Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Menjemput Tiffany .


__ADS_3

*


*


*


Pagi ini Keysa tengah siap-siap untuk pergi casting ,seperti biasa kehidupannya sekarang harus merubah penampilan seperti tomboy ,bukan tomboy ? melainkan berperan mejadi pria ,keysa melangkah ke bawah ,seperti biasa ,dia melihat meja makan yang masih utuh ,tapi Keysa tidak perduli ,mau di makan atau enggak oleh suaminya itu , tapi dia akan melakukannya terus dan menyiapkan makan untuk suaminya .


"Pagi pak Reno ." ucap Keysa .


"Pagi nona ?! sudah siap untuk pergi casting ya. " ucap pak Reno dengan di angguki Keysa .


Keysa masih saja melihat ke arah meja makan ,setelah itu dia melihat ke arah pintu luar ,pak Reno yang melihat Keysa celingak celinguk langsung membuka suaranya .


"Tuan Leon sudah berangkat dari tadi pagi bersama tuan calvin ke kantor nona" ucap pak Reno .


Keysa terkejut dengan ucapan pria paruh baya itu ,dia membalikan tubuhnya untuk pergi ke luar tanpa melihat ke arah pak Reno


"Aku tidak mencari pria itu ." ucap Keysa ketus dengan wajah memerah .


"Kapan berangkatnya ?! aku tadi masak tidak melihat dia ,berangkat begitu pagi-pagi ,bahkan kamu masih tidak menoleh dan memakan masakan ku ."


"Ehh ... tunggu ?! ada apa denganku ,,Keysaaaaaaa kenapa kamu berharap dia akan memakan makanan mu ,sudah jelas bukan ,dia sudah beberapa kali menolak itu ,huhh .


Keysa melangkah ke luar dan siap untuk berangkat bersama supir ,persetan dengan pria itu dia ingin melupakan dan tidak ingin mengingat ucapan pedasnya setiap kali berbicara ,sementara di dalam sana ,Leon keluar dari ruang kerja nya dengan tatapan dingin dan melihat ke arah Keysa yang sudah naik mobil ,pak Reno yang melihat Leon keluar langsung membungkukkan kepalanya .


"Tuan muda "


"Hemm ..."


Leon sengaja memerintahkan pak Reno untuk bilang pada gadis itu bahwa dirinya sudah berangkat kantor ,dia lakukan itu karna dia ingin menikmati sarapan paginya yang sudah di siapkan oleh Keysa , sebenarnya Leon selalu makan makanan yang di masak oleh Keysa hanya saja dia sudah terlalu gengsi saat dirinya pernah menolak makan masakan Keysa waktu di kediaman keluarga prawijaya.


Pak Reno yang melihat tuan nya makan dengan menikmati dan menambah nya lagi membuatnya geleng kepala .


"Sebenarnya anda sangat menghargai nya tuan ,tapi dengan keegoisan anda membuat anda gengsi ,, jika cara anda seperti itu ,nona Keysa pasti akan kecewa yang setiap hari makanan yang dia buat tidak pernah anda makan?! tapi itu kebalikan nya ."


Selesainya sarapan Leon berhenti sejenak di meja makan ,dia melihat piring di seberangnya masih tengkurap ,kini pandangannya Leon ke arah pak Reno


"Pak Reno ,apa wanita itu tidak makan ." tanya Leon


"Tidak tuan ?! nona Keysa tidak sarapan ,saya juga tadi sudah menyuruhnya ,tapi nona Keysa bilang tidak bernafsu untuk makan ." jawab pak Reno .


"Wanita itu masak sebanyak ini kenapa tidak makan ,apa dia berniat akan membuat ku gemuk ,?! sial ... bahkan aku sudah nambah tiga kali makan ... racikan apa yang dia masukan ke dalam makanan ini "


"Pelayan ,?! tolong bereskan ini ,sisa nya kalian boleh makan ." ucap Leon berdiri dari duduknya dan di angguki pelayan .


"Pak Reno,bantu aku pesan kan restoran tuan Syarif dekat tempat casting ,jam satu siang aku akan kesana ." ucap Leon berdiri melangkah ke arah tangga .


"Tuan anda ingin ...." ucap pak Reno terhenti .


"Memberi makan burung Pipit kecil itu ." jawab Leon tanpa melihat ke arah pak Reno .


Pak Reno menghela napasnya berat ,pria paruh baya itu masih bingung dengan keadaan pernikahan tuannya itu .


"Anda tidak sadar tuan bahwa anda itu perduli sama nona ."


Tak lama pun Leon turun kembali ke bawah ,pak Reno yang melihat tuannya hanya memakai pakaian santai mengerutkan keningnya .


"Tuan ... anda tidak ke kantor ." tanya pak Reno .


"Tidak ?! aku mau menjemput seseorang di bandara " ucap Leon melangkah ke arah pintu luar tanpa melihat ke arah belakang dimana pria paruh baya itu berada .


Pak Reno menatap nanar tuan mudanya itu ,Dia tahu pria itu akan menjemput kekasihnya ,jika sampai tuan besar dan nyonya besar tahu ,kalau tuan mudanya itu masih berhubungan dengan wanita model sekaligus artis papan atas itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tepatnya di perjalanan, Keysa masih memikirkan hidupnya ,dia masih tidak mengerti dengan karir yang dia impikan waktu kecil harus terhenti ,dan tiba-tiba hidupnya berubah menjadi seorang istri.

__ADS_1


"Non Keysa !! anda sudah sampai tujuan ." ucap supir .


"Ahh ... iya pak ..makasih ya pak " ucap Keysa yang kini turun dari mobil .


Keysa melangkah beberapa langkah dan melihat gedung itu , dia menarik napasnya sembari terpejam ,dia harus siap dengan apa yang akan di lakukannya , tidak perduli dengan tatapan artis lainnya yang mungkin nanti dia akan di perhatikan dengan dirinya seorang aktor baru .


"Tidak tahu ?! apakah akan berhasil atau tidak " gumam Kesya kecil .


"Tidak ?! kamu harus bisa Keysa ?! jangan sampai nanti kau di tertawakan oleh Leon si es balok itu. "


Keysa melangkah masuk dengan seperti gaya seolah-olah pria ,dia melangkah ke arah lift dan akan ke lantai yang di perintahkan oleh leon beberapa hari yang lalu ,sesampainya di lantai casting ,Keysa terkejut begitu banyak para selebritis yang dia kenal .


"Banyak sekali orang-orang nya , bahkan di sini juga ada aktor beberapa Minggu yang lalu mendapatkan penghargaan datang untuk casting "


Keysa ikut duduk dengan orang-orang yang akan melakukan casting ,dia duduk dengan deretan para selebritis dengan perasaan yang membuat dirinya canggung dan gugup .


"Ayo Keysa kau jangan lemah dan jangan takut ?! tenang oke , bagaimana pun juga aku harus mendapatkan peran ini ."


.


.


Di sisi lain, kedua sepasang kekasih tengah melangkah ke arah ruangan dimana para peserta yang ikut casting itu berada , bahkan wanita yang tengah menggandeng tangan pria kekasihnya itu kian berdecak melihat orang-orang yang ikut casting ,wanita itu melihat ke ke arah orang-orang yang tengah duduk itu ,Keysa terkejut saat melihat wanita yang dia kenali berada di tempat itu ,dan wanita yang dia lihat yang tak lain adalah Marissa dan juga Arya .


"Lihatlah , peserta yang ikut casting ini, semua nya seperti kucing dan anjing ,dan tidak tahu berasal dari mana ." ucap Marissa yang kini tengah melihat-lihat para peserta casting .


Jelas saja ,Keysa yang berada di ujung mendengar perkataan Marissa yang sudah menghina orang-orang ,yang dimana membuat dirinya memendam amarah ,dia tidak menyangka sikap Marissa yang sebenarnya seperti itu .


"Aku mengerti ,kamu dulu mendekatiku hanya ingin nebeng dan ikut pansos , aku menyesal telah membantu mu untuk masuk ke dunia modeling ."


Keysa yang akan angkat bicara dia urungkan ,karna seseorang gadis tengah membuka suaranya di hadapan Marissa .


"Jangan berbicara seperti itu dan jangan mentang-mentang sudah menjadi senior ,bicara anda begitu terlalu sombong ,di sini kami mengikuti casting sudah berkompetisi dengan adil , apa hak mu mengatakan itu ." ucap seseorang yang berani membuka suara di hadapan Marissa .


"Cih , kamu siapa ?! berani sekali berbicara dengan ku ." jawab Marisaa .


"Heyy sudah ,jangan bicara lagi ?! dia adalah Marisaa ananda putri yang terkenal di Banding kita, dan dia juga memiliki latar belakang keluarga ,di sebelahnya adalah direktur MNC entertainment Arya Adiguna, kita tidak bisa bersanding dengannya ." ucap seseorang menahan gadis tadi .


Marissa tersenyum kecut saat mendengar perkataan para peserta itu , kini dia melangkah dengan menggandeng tangan Arya ,di saat dia melangkah beberapa langkah ,langkahnya terhenti saat dirinya melihat pria yang berambut hitam kecoklatan ,Arya mengerutkan keningnya saat Marissa berhenti menatap pria yang tengah duduk dengan aura dinginnya .


"Pria yang sangat tampan ."


Keysa tersenyum manis dan melihat ke arah pria tersebut , Arya yang melihat Keysa tersenyum membuka suaranya dengan menahan kesal .


"Marissa ?! Apa yang kamu tertawakan " ucap Arya .


"Hay ... nama mu siapa " bukannya menjawab Arya ,tapi dia bertanya nama pria tersebut .


"Apa kamu tertarik berprestasi dalam film sutradara Robert,aku bisa mengatur kamu sebagai lawan main ku ,dan bisa memastikan ke populeran kamu ." ucap Marissa lagi pada pria tersebut .


Keysa yang sedari tadi hanya duduk sudah tidak tahan yang kini tengah berhadapan dengan Marissa , tidak di sangka sahabatnya itu begitu tertarik dengan penampilan dirinya yang menyamar pria , bahkan Marissa sama sekali tidak sadar ,bahwa di sampingnya ada Arya si buaya darat ,Keysa berdiri dengan tangan di masukan ke saku celananya ,dia pun tersenyum kecut melihat ke arah Marissa .


"Saya tidak tahu apa maksud anda nona Marissa ?! dan apa hak anda menyuruhku menjadi lawan mainmu di film sutradara Robert yang genit itu ?! oh iya nona , di samping anda masih ada kekasih anda , apakah anda merasa pantas mengedipkan mata dengan pria lain.", ucap Keysa dengan tatapan tak sukanya .


Bagai di samber petir di panas yang terang ini ,perkataan pria yang ada di depannya itu membuat Marissa tidak bisa mengeluarkan perkataan untuk menjawabnya ,bahkan dia benar-benar tidak sadar bahwa dirinya tengah berada di ruang casting dan juga tengah berada di samping Arya ,karna terlalu terhipnotis dengan pria yang ada di depannya membuat dirinya tidak bisa terkendali dengan suasana itu .


Arya pun yang mendengar perkataan pria itu menarik tangan Marissa untuk tidak terlalu dekat dengan pria itu ,kini dirinya melangkah beberapa langkah ke arah Keysa .


"Kamu aktor agen mana ,dan jaga sikap bicara mu itu ,pemuda kecil ." ucap Arya menatap Keysa dengan sinis .


Keysa lagi-lagi tersenyum kecut di hadapan pria itu ,bahkan saat ini jantungnya berdetak kencang saat berhadapan dengan mantan kekasih yang mengkhianati nya itu ,bukan berati dia masih jatuh cinta ,hanya saja dia lagi lebih harus waspada untuk menjawab perkataan pria itu .


"Tuan Arya ?! begitu banyak orang yang melihatmu saat ini, dan anda jangan sombong ,terlalu sombong itu tidaklah baik , jika tersebar ke luar semua orang akan tahu ,bahwa anda bertengkar masalah sepele dengan aktor kecil , dan itu tidak akan baik untuk reputasi Anda " ucap Keysa dengan santai .


"Dan lagi ,hal yang di katakan kekasih anda pada peserta seperti kami sudah mengatakan hal yang salah ,seharusnya anda menjaga sikap kekasih anda tuan ." ucap Keysa dengan menatap kembali sinis .


Marissa lagi-lagi terkejut dengan perkataan pria itu ,begitupula dengan Arya ,Arya yang akan menjawab perkataan Keysa langsung di tahan oleh Marisaa

__ADS_1


"Arya sudahlah ?! jangan berdebat dengan orang-orang ini ,kita akan tahu siapa yang rendah dan siapa yang lebih tinggi ?! ayo , sutradara Robert sudah menunggu kita ." ucap Marissa menarik tangan Arya.


Arya masih menatap wajah pria yang tengah berhadapan nya itu ,Arya merasa kenal dengan sosok mata pria itu tapi ia lupa ,tatapan penglihatan itu seperti serasa asing di matanya ,Marissa yang menarik tangan Arya membuatnya pun langsung memalingkan wajahnya ke arah wanita yang kini tengah menarik tangannya dan pergi meninggalkan tempat itu .


Keysa menghela napasnya saat melihat kedua pasangan itu pergi ,dan dia pun kembali lagi duduk di kursi dengan para peserta lain ,seseorang pria yang dekat dengannya menepuk pundaknya yang dimana membuta dirinya begitu kaget .


"Bro ?! mantap ,kau begitu pemberani melawan direktur sombong itu ." ucap pria tersebut dengan mengacungkan jarinya .


Keysa hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan pria itu ,dia kini melihat ke arah pintu yang dimana tadi Marisaa dan Arya masuk ,keutamaan untuk balas dendam belum apa-apa dan masih permulaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tepatnya di bandara ,terlihat seorang wanita cantik dan berkelas dengan pakaian serba hitamnya ,kacamata hitam dan bibir merah merona di bibirnya membuat seseorang pria yang menjemput nya menjadi silau .


Wanita itu berjalan melangkah sembari tersenyum ke arah pria yang tak lain adalah kekasihnya ,pria itu pun tersenyum dengan pandangan tak terbaca ,yah! pria itu sedang memikirkan situasi dengan kehidupannya yang sekarang sudah menikah tanpa kekasihnya tahu .


"Tidak bertemu satu bulan ?! kau semakin tampan saja ." ucap wanita itu sambil membuka kacamata nya dan memasukannya ke dalam tas branded yang dia kenakan .


Di saat wanita itu akan memeluk Leon , tiba-tiba saja Leon menahannya ,yang dimana membuat Tiffany heran .


"Tiffany ?! ku mohon jangan seperti ini ,ini di bandara dan banyak orang yang mungkin akan melihat kita ." ucap Leon .


"Memang nya kenapa ?! kamu biasanya juga tidak menolak di saat aku memeluk mu ." jawab Tiffany heran .


Leon juga tidak mengerti kenapa dia harus menolak ,entahlah di saat Tiffany akan memeluknya tubuh dan perasaannya menolak ,karna saat ini pikirannya hanya satu kehidupannya yang sudah beristri ,di sisi lain dia juga mencintai wanita yang ada di depannya itu dan mungkin dirinya sudah membuat Tiffany heran dengan sikapnya tadi .


"Gapapa sayang ? aku hanya belum mandi pagi ,aku takut bau di saat kamu mau peluk aku ." jawab Leon asal .


Tiffany heran dengan Jawaban Leon ,yang dimana membuat dirinya heran ,karna pria yang ada di depannya itu terobsesi oleh kebersihan ,tapi dengan begitu meski belum mandi ,pria yang ada di depannya itu tetap terlihat tampan di mata nya .


"Kamu tidak biasanya ?! emmm ... Leon aku sungguh laper ,, mampir dulu ya ke restoran ?! aku ingin makan ,makanan di pesawat sungguh membuatku tidak berselera ." ucap Tiffany bergelayut di tangan Leon .


"Eumm ?! setelah itu aku akan mengantarkan kamu ke apartemen mu ," ucap Leon dengan di angguki Tiffany .


Leon membawa koper wanita itu untuk di masukan ke dalam bagasi mobil ,setelah itu dia pun membuka pintu mobil untuk kekasihnya itu ,dan pada akhirnya mereka pun meninggalkan area parkiran bandara tersebut dan akan melajukan mobil nya untuk pergi makan ke restoran .


"Siang ini aku harus ke tempat casting ,dan mengajak Keysa makan ,?! tidak tahu wanita itu konsen apa tidak di saat perutnya kosong ,?! cih ... sok kuat sekali ."


"Apa yang aku pikirkan ?! kenapa aku memikirkan wanita itu ,akh sial ... ?! tidak-tidak ini bukan apa-apa ,aku akan mengajak wanita itu makan bukan berarti hal yang melebih-lebihkan ,aku cuma takut wanita itu semakin kecil dengan tubuhnya yang kecil , bisa-bisa aku di basmi oleh Daddy dan mommy Karna menantu kesayangan nya itu tidak di beri makan oleh ku ."


"Leon ,?! beberapa Minggu ini mungkin aku akan mengadakan syuting di sini di film sutradara Adnan setelah itu aku juga ada panggilan dari sutradara Robert, dan kebetulan sekali aku di perusahaannya ada pemotretan." ucap Tiffany .


Tiffany melihat ke arah Leon ,pria itu hanya serius tertuju ke depan tanpa menjawab ucapan dirinya , Tiffany merasa heran dengan sikap Leon sekarang .


"Kenapa dia aneh banget sih awal di bandara tadi ,apa ada sesuatu yang di sembunyikan nya ."


"Sayang"


Tiffany merasa heran dengan pria yang tengah menyetir itu ,perkataan yang dia ucapkan tadi sepertinya tidak di dengar oleh Leon .


"Leon ..hey ..." panggil Tiffany dengan sedikit keras .


"Ehh ... iya ...kenapa ." jawab Leon melihat ke arah kekasihnya .


"Kamu kenapa sih , kamu dengar gak aku tadi ngomong apa ." ucap Tiffany dengan mengerucutkan bibirnya .


"Eu .. ulangi lagi ,kamu tadi ngomong apa ...maaf .. aku .. " ucap Leon terhenti saat Tiffany tiba-tiba mencium pipinya .


Cup ...


"Enggak jadi ,sudahlah gak perlu di bicarakan lagi ,gak penting ?! apa kamu ada masalah di perusahaan kenapa dari tadi aku bicara kamu seolah-olah sedang memikirkan sesuatu ." ucap Tiffany.


"E_ .... iya aku ada masalah di kantor , maafin aku ya ,tadi aku gak mendengarkan perkataan mu ." ucap Leon .


"Iya gapapa ?!aku paham kok ." jawab Tiffany dengan tersenyum miring dan langsung melihat ke arah jendela melihat pemandangan .


"Tidak biasanya kamu ada masalah Leon ?! pasti kamu menyembunyikan hal lain dariku , dan tidak biasanya kamu mengacuhkan ku."

__ADS_1


__ADS_2