
Beberapa hari telah berlalu .
Marissa yang tau bahwa Keysa di selamatkan oleh Leon membuat dirinya semakin membenci Keysa ,untuk mengetahui siapa sebenarnya Hindra membuat dirinya belum yakin kalau Hindra adalah Keysa.
Hari ini adalah hari yang dimana Keysa harus mulai kerja lagi ,dia sengaja bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan ,karna sudah beberapa hari ini Leon sudah menampakan dirinya di meja makan menikmati masakan yang di masak oleh Keysa .
Semenjak hari di mana Leon berubah, pria itu sekarang sudah bersikap seperti suami pada umumnya ,yang membuat Keysa lagi-lagi terkejut dengan sikap Leon yang saat ini mencium keningnya .
Dulu Keysa mencium tangan nya pun Leon menepiskan nya ,namun tidak dengan sekarang , Keysa yang akan mencium tangan Leon pun serasa canggung ,bukan tidak mau hanya saja dia sekarang belum berani dan tidak terbiasa dengan sikap perubahan Leon .
"Kenapa" tanya Leon .
"Enggak .. gapapa kok " jawab Keysa .
"Ya udah aku ke kantor dulu ya , ingat ?! jika sampai di lokasi syuting kabari aku ." ucap Leon dengan di angguki Keysa.
"Pria ini ,huh ?! dulu aja kamu begitu datar padaku ,kenapa sekarang.................?!
"Tunggu"
Leon yang kini sudah melangkah beberapa langkah harus terhenti Karna Keysa memberhentikannya .
"Ada apa" tanya Leon .
Keysa langsung meraih tangan Leon dan menciumnya ,dia memberanikan diri untuk membuang rasa canggung itu ,Leon yang melihat Keysa mencium tangannya terkejut .
"Aku kira dia tidak akan melakukan ini lagi ."
Leon tersenyum tipis saat tangannya sudah di lepas oleh Keysa ,dengan cepat Keysa berlari ke dalam dengan wajah memerah dan menahan malu ,Leon hanya geleng kepala dengan tersenyum tipis ,kini dia pun sudah masuk mobil dan menyalakannya untuk pergi ke kantor .
Sementara di dalam sana ,Keysa tengah memegang dadanya dan merasakan jantungnya yang berdegup kencang ,kini tubuhnya berbalik ke arah kaca untuk melihat halaman luar yang di mana mobil Leon sudah tidak ada .
"Perasaan ini semakin dalam ,tapi aku tidak tau dengan perasaan Leon ."
Setelah itu Keysa melangkah ke arah tangga untuk siap-siap ,Keysa menghela napas nya pelan-pelan untuk menetralkan kondisi jantungnya yang masih berdetak ,tak butuh waktu lama Keysa kini sudah siap dan kembali lagi ke bawah .
Keysa tengah menunggu Nita yang belum juga datang ,Keysa berdecak kesal tidak biasanya Nita setelat itu.
"Kemana Nita ?! tidak biasanya "
Keysa menelpon Nita untuk tau sahabatnya itu masih di mana ,namun Nita tak menjawab panggilan Keysa yang membuat Keysa merasa heran dengan Nita .
"Gak di angkat lagi ,apa dia belum bangun ya ,akh masa sih " gumam Keysa .
Di saat keysa akan memanggil Nita lagi , tiba-tiba suara derum mobil yang dia kenali membuat Keysa mengurungkan niatnya untuk menelpon Nita, Keysa melangkah ke luar untuk melihat ,namun orang di dalam mobil itu tidak juga keluar .
"Kenapa Nita tidak keluar ?! biasanya kan dia suka berisik kalau udah lihat aku ." gumam Keysa heran .
Nita yang melihat Keysa jalan pelan membuatnya geleng kepala dan langsung saja Nita membuka kaca jendela mobil .
"Kenapa sih sya ,ada yang aneh gitu sama ni mobil ." ucap Nita .
"Yang aneh itu kamu bukan mobilnya , tumben aja telat gak biasanya ." jawab Keysa .
"Udah ayo cepat naik ,jika telat itu salah kamu ya ?! soalnya jalan kaya siput ." ucap Nita .
Keysa geleng kepala dengan cepat melangkah masuk ,namun Keysa merasa heran dengan Nita yang biasanya selalu banyak bicara di dalam mobil ,namun tidak dengan sekarang ,sahabatnya itu diam dengan tatapan yang sulit di artikan .
__ADS_1
"Nit ,kamu kesiangan " tanya Keysa .
Namun Nita tidak menjawab pertanyaan Keysa ,dia lebih pokus menyetir dengan tatapan ke depan ,Keysa melihat ekspresi Nita yang saat ini murung dan tidak begitu rewel dan tidak cerewet .
"Nit "
Lagi-lagi nita tidak menjawab yang di mana membuat Keysa merasa heran dengan sikap Nita yang saat ini begitu dingin .
"Nita " ucap Keysa kembali dengan memegang bahu Nita .
"Eh ... i_iya sya "
"Kamu nih kenapa sih ,dari tadi aku ngomong loh ." ucap Keysa .
"E_emang kamu ngomong apa sya ,maaf ..aku tadi serius nyetir ." jawab Nita .
Keysa mengerutkan keningnya dengan jawaban Nita ,Keysa tidak menjawab Nita ,justru dia tengah memikirkan Nita dengan sikap nya yang sekarang .
"Ada apa dengan Nita ,apa ada sesuatu yang dia pikirkan "
"Nit ?! kamu kenapa ,apa ada masalah " tanya Keysa .
"E_nggak ..gak ada apa-apa kok sya "
"Kamu jangan bohong "
"Serius deh " ucap Nita dengan mengacungkan jarinya huruf v.
"Maafin aku sya ! aku tidak ingin memberi tahu dengan apa yang aku pikirkan saat ini ."
"Terus kenapa bibir dan muka kamu kusut riksek begitu ." ucap Keysa .
"Biasanya kamu tuh nyerocos ,terus muka tampil ceria ,gak kaya hari ini ." desak Keysa .
"Aku lagi gak enak badan sya ?! terus aku lagi PMS juga ,jadi mood nya begini ,maaf ya ." ucap Nita tanpa melihat ke arah Keysa .
"Nit kalau kamu gak enak badan kenapa harus._" ucap Keysa terhenti .
"Sudahlah ?! aku masih kuat ko sya , tenang aja '' jawab Nita .
Keysa hanya mengangguk tanpa menjawab ,dia tidak percaya kalau Nita sakit ,namun tidak dengan hatinya ,dia bertanya-tanya dengan Nita saat ini tidak seperti biasanya .
"Tante Nenti kan kemarin pulang ,apa jangan-jangan...."
Keysa Tau kedua orang tuannya nita selalu berada di luar negri dan tidak pernah ada waktu untuk bersama Nita ,perubahan seperti sekarang ini membuat Keysa paham .
"Sya ?! gimana kabar Tante Nenti sama om Mike ," tanya Keysa basa-basi .
"Sya !! kita udah sampai." ucap Nita mengalihkan pembicaraan Keysa .
"E_eu iya ..."
"Sudah jelas ?! dengan berubahnya Nita pasti ada kaitannya dengan Tante Nenti "
Kini keduanya keluar dengan Nita yang mengikuti langkah Keysa ,Nita melihat punggung Keysa ,dia merasa bersalah karna tidak membagi cerita pada sahabatnya itu ,Nita tidak hanya ingin orang lain tau dengan kondisi keluarganya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di tempat lain
Leon yang sudah sampai di kantornya di kejutkan dengan seorang wanita yang kini tengah duduk di kursi rodanya .
"Tiffany"
Wanita itu tersenyum dan melangkah ke arah Leon yang berdiri mematung di ambang pintu .
"Apa yang kau lakukan di sini ." ucap Leon dengan tatapan dinginnya.
"Aku kesini Karna ingin bertemu dengan mu Leon ,aku merindukan mu ." ucap Tiffany sembari membelai wajah Leon .
"Cih ... apa kau tidak merasa murahan Tiffany ,setalah dengan pria lain kau berlari merindukan ku ?! menjijikan ." ucap Leon dengan menepis tangan Tiffany.
"Leonniel ,aku kesini Karna untuk menemui mu ,aku akan jelaskan soal._" ucap Tiffany terhenti karna Leon kini mencengkram wajah Tiffany .
"Aku tidak butuh penjelasan apapun lagi darimu ,sudah terbukti jelas ,kau adalah wanita mur*han." ucap Leon .
"Sekarang pergi dari hadapan ku" ucap Leon kembali dengan menghempaskan cengkraman di wajah Tiffany .
"Leon .. kau ... "
"Keluar "
"Tidak akan ?! aku tidak akan pergi sampai kamu kembali sama aku Leon ."
"Aku bilang keluar ,pergi dari ruangan ku ?! sebelum aku menyuruh satpam untuk menyeret mu dari sini ." teriak Leon .
Tiffany geram dengan perkataan pria yang kini tengah membelakangi nya ,dengan mata yang penuh amarah dan dendam Tiffany berbalik dan pergi dari ruangan Leon dengan di penuhi amarah .
"Lihat saja nanti Leonniel "
Leon yang kini sedang menahan kekesalannya tidak ingin mengingat dimana dirinya melihat bayangan Tiffany bersama pria lain di hotel stengah bulan yang lalu ,Leon yang kini tengah menahan amarahnya terbuyarkan oleh ketukan pintu .
Tok...
Tok...
"Masuk"
Calvin masuk dengan pandangan yang penuh tanda tanya saat melihat ekspresi raut wajah Leon .
"Ken._" ucap Calvin terhenti karna Leon mendahului nya .
"Kenapa kau membiarkan wanita itu masuk ke ruangan ku " ucap Leon dengan amarah nya .
"Wanita yang mana maksud mu?"
Leon langsung melihat ke arah Calvin yang masih meminta pertanyaan yang jelas ,namun Leon tidak ingin mengulangi pertanyaannya itu ,karna baginya itu sudah tidak penting dan tak ingin mengungkit nama wanita yang sudah membuat hatinya sakit .
"Sudahlah ?! apa yang kau bawa " tanya Leon dengan menghela napasnya .
"Berkas yang harus kau tanda tangani " ucap Calvin dengan menyerahkan berkas tersebut .
Leon langsung mentanda tangani berkas yang di berikan Calvin ,Calvin mengerutkan keningnya saat pertanyaan Leon tidak di lanjutkan .
"Siapa yang di maksud wanita itu ,Keysa kah ?! ah tidak mungkin dia semarah itu pada istrinya ,secara dia sudah mulai mau menerima istri kecilnya itu ."
__ADS_1
Calvin berpikir dengan wanita yang di maksud Leon ,dengan begitu dia akan melihat cctv siapa yang sudah berani memasuki ruangan bos nya itu ,Calvin tidak luput dari ingatannya ke satu orang yang tak lain adalah Tiffany .