya begitu lembut .
"Kamu benar nit ? dia sebenarnya lebih baik yang aku kira " lirih Keysa .
"Ya jelas lah dia baik sama kamu ,aku lihat dia juga mencintaimu ." ucap Nita enteng .
"Jangan sembarangan berbicara ,dia tidak mungkin mencintaiku nit ,dan hal itu aku tidak ingin melihat sisi baik dia Karna mencintaiku ,dan lagi aku tidak ingin terjadi kedua kalinya di kecewakan ?!"Walau saat ini pun aku sudah di kecewakan oleh Leon yang berhubungan dengan Tiffany .
"Keysa ?! apa kamu itu tidak sadar dengan tatapannya dia ,dia menatapmu penuh dengan cinta ?! dan aku yakin itu ,tuan Leon sudah mencintaimu ." ungkap Nita .
"Tidak mungkin nit ?! dia hanya mencintai Tiffany ," ucap keysa menunduk .
__ADS_1
"Keysa ?! sekarang aku tanya satu kali lagi sama kamu , Apa kamu mencintai Leonniel prawijaya " desak Nita .
Seketika Keysa langsung mendongkakan kepalanya melihat ke arah Nita yang ada di sampingnya,pertanyaan yang kedua kalinya Nita lontarkan pada dirinya seperti itu .
" Aku ._" ucap Keysa terhenti di Karna kan ada suara dering ponsel berbunyi yang dia kenali .
Yah! dering ponsel itu milik Leon ,pria itu tengah menguping pembicaraan Keysa dan Nita di luar dengan membawa mangkuk berisi bubur di tangannya ,pria itu sekarang sedang kesal karna seseorang telah menelponnya, Leon pun melihat nama panggilan itu dan menerimanya .
""Halo ?! kenapa kau tiba-tiba minta ijin untuk Keysa ... eu... maksud ku Hindra " ucap seseorang di balik telpon.
"Dia sakit " jawab Leon.
"Baiklah ?! istirahatlah dengan cukup, aku dua hari ini._" ucap Adnan ,namun dengan cepat Leon mematikan sambungan teleponnya .
Sementara di sisi lain ,adnan yang belum selesai bicara harus terhenti Karna sambungan telponnya di matikan .
"Cih ... sombong sekali ." decak adnan .
Leon yang mendapatkan telpon dari Adnan membuat dirinya begitu kesal ,kemungkinan dering ponselnya terdengar ke dalam kamar ,di karnakan pintu kamar itu terbuka .
Di saat Leon akan masuk ,dia di kaget kan oleh Nita yang kini sudah di ambang pintu .
"Tuan ? apa anda membuat bubur lagi ." ucap Nita .
"Uhuk ... eum ... iya baru aja selesai .' jawab Leon .
"Wow ... kebetulan sekali ?! kami berdua sedang lapar ." ucap Nita yang kini melihat mangkuk bubur di nampan .
Leon langsung begitu masuk saja tanpa menjawab pertanyaan Nita ,dia melangkah ke arah ranjang dan akan memberikan bubur itu untuk Keysa ,Keysa yang melihat Leon melangkah menghampirinya langsung teringat pembicaraan nya bersama Nita .
"Pembicaraan tadi ,Leonniel tidak mendengarkannya kan ." gumam Keysa kecil .
"Apa " tanya Leon .
"Ah .. enggak kok gapapa." ucap keysa .
"Makanlah selagi masih hangat ." ucap Leon dengan di angguki Keysa .
"Wow .. tuan apa ini buatan mu ." ucap Nita .
"Lalu .." jawab Leon .
"Aku kira tuan memberikan bubur pada Keysa bubur gosong ,tidak di sangka berani masak di rumah ku dua kali ." cibir keysa .
Leon tidak menjawab perkataan Nita ,matanya melihat ke arah Keysa yang kini tengah memakan bubur ,Keysa yang merasakan bubur satu suap seketika berhenti .
"Enak sekali ,aku tidak percaya ? ternyata dia bisa masak ,dan membuat bubur seenak ini "
"Bagaimana rasanya ." ucap Leon .
"Sangat enak ?! ini lezat banget , sampai-sampai membuat perasaan hati ku menjadi tenang ." ucap Keysa yang kini menikmati makan bubur .
Leon tercengang saat melihat bubur semangkuk itu saat ini tinggal sedikit lagi ,wanita yang ada di depannya hampir menghambisi bubur buatannya ,Leon tersenyum tipis melihat bubur itu saat ini sudah habis ,namun seketika senyum itu hilang karna dia mengingat ucapan Keysa dan Nita yang belum terselesaikan.
"jadi .. sebenarnya ?! kamu mencintaiku atau tidak "
"Eu ... sya aku keluar dulu deh ,, kalian mengobrol lah , " ucap Nita beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Keysa dan Leon .
Nita pun melangkah untuk ke luar ,dia tidak ingin menganggu Leon yang tengah menatap Keysa dan dia pun tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara mereka ,tapi di saat sudah berada di ambang pintu ,Nita berhenti dan melihat ke arah belakang melihat Keysa ,Keysa terheran kenapa Nita tersenyum .
"Jika menyukainya ?! cepatlah katakan padanya ." bisik Nita dengan mengedipkan matanya .
Leon hanya berdehem saja saat Nita mengatakan hal itu ,namun dia tidak ingin salah sangka dengan apa yang di ucapkan Nita .
"Apa buburnya mau nambah ." tanya Leon .
"Tidak ... tidak ?! aku sudah kekenyangan." jawab Keysa .
"Baiklah ?! sebelumya aku khawatir kamu akan sadar lebih lama lagi ,tidak di sangka ternyata kamu cukup kuat juga ." cibir Leon .
"Bisakah kau berbicara lembut ?! aku baru saja kembali dari garis kematian ,kenapa kamu berbicara._ " ucap Keysa terhenti karna saat ini Leon mengecup kening Keysa .
"Leonniel kamu .." ucap Keysa menyentuh keningnya .
"Benar?! kamu baru saja kembali dari garis hidup dan mati , tapi untungnya kamu baik-baik saja ." ucap Leon yang kini memeluk Keysa .
Keysa terkejut dengan terjadi saat ini ,pria itu memeluk Keysa dengan begitu lembut ,dari perkataan yang terakhir pun membuat Keysa tersentuh ,Keysa pun membalas pelukan Leon dengan perlahan .
"Kenapa dia akhir-akhir ini aneh sekali sih ,bukannya dia tidak ingin menyentuh wanita lain selain kekasihnya "
"Tapi kenapa aku gak menghindar ,bahkan aku nyaman"
"Perubahan nya yang seperti ini membuatku tersentuh"
"Karna kamu cepat datang menolongku dan te_rerima kasih ." gumam Keysa .
__ADS_1