
Malam harinya ..
Keysa yang kini tengah siap-siap mendengar suara ketukan pintu di kamar nya ,dia pun dengan cepat keluar dan melihat pak Reno ,pak Reno menyuruh Keysa untuk cepat ke bawah ,Keysa pun hanya mengangguk kan kepala nya untuk pergi ke bawah .
"Nona ,malam ini anda begitu cantik ,tuan besar pasti akan senang ,melihat cucu menantunya yang begitu cantik ." ucap pak Reno
"Haha... pak reno bisa aja .."
Langkah demi langkah ,Keysa pun sampai di lantai bawah ,Keysa melihat punggung Leon yang tengah berdiri dan mungkin pria itu tengah menunggu nya .
"Tuan muda , nona Keysa sudah turun ." ucap pak Reno.
Leon berbalik dan melihat ke arah asal suara ,pria itu tercengang melihat penampilan Keysa saat ini ,pria itu tidak habis pikir ,setiap hari melihat penampilan istrinya itu selalu membuat dirinya tidak bisa terlewat untuk menilai kecantikan istrinya itu ,namun hatinya sudah keras ,dalam pandangannya hanya kekasihnya lah yang paling cantik .
Tapi saat ini dia tidak bisa pungkiri kecantikan istrinya itu , wanita yang ada di depannya itu memanglah cantik ,Leon sadar dengan apa yang dia pikirkan saat ini , dengan cepat dia mengalihkan pandangannya ke arah lain .
"Ayo berangkat ,kakek pasti tengah menunggu ." ucap Leon melangkah terlebih dahulu dengan di ikuti Keysa .
Leon dan Keysa pun kini sudah berada di dalam mobil ,dan mereka pun dengan cepat pergi meninggalkan halaman rumah nya ,tanpa mereka sadari di tempat lain ada yang melihat kepergian mereka dengan menggepalkan tangannya.
20 menit di perjalanan, Leon dan Keysa pun sampai di mansion yang dimana kakeknya itu berada ,Leon turun dari mobil dengan di ikuti oleh Keysa ,Leon seketika berhenti dari langkahnya menunggu Keysa tanpa menoleh ke belakang ,Keysa yang melihat Leon berhenti membuatnya heran
Leon berbalik dan menghampiri Keysa ,dengan cepat dia meraih tangan keysa yang dimana membuat Keysa tercengang saat Leon kini tengah menggenggam tangannya .
"Jangan besar kepala ,aku lakuin ini bukan kemauan ku ,,tapi....." ucap Leon terhenti karna Keysa dengan cepat memotong ucapannya Leon .
"Aku mengerti kok ," jawab langsung keysa.
"Aku paham , dengan apa yang kamu lakukan itu Leon ,kamu melakukan ini semata-mata mereka percaya bahwa pernikahan kita layak nya seperti pasangan pada umumnya "
Leon langsung menoleh ke arah Keysa yang kini tengah menunduk ,dia menghela napasnya panjang ,dalam pikirannya dia sudah mempermainkan pernikahan ini ,dan dia juga tidak memperlakukan Keysa dengan baik ,bukan lebih dari itu ,bahkan dia membiarkan Keysa yang sekarang sudah menjadi istrinya .
"Ayo "
Leon menarik tangan keysa untuk masuk ,di saat dia akan masuk ,seorang pria paruh baya tengah melihat mereka di ambang pintu yang entah semenjak kapan berdiri ambang pintu .
"Ka_kakek " ucap Leon .
Pria paruh baya itu tidak menjawab ,dia hanya diam ,kini dia menatap kedua tangan Leon yang di mana cucunya itu tengah menggenggam tangan Keysa, hal itu pun pria paruh baya itu tersenyum tipis di buatnya.
"Kalian sudah datang ?! apa yang kalian lakukan di depan pintu ,kenapa bengong ?! ayo masuk ." ucap kakek .
Keysa yang melihat pria paruh baya itu langsung melepaskan tangannya dari genggaman Leon dan melangkah ke arah pria paruh baya itu dengan menyapanya .
"Asalamualaikum kakek ,gimana kabar kakek ,aku Keysa kek istri nya Leon ." ucap Keysa dengan mencium tangan pria paruh baya itu .
"Ohh cucuku ,kakek sungguh sangat baik, sangat baik ,?! kakek tau kamu adalah istrinya anak nakal Leoniel prawijaya itu ,?! lihatlah kau datang dengannya dengan cucu kurang ajar sepertinya ,dia memberikan tatapan seperti itu padaku dan sungguh tidak sopan?! Keysa, apa dia memperlakukan mu dengan baik , dia tidak menindas mu kan ."ucap kakek dengan menatap Leon sinis.
"Kakek .. mana berani aku menindas istriku ." ucap Leon dengan mengikuti Keysa dan kakeknya masuk .
Di saat mereka masuk ,Keysa melihat mommy miseele yang tengah melangkah ke arah nya dengan tersenyum ,dengan cepat Keysa pun menghampiri mertuanya .
"Mommy " ucap Keysa memeluk mertuanya .
"Sayang , malam ini kamu cantik banget , ?! Keysa apa Leon memperlakukan mu dengan baik ." ucap miseele melepaskan pelukannya .
Setiap apapun itu , miseele selalu ingin bertanya dengan rumah tangga anaknya itu ,dia takut Leon memperlakukan Keysa dengan tidak baik ,maka dari itu dia harus bertanya pada menantunya .
Keysa hanya mengangguk tanpa menjawab mertuanya , miseele tersenyum dan membawa Keysa untuk untuk duduk ,sementara Leon dan sang kakek mereka tengah bercengkrama mengenai perusaahan .
Selang beberapa menit mengobrol ,pria paruh baya itu menyuruh Panji dan Leon untuk makan malam ,dan ketiga pria itu kini tengah melangkah ke arah meja makan yang dimana mereka melihat Keysa tengah membantu menyiapkan makan malam bersama pelayan .
Kakek sumo melihat ke arah Keysa dengan tersenyum tipis dan beralih pandangannya ke arah Leon yang ada di sampingnya .
"Leon ,dia istri yang tepat buat kamu ,dia juga begitu cantik ,kamu jangan memperlakukan dia seperti orang asing ,jangan biarkan dia sendiri seperti belum punya suami ,?! ingat ,mungkin di mata mu dia biasa-biasa saja ,tapi tidak di depan pria yang lain yang mungkin mencintai istrimu itu ,jangan biarkan dia sendiri ." ucap kakek sumo melangkah meninggalkan Leon dan Panji yang masih berdiri .
"Kakek pikir ? kakek tidak tahu ,apa yang kamu lakukan pada istrimu Leon "
Panji melihat ke arah putra nya dengan mengisyaratkan untuk mendengarkan kakeknya itu ,dia pun menyusul ayahnya untuk ke meja makan ,sementara Leon, pria itu masih berdiri mematung dan mencerna perkataan kakek nya ,kini pandangan nya ke arah wanita cantik yang tengah tersenyum membantu menyiapkan makan untuk kakeknya ,tanpa sadar Leon pun melengkungkan bibirnya menatap sang istri ...
"Dia memang cantik , dan dia juga istriku ?! tapi soal cinta .. aku tidak tahu ,karna di hatiku hanya ada Tiffany "
Leon menyadari apa yang telah dia perbuat pada Keysa ,dia selalu membiarkan istrinya dan mengasingkannya, rasa bersalah memang dia miliki dalam hatinya ,Keysa melihat Leon yang masih berdiri membuat dirinya heran ,kini dia melangkah menghampiri Leon ,Leon yang melihat Keysa melangkah menghampirinya langsung tersadar dari lamunannya .
"Kenapa , kok kamu ngelamun di sini ?! ayo makan malam , aku udah siapin buat kamu ." ucap Keysa .
"Maafkan aku ." gumam Leon repleks dan itu hampir tidak jelas di dengar oleh Keysa .
"Apa?! kamu ngomong apa barusan ." jawab Keysa .
__ADS_1
"Enggak .. gapapa ..,ayo kita makan ?! habis ini kita pulang ." ucap Leon dengan di angguki Keysa .
Kini keduanya pun sudah berada di meja makan ,mereka makan dengan tanpa suara ,hanya ada suara dentingan sendok dan garpu di keheningan itu ,tapi seketika seseorang memberhentikan makannya melihat ke arah leon dan juga Keysa ,wanita paruh baya itu tersenyum tipis dan meraih gelas yang berisi air untuk ia minum .
"Gimana ?! apa kalian ada tanda-tanda hamil ." ucap miseele .
"Uhuk ,,uhuk .."
Leon yang melihat Keysa tersedak langsung memberikan air pada istrinya itu ,dia mengerti dengan Keysa yang tiba-tiba tersedak ,bukan Keysa saja yang terkejut ,dia pun ikut terkejut .
"Hati-hati kalau makan ,gak akan ada yang mau ngambil makanan mu ,minum dulu ." ucap Leon dengan di angguki Keysa .
"Maaf" lirih Keysa .
Keysa menjadi gugup saat dia mendengar ucapan mommy miseele yang begitu enteng , ternyata wanita paruh baya itu mengharapkan sesuatu darinya dan juga Leon .
"Leon ,gimana .." ucap miseele terhenti saat dering ponsel seseorang berbunyi .
Dreet ...
Dreet ...
Dreet ...
Dering ponsel Leon berbunyi yang dimana semua orang tertuju pada Leon , Leon melihat ponsel dan nama panggilan itu , dengan cepat dia berdiri dari kursi nya dan meninggalkan makan malam nya untuk menerima panggilan tersebut .
Keysa yang melihat kepergian Leon hanya bisa diam dan memberikan senyuman tipis pada orang-orang yang ada di meja makan , tidak dengan miseele ,dia itu sudah geram dengan putra nya .
Tak butuh waktu lama ,Leon pun kembali untuk ke meja makan , dari langkahnya dia melihat Keysa yang masih menikmati makan malam nya ,tidak ada cara lain ,untuk dia segera pamit pada keluarganya .
"Keysa ?! cepat habiskan makan mu ?! kita pulang ,aku ada urusan penting." ucap Leon .
"Urusan penting apa Leon ,tidak mungkin kau ada urusan kantor ?! kau pikir Daddy tidak tahu ,pekerjaan dari kemarin Calvin yang urus semua , " desak Panji berhenti dari makannya .
"Kamu dua hari ini kemana ?! bahkan kamu meninggalkan kantor dan menyerahkannya pada Leon , " ucap Panji lagi .
"Aku ..." ucap Leon terhenti saat Keysa menahan tangan Leon .
"Sudah ?! jangan berdebat lagi " bisik Keysa .
"Leon tidak ke kantor ,karna nemenin aku di rumah dad , di rumah kan aku sendiri ,dan rumah itu begitu luas ,terkadang aku masih butuh bantuan Leon ." ucap Keysa .
"Keysa omong kosong apa yang kau katakan ini ,kenapa kau melindungi si bajingan ini sih ."
"Sudah ayo ?! udah selesai kok ,ayo kita pulang ." ucap Keysa .
"Hemm .." jawab Leon .
"Kakek ?! maafin Keysa ya ... Keysa begitu terburu-buru main ke mansion , Keysa janji ,Keysa akan main lagi kesini .." ucap Keysa dengan tersenyum ke arah kakek sumo .
"Iya nak ?! pulanglah , kakek senang ,akhirnya kakek bisa bertemu dengan mu .. kau sudah janji untuk main lagi kesini ." ucap kakek dengan tersenyum .
"Iya kek ... aku Janji akan main kesini lagi nanti ." jawab Keysa .
Keysa pun pamit pada miseele ,wanita paruh baya itu tidak bisa mencegah apapun untuk kepergian menantu dan putranya itu ,dengan wajah masam nya dia mengalihkan pandangan nya pada Leon dengan intens .
"Jika sampai menantu ku kau buat sakit ,akan mommy buang kamu dari daftar keluarga '
Leon yang di tatap seperti itu mengerti ,tapi dia tidak menghiraukan nya ,dia langsung berbalik Saja melangkah untuk pergi ,tapi di saat dia melangkah ,langkahnya terhenti saat tangannya di tahan oleh Keysa .
"Kamu gak pamit dulu sama kakek ,Daddy dan mommy ." ucap Keysa .
"Sudahlah ?! tidak perlu ,mereka tidak butuh itu dari aku , ayo " ucap leon menarik tangan keysa ke luar .
Panji yang melihat itu hanya diam dan tak berkata ,kakek sumo sudah berdiri dari duduknya dan meneriaki cucu kurang ajarnya itu .
" Cucu kurang ajar ?! kau pergi begitu tidak sopan nya sama orang tua ,berhenti kau di ambang pintu ." ucap kakek sumo meneriaki leon .
Tapi pria itu tidak menghiraukan kakeknya ,dia masih saja terus berjalan ke arah luar ,untuk segera pergi meninggalkan mansion ,dia tidak perduli dengan teriakan kakeknya itu .
"Leon !! seharusnya kita gak perlu buru-buru ,kita pergi begitu saja...." ucap Nita terhenti saat Leon tiba-tiba berbalik ke arah Nita dan yang dimana membuat Nita menabrak dada bidang Leon .
Dugh ....
Keysa kaget saat Leon kini berada di depannya ,dia mendongkakan kepalanya melihat Leon yang berada di depannya ,mata keduanya saling bertemu ,Leon menatap mata Keysa yang kini menatap nya ,pria itu menatap Keysa dengan tatapan yang sulit di artikan ,baru kali ini dia menatap Keysa lebih dekat dengan wajahnya .
Deg....
Deg....
__ADS_1
"Ada apa dengan ku , kenapa ini dengan jantungku"
Dengan cepat Leon memalingkan wajahnya dan menyuruh Keysa untuk masuk mobil dengan dirinya pun ikut masuk ,perasaan tadi membuat dirinya menjadi kikuk dan tidak ingin menatap wanita yang ada di samping nya itu ,awalnya tadi dia mau menjawab pertanyaan Keysa ,namun dia tidak menyangka akan berhadapan dengan wajah istrinya yang membuat dia menjadi kaku seketika .
Di saat di perjalanan ,dering ponsel Leon lagi-lagi berbunyi ,Leon pun menerima panggilan itu dengan wajah khawatir nya .
"Iya sebentar ,tunggu aku ?! aku lagi di perjalananan menuju rumah mu ,tunggu aku oke ." ucap Leon dengan mematikan Telponnya .
Keysa hanya mendengar ucapan Leon yang entah dengan siapa , dia ingin bertanya tapi takut terlalu ikut campur ,Keysa menghela napasnya pelan dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela , sebenarnya dia penuh dengan tanda tanya dengan ekspresi wajah Leon sekarang ,bahkan pria itu menampilkan wajah seperti mengkhawatirkan seseorang .
Dan tak butuh waktu lama ,Leon pun memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang putih ,Keysa pun hanya melihat dari dalam dan melihat rumah besar bercat putih .
"Kenapa rumahnya gelap"
"Keysa kamu tunggu di sini sebentar ya ,aku harus masuk dulu untuk membantu Tiffany membenarkan lampu ." ucap Leon yang dimana membuat Keysa terrkejut saat mendengar nama Tiffany .
"Leon ... bisakah aku ikut ,aku ... aku gak mau di mobil sendirian ," ucap Keysa berusaha tenang .
Leon berpikir dulu sejenak saat Keysa ingin ikut dengannya ,dan akhirnya Leon pun menganggukkan kepalanya menyetujui Keysa untuk ikut ke dalam , kini keduanya pun keluar dari mobil dan melangkah ke halaman rumah Tiffany yang saat ini begitu gelap .
Di saat mereka melangkah untuk mendekat ke arah pintu , tiba-tiba Leon dan Keysa mendengar suara isak tangis seseorang ,dan Leon tau jelas tangis itu adalah tangis Tiffany .
"Tiffany ... kamu di mana ..' ucap Leon .
Tiffany yang mendengar suara Leon langsung berdiri dari duduk nya dan menyalakan senter di ponselnya ,begitu pun dengan Leon yang kini menyalakan lampu senter di ponselnya ,dan tak luput juga tangannya menggenggam tangan Keysa agar tidak jauh dari kegelapan itu .
"Leonniel " panggil Tiffany melangkah dengan cepat ke arah Leon .
Tiffany langsung memeluk Leon tanpa perduli Keysa yang kini berada di samping Leon ,Leon pun langsung melepaskan tangan Keysa dan langsung memeluk Tiffany .
Deg ...
Leon langsung melepaskan tangan Keysa begitu saja karna wanita itu ,Keysa yang melihat itu pun hanya menggenggam tangannya sendiri menahan sakit dengan apa yang dia lihat saat ini .
"Tau gitu ,aku diam di mobil tadi ,Keysa kamu sengaja menyakiti dirimu sendiri ,dan kamu masuk dengan perangkap mereka berdua ,kamu bodoh Keysa "
"Leon ,aku takut ,, kamu tau sendiri aku takut gelap , maaf ? aku harus memanggil kamu ." ucap Tiffany dengan Isak tangis nya .
"Tiffany ,sudah ku bilang , beberapa yang lalu aku menyuruh mu untuk mencari seseorang untuk menjaga rumah ,biar kamu bisa minta bantuan dengan orang terdekat ,beruntung aku hari ini tidak ada kesibukan ," ucap Leon yang kini masih memeluk Tiffany .
"Leon ? aku tidak tau kenapa akan jadi seperti ini ,aku gak tau kalau lampunya akan mati seperti ini ." ucap Tiffany dengan Isak tangis nya .
"Ya sudah ... biar aku perbaiki dulu ,agar lampunya bisa nyala lagi ." ucap Leon .
"Enggak ... jangan ?! kamu jangan pergi ,, temani aku di sini ,aku ingin kamu tetap di sini ." ucap Tiffany .
"Tiffany ,, jika tidak di benerin ,mau sampai kapan nyalanya ,?! tunggu sebentar ya ,biar aku perbaiki dulu lampu nya ." ucap Leon .
"Enggak " ucap Tiffany memeluk erat Leon .
"Aku udah senang kamu ada di sini Leon ,gapapa lampunya gak nyala ,asalkan kamu tetap di sini , Leon temani aku malam ini ." ucap Tiffany memohon .
"Baiklah ?! aku akan menemanimu ." jawab Leon dengan sembari menenangkan Tiffany .
Keysa yang mendengar ucapan Leon terhadap Tiffany terkejut ,bagaimana bisa Leon begitu mudahnya mengatakan akan menemani wanita lain ,yang dimana saat ini istrinya tengah berada di disisinya ,apalagi saat ini Keysa melihat pria itu tengah di peluk oleh wanita lain .
"Semudah itukah kamu mengatakan itu Leon ,apa kamu tidak pernah mengganggap aku ini ada di samping mu ,apa kamu tidak pernah menganggap aku istri sama sekali ,bahkan kamu begitu mudahnya memperlakukan itu padaku "
"Kamu bahkan tidak menghargai keberadaan ku di sini Leon ,kamu membiarkan aku sendiri seperti ini ,"
"Mungkin di mata mu ,aku hanyalah orang asing yang tak pernah terlihat di matamu, aku hanyalah orang asing "
Perlahan Keysa mundur untuk pergi meninggalkan mereka , Keysa tidak bisa menahan tangis yang kini sudah hampir akan terjatuh dari mata nya ,dengan cepat Keysa berlari ke luar dan meninggalkan rumah itu , saat ini Keysa tidak naik mobil Leon ,dia saat ini berjalan dengan air mata jatuh di pelupuk matanya , Keysa mengingat perkataan Leon ,dimana pria itu berkata akan menemani wanita lain .
"Leon ?! brengsek , kamu jahat .. hiks .. hiks .." ucap Keysa dengan kekesalan nya .
"Mama ... papa ... Keysa merindukan kalian , Keysa ingin pulang , "
Keysa menulusuri jalan dengan tangisnya ,angin malam berhembus ke arah wajah nya ,Keysa tidak perduli dengan ke adaan saat ini ,dingin ,tentu saja saat ini keysa kedinginan ,tapi tetap saja Keysa tidak perduli dengan keadaan sekarang .
Keysa berhenti dari jalannya , dia melihat mobil yang tengah berhenti ,dengan langkah gontai ,Keysa menghampiri mobil itu untuk melihatnya ,sesampainya di mobil itu Keysa tidak melihat siapapun ,dan di dalam mobil itu pun tidak ada orangnya sama sekali ,Keysa celingak celinguk melihat ke adaan tempat itu ,kini pandangannya ke arah tembok yang bisa dia duduki .
Keysa duduk di tembok dengan bibir memaki-maki Leon ,kekesalan pada pria itu masih saja ia rasakan ,mengingat akan hal tadi membuat dirinya kembali menangis , kini tangannya meraih heels yang dia kenakan .
"Leonniel .. kamu bajingan ?! brengsek ... " teriak Keysa dengan melempar heels nya ke sebrang lain .
Tanpa sadar heels itu terkena orang yang kini tengah menerima telpon ,bahkan orang tersebut kaget saat kepalanya terkena lemparan heels ,dengan cepat dia juga mematikan ponselnya dan berjongkok untuk mengambil heels itu .
"Ck... siapa yang sudah berani melempar ini padaku , " decak pria tersebut dengan melihat heels di tangannya .
__ADS_1
"Leonniel dasar pria brengsek , aku membenci mu ." teriak Keysa yang dimana membuat pria itu mendengar teriakan Keysa .
Pria itu mendengar teriakan wanita di tengah malam ,dengan cepat dia pun meninggalkan tempat itu dan melangkah ke arah asal suara , pria tersebut terkejut saat melihat wanita yang kini tengah menangis dengan kaki telanjang ,yang lebih terkejutnya lagi dia melihat wanita itu ,wanita yang dia idolakan ,dengan melangkah pelan ,dia pun menghampiri Keysa yang tengah menangis itu .