
Sore berganti malam , malam ini Leon belum pulang ke rumah ,bahkan Keysa yang sudah menunggu sedari tadi sore membuat dirinya bertanya pada pak Reno untuk menanyakan pria itu ,bahkan pak Reno pun tidak tahu kenapa pria itu di jam hampir malam ini belum kembali juga.
Keysa melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukan pukul 22.00 malam , namun sudah beberapa jam dia menunggu Leon yang tak kunjung datang juga membuat dia menghela napasnya dan melangkah ke arah tangga untuk ke kamar nya .
Dalam pikirannya Keysa sudah tertuju dengan apa yang di lakukan oleh pria itu ,pria itu pasti tengah menemui wanita lain yang tak lain adalah kekasihnya ,hal itu sudah menjadi hal biasa terhadap Keysa ,yang di mana suaminya itu tengah bersama wanita lain dan meninggalkan dirinya .
Sakit ! tentu saja keysa merasakan sakit di dalam hatinya ,pria yang dia cintai sekaligus suaminya itu selalu dengan wanita lain .
Sementara di sisi lain ,Leon kini masih di kantornya bersama Calvin ,bahkan pria itu masih mengerjakan pekerjaan nya yang di mana membuat Calvin berdecak kesal mesti harus lembur sampai selarut itu.
Leon melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul 22.20 ,dia melirik ke arah Calvin dengan wajah di tekuk nya .
"Ayo kita pulang ?! sebelum itu kau antarkan aku beli susu jahe di jalan ke arah bar ." ucap Leon .
Calvin mendongkakan kepalanya melihat ke arah Leon yang kini memakai Jaz nya ,dengan helaan napas nya ,Calvin pun dengan segera menutup laptopnya dan membereskan meja kerjanya .
calvin dan Leon beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruang kerjanya ,dan tak butuh waktu lama kini mereka berada di area parkiran dan meninggalkan area parkiran tersebut .
Di perjalanan ,Leon menyadarkan punggung nya dengan terpejam ,selang beberapa menit terpejam ,Leon membuka kedua matanya dan melihat ke arah samping jendela mobil ,di saat dia menguap dia tak sengaja melihat seseorang yang dia kenali dengan seseorang .
"Vin berhenti Vin " ucap Leon yang kini pandangannya ke arah seseorang yang sudah di lewati .
"Ck... ada apa lagi sih ... kamu sudah menemukan yang jualan susu jahe ." ucap Calvin dengan berdecak .
Leon tidak menghiraukan perkataan Calvin ,dia melihat seseorang di balik kaca tengah berpelukan .
"Tiffany ?! aku tidak salah kan .. tidak salah lihat kan "
"Leon"
"Vin ,jangan dulu jalan ." ucap Leon yang di mana membuat Calvin heran .
Calvin menghela napasnya panjang ,sebenarnya dia sudah jengah dengan sahabatnya itu .
"Leonniel ,kenapa sih ,ada yang aneh di luaran sana ," ucap Calvin celingak-celinguk melihat ke arah belakang .
Lagi-lagi Leon tidak menjawab pertanyaan Calvin ,Leon melihat Tiffany masuk ke dalam mobil ,saat ini juga Leon melihat mobil itu melaju melewati mobil yang di tumpangi nya .
"Vin ?! ikuti mobil itu ... cepat ." ucap Leon dengan nada yang sulit di artikan .
Calvin melihat mobil yang melaju di depannya dengan sembari melajukannya ,dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri pada mobil yang ada di depannya itu .
"Niel ,kau mengenali orang yang ada di mobil itu ." ucap Calvin dengan di angguki Leon .
Tanpa menjawab lagi ,Calvin langsung mengejar mobil itu dengan kecepatan sedang ,selang beberapa menit ,Calvin berhenti saat mobil yang di ikutinya berhenti ,Leon yang melihat Tiffany turun dari mobil membuat dirinya mengerang menahan amarah ,apalagi saat ini dia bersama pria lain .
Calvin yang melihat itu pun terkejut ,bukan hanya terkejut ,dia begitu senang bahwa Leon saat ini tengah mengetahui siapa Tiffany sebenarnya .
"Mampus ? di bilangin dari awal kaga percaya Mulu ,"
Calvin memaki-maki Leon di dalam hatinya ,dia sekarang bernapas lega akhirnya Leon tau siapa sebenarnya Tiffany ,Calvin terkejut saat Leon kini membuka pintu mobil dan akan mengikuti Tiffany ke hotel tersebut .
"Leon ...hey ..." decak Calvin .
"Sial , ekspresi begitu ,bakalan bahaya ,aku harus mengejar Leon." ucap Calvin dengan langsung turun mengikuti Leon.
Leon berjalan mengikuti Tiffany bersama pria tersebut ,Calvin pun mengikuti Leon dari belakang ,Leon melangkah ke arah lift untuk menuju lantai atas ,sesampainya lantai atas ,tanpa Tiffany sadari Leon melihat kelakuan Tiffany yang sesungguhnya .
Leon yang melihat itu menggepalkan tangannya dengan mata memerah menahan amarah ,wanita yang di cintai nya telah mengkhianati nya bercumbu dengan pria lain ,Tiffany yang kini masih berciuman dengan pria lain belum sadar ,bahwa Leon berada di depannya .
"Menjijikan "
Deg .....
Tiffany terlonjak kaget saat mengenali suara orang yang dia kenali ,kini dia melepaskan ciumannya dan berbalik melihat ke asal suara .
"Le_leon "
"Le_leon ini gak seperti yang kamu lihat,_" ucap Tiffany terhenti .
"Aku cukup melihatnya Tiffany ..?! kamu melakukan itu dengan cara menjijikan " ucap Leon berbalik untuk pergi.
"Leon tunggu, ini gak seperti yang kamu lihat , aku dan dia tidak ada apa-apa." ucap Tiffany menahan tangan Leon .
Leon langsung menepis tangan Tiffany hingga membuat Tiffany tersungkur ke lantai .
"Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu ." ucap Leon dengan tatapan penuh amarah .
__ADS_1
"Leon percaya padaku._ " ucap Tiffany terhenti .
"Aku tidak akan percaya apapun lagi darimu Tiffany ,dan hubungan kita cukup sampai sini " ucap Leon berbalik dan pergi.
Tiffany bangkit dan mengejar Leon ,namun tiba-tiba dia di tahan oleh Calvin dengan menatap Tiffany dengan tak suka .
"Calvin "
"Ya"
"Lepaskan aku "
"Mau ngapain kau mengejar Leon ?! Leon sudah beristri ,,dan kau tidak perlu mengejar nya lagi ." ucap Calvin dengan mencengkram tangan Tiffany .
"Aku tau ? Leon punya istri , tapi dia menyembunyikan nya dari ku ,maka dari itu aku lakukan ini Calvin ,lepaskan aku ." ucap Tiffany .
"Cih ... sebelum Leon mempunyai istri pun ,kau sudah bermain-main dengan pria lain Tiffany ." ucap Calvin .
Tiffany yang mendengar itu langsung terhenti dari langkahnya ,dia berbalik melihat ke arah pria itu dengan menggepalkan tangannya .
"Apa maksud mu Calvin" ucap tiffany
"Kau adalah wanita pemuas pria di Swiss ... sungguh menjijikan sekali ." ucap Calvin pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Tiffany .
Tiffany terkejut dengan apa yang di katakan pria itu ,dari mana pria itu tau tentang dirinya selama di Swiss ,Tiffany sekarang begitu frustasi ,belum juga sampai dia untuk memberikan pelajaran untuk Keysa ,sekarang dia benar-benar tidak bisa berakting lagi di depan Leon .
Calvin yang kini sudah berada di parkiran celingak-celinguk tidak melihat Leon, di dalam mobil pun dia tidak melihat pria itu ,dia langsung hubungi nomor Leon ,namun pria itu tidak menerimanya ,mau tak mau Calvin harus pergi meninggalkan area parkiran hotel itu dengan sembari menelpon Calvin Kembali .
Sementara di tempat lain ,Leon yang kini berada di bar Carly membuat dirinya meminum begitu banyak alkohol ,hingga saat ini dirinya begitu acak-acakan ,Carly yang melihat itu pun hanya geleng kepala pada sahabatnya itu .
"Hey ... berhentilah meminum ?! jika sampai Tante miseele tau kau begini ,dia pasti akan mengkhawatirkan mu ,ingat Leon kau ini sudah punya istri ,gimana jika istri mu juga tau jika kau begini ." ucap Carly .
Leon tidak mendengarkan ocehan Carly ,dia tetep meminum dengan meracau memanggil Tiffany dengan kekesalan nya ,Carly yang melihat Leon meneguk alkohol membuat dirinya langsung merebut botol wine itu dari tangan Leon .
"Brengsek ?! berhenti untuk meminum ,kau ingin aku tampar pakai botol ini ... lupakan lah wanita murahan itu ." ucap Carly .
"Tiffany .. kau mengkhianati ku ," lirih Leon dengan tubuh yang kini sudah ambruk di sofa .
Carly merogoh ponselnya dan menelpon pak Reno ,namun orang tersebut tidak menerimanya ,Carly tidak mungkin menelpon ke Keysa yang di mana dia harus mengatakan ,bahwa Leon mabuk .
"Sialan ?! mesti aku yang mengantarkan pria bajingan ini " decak carly .
Sesampainya di rumah Leon ,Carly dengan cepat turun untuk membantu Leon turun ,dia pun memapah Leon lagi untuk sampai ke depan pintu ,di saat sampai pintu Carly berusaha menekan bel dengan tangan kirinya.
Tiga kali pencet bel ,tapi pintu itu tidak juga di buka oleh penghuni rumah ,di saat Calvin akan menekan bel lagi , tiba-tiba pak Reno membukakan pintu tersebut .
"Tuan Carly ,apa yang terjadi dengan tuan Leon ." ucap pak Reno .
"Dia mabuk ?! aku kesini hanya mengantarkan nya ." jawab carly
Carly membawa Leon dengan di bantu oleh pak Reno ke sofa yang ada di ruang tamu ,hingga Carly mengeluarkan napas yang begitu berat ,setelah itu dia melihat ke arah pak Reno .
"Saya akan kembali ,pak Reno tolong bantu teman saya bawa ke kamar nya ." ucap Carly membalikan tubuhnya ke arah luar .
"Tuan ?! apa anda tidak akan bermalam di sini ." ucap pak Reno .
Carly hanya melambaikan tangannya tanpa melihat ke belakang ,sementara pak Reno ,kini melihat tuannya yang tergeletak di sofa dengan tubuh berbau alkohol .
"Tuan ?! mari saya antarkan anda ke kamar ." ucap pak Reno .
"Tiffany "
"Tiffany "
"Kau wanita begitu murahan ,kau sudah menghancurkan hati aku Tiffany "
"Tuan ?! sadar lah , saya bukan nona Tiffany ,saya adalah pak Reno ,?! mari tuan ,saya akan membantu anda ." ucap pak Reno dengan sedikit berigidik saat melihat tatapan Leon .
Leon menepis tangan pak Reno ,dia melangkah ke arah tangga dengan tubuh sempoyangan .
"Aku ... aku bisa sendiri .. " ucap Leon Kini melangkah ke arah tangga .
Pak Reno yang melihat Leon mabuk seperti itu membuat dirinya menghela napas ,baru saja dia mau mengatakan bahwa Keysa menunggu nya beberapa jam yang lalu ,pak Reno melihat ke arah meja makan yang di mana makan malam yang sudah Keysa siapkan belum juga tersentuh sama sekali .
Leon yang kini telah sampai di lantai atas ,seketika diam dan melihat ke arah dua pintu kamar ,dengan tersenyum tak sadarnya ,Leon melangkah ke arah kamar yang di tempati Keysa .
Leon melangkah masuk ke kamar Keysa dengan sembari membuka jaz di tubuh nya ,kini matanya melihat ke arah ranjang ,dia melihat Keysa yang tengah tertidur ,Leon menggelengkan kepalanya dengan terpejam ,lalu dia membuka kembali matanya dan melihat ke arah wanita yang tertidur di ranjang .
__ADS_1
Tapi seketika bayangan Tiffany di matanya masih terlihat ,dengan amarahnya yang tiba-tiba ,Leon langsung melangkah ke arah ranjang dengan menarik selimut yang di pakai oleh Keysa , Keysa yang melihat Leon berada di kamar nya terkejut dan kaget saat Leon menarik selimut di tubuhnya .
"Le_leon ... apa yang kau lakukan di kamar ku " ucap Keysa dengan langsung bangun dari tidurnya .
"Kau wanita murahan ,kau adalah wanita murahan ,apa uang yang aku berikan padamu tidaklah cukup ,hingga kau bermain dengan pria lain ,apapun yang kau inginkan selalu aku berikan padamu ,apa itu tidak cukup "
"Tiffany .. ?! aku .. aku mencintai mu .. kenapa kau tega hah..." ucap Leon dengan mencengkram tangan Keysa .
"Leon ,apa maksud mu ?! aku bukan pacar mu ,aku bukan Tiffany ,lepaskan aku._" ucap keysa terhenti saat Leon kini tengah membungkam bibir Keysa .
Keysa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Leon saat ini ,dia mendorong Leon dengan sekuat tenaga ,namun pria itu begitu kuat yang dimana Leon saat ini malah mengungkung tubuh Keysa,Keysa benar-benar kehabisan napas saat ini ,dia hanya bisa menitikkan air mata nya dengan hati teriris sakit mengingat pria itu menganggap dirinya adalah kekasihnya .
"Kau masuk ke kamar ku ,dan mengambil ciuman pertama ku dengan menyebut nama wanita lain ,kamu benar-benar brengsek Leon "
Keysa memaki-maki pria itu di dalam hati dengan tangis nya ,tapi seketika Keysa terdiam dan membuka kedua matanya saat Leon melepaskan ciumannya ,Leon menatap Keysa dengan sendu dan mata sayu,Keysa pun terkejut saat Leon menghapus air mata di pipinya .
"Jangan tinggalkan aku ,temani aku " ucap Leon yang kini ambruk di samping Keysa .
Keysa tidak menjawab ,dia masih terdiam dan mencerna perkataan pria itu ,beberapa detik yang lalu dia masih mengingat di mana pria itu menatap nya seperti tersadar akan hal dirinya .
"Enggak Keysa ?! dia itu sedang mabuk , dia menatap mu adalah hal berlian yang tak lain adalah Tiffany ,dia menganggap mu adalah Tiffany"
Keysa perlahan bangkit dari ranjang dan akan turun menjauh dari pria itu ,tapi di saat dia akan turun ,tangannya di tarik oleh Leon yang di mana membuat dia lagi-lagi terkejut saat dirinya di peluk dari belakang .
"Sudah ku bilang jangan pergi " ucap Leon .
Keysa berigidik ngeri ,saat Leon mengatakan hal itu begitu dekat dengan telinganya ,selang beberapa menit pelukan itu sedikit longgar ,yang mungkin Leon benar-benar sudah tertidur .
Keysa bernafas lega saat pelukan itu ia bisa menyingkirkan tangan Leon ,Keysa berbalik dan melihat Leon ,Keysa mengendus-endus kan bau alkohol pada deru nafas pria itu .
"Apa yang terjadi ,kenapa dia mabuk seperti ini ,"
"Bahkan dia menganggap ku Tiffany "
Keysa menatap wajah tampan pria itu ,dia menghela napasnya pelan sambil menatap wajah pria yang sudah menjadi suaminya itu .
"kenapa setiap hari wajah mu gak bisa setenang saat kau tidur , kamu terlihat tenang dan damai saat tidur "
Tak terasa Keysa pun tertidur di samping Leon dan tidak berpikiran untuk takut dengan apa yang akan di lakukan oleh pria itu ,karna dia yakin Leon saat ini tertidur pulas dan tidak mungkin melakukan hal lain padanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun tiba .
Leon mengerejapkan matanya perlahan ,kini dia menggeliatkan tubuhnya yang merasa sakit di seluruh tubuh nya ,Leon belum sepenuhnya sadar ,bahwa saat ini dia berada di kamar Keysa yang di mana Keysa kini berada di sampingnya .
Leon yang kini sudah duduk dari tidurnya terkejut saat melihat seseorang tengah tertidur di samping nya .
"Keysa "
Leon mengingat kejadian malam yang dimana dirinya mabuk ,hingga masuk salah kamar ,dia pun mengingat bayangan-bayangan malam ,namun dia tidak mengingat akan hal kejadian yang tiba-tiba dia berada di dalam kamar Keysa .
"ahh sial ,kepala ku sakit sekali "
Leon memegang kepalanya yang sedikit pusing karna pengaruh alkohol ,tapi tiba-tiba dia mengingat kejadian semalam yang di mana dirinya mencium Keysa dan bahkan dia pun mengingat di mana wanita itu menangis yang mungkin karna ulahnya .
Leon menatap Keysa yang masih tertidur ,dia menatap sendu wanita yang sudah menjadi istrinya itu ,istri pilihan mommy nya ,ada rasa bersalah pada wanita itu saat dirinya satu bulan lalu lebih memilih pergi menemui Tiffany tanpa memperdulikan keberadaan istrinya .
"Maafkan aku " gumam Leon sembari menyibakan sehelai rambut Keysa yang menutupi wajahnya .
"Aku berjanji , akan memperbaiki pernikahan ini ,dan menerima mu sebagai istri ku ,"
Leon membenarkan selimut untuk menyelimuti Keysa ,kini dia beranjak turun dari ranjang dan akan membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di kamarnya ,Leon pergi keluar dari kamar Keysa untuk pergi ke kamar nya ,di saat Leon membuka pintu ,dia di kejutkan dengan seseorang .
"Mo_mommy"
Miseele tidak menjawab pertanyaan Leon yang saat ini begitu kaget saat melihatnya , miseele melihat kemeja Leon berantakan membuat dirinya terpikir dengan apa yang sudah di lakukan oleh putra nya itu , miseele tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada putra nya itu .
"Hehehe ... apa Leon sekarang sudah satu kamar ,hahaha.. tidak sia-sia aku ke sini pagi-pagi ,melihat pemandangan putra ku yang acak-acakan begini "
"Wah ... kamu ini sudah siang baru keluar yah .. di mana menantu ku ,, eumm .. eumm ..ekhem ... Leonniel kau harus rajin-rajin ya .. biar mommy cepat-cepat gendong cucu ." ucap miseele dengan begitu antusiasnya .
Leon yang mendengar ucapan mommy nya memutar bola matanya jengah ,dia tidak habis pikir kenapa mommy nya sepagi-pagi sekali sudah ada di rumah nya ,tidak ingin meladeni ,Leon melangkah ke arah kamarnya tanpa memperdulikan mommy nya .
Miseele yang melihat putra nya melangkah tanpa memperdulikan nya langsung masuk ke kamar Keysa ,begitu masuk dia terkejut saat melihat Keysa masih tertidur dengan di baluti selimut ,hanya tersisa kepalanya saja yang terlihat ,itu pun tidak biasanya di jam pagi Keysa bangun siang .
"Berapa ronde yang Leoniel lakukan ,hingga membuat menantu ku kelelehan begini ,uh kasian banget ?! ehh tapi gpp .. itu akan lebih bagus .. lebih cepat lebih baik ,aku akan segera mendapatkan cucu ."
__ADS_1
Miseele tidak ingin mengganggu tidur nyenyak menantunya ,dia begitu senang hari ini ,tidak sia-sia dirinya pergi ke rumah putranya untuk mengantarkan bingkisan untuk Keysa ,hal yang dia dapati adalah putra dan menantunya yang akan segera memberikan cucu sudah membuatnya senyam-senyum sendiri .