Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
( KAMU )


__ADS_3

Hari sudah sore .


Dimana seorang wanita berumur 21 tahun itu kini tengah menelusupkan kepalanya ,Keysa menyembunyikan kepala tepatnya menutupkan telinganya ,di Karna kan tidak ingin mendengar celotehan sang mama yang memaksanya untuk pergi ke restoran untuk menemui calon suaminya , Linda lagi-lagi harus melangkah ke atas untuk melihat sang putri sulungnya itu .


"Sya "


"Pokonya kamu harus siap nanti malam ,papamu sudah menjanjikan jam nya untuk pertemuan keluarga " ucap Linda .


"Ma?! apa kalian benar-benar ingin menjodohkan aku " tanya Keysa yang kini menyingkir kan bantalnya .


"Mau gimana lag.....


"Gimana jika calon suami ku itu miliarder paling terkaya ,terus udah bapak-bapak, dengan begitu pasti dia sudah punya istri dan anak ,dan aku di jadikan istri mudanya ,gimana jika istri tua itu labrak aku ,terus di jadikan sate Bu ,,kalau tidak aku di jadikan pelayan " gumam Keysa yang dimana membuat Linda tercengang .


Yah! Keysa memang belum tahu perihal anak dari Panji dan juga miseele sahabat nya itu ,karna mereka memang belum bertemu ,Linda yang melihat putri nya menunduk hanya geleng kepala sambil menampilkan senyumannya .


"Kamu jangan berpikir jelek dulu Keysa !! belum tentu calon suami mu itu bapak-bapak ,makannya kamu kenalan dulu sama dia !! dia tidak seperti apa yang kamu bayangin nak " ujar Linda .


"Ma ! pokonya aku gak mau " lirih Keysa .


"Keysa !! menurut lah dulu !? kamu mau papa mu marah ....


"Baiklah ?! aku akan menuruti kalian ?! tapi ma.... aku gak mau ke luar ,apalagi bertemu di restoran ,mereka ke sini aja ,mama kan tahu aku beberapa menit lalu baru pulang " ucap Keysa lirih .


"Jadi kamu ingin mereka kesini " ucap Linda dengan di angguki Keysa .


"Baiklah !? nanti mama yang akan bilang sama papa mu " ujar Linda lagi .


"Ya sudah kamu mandi dulu gih ,anak gadis kok pulang-pulang sudah main terjun aja ke ranjang " ujar Linda berdiri dari duduknya dan melangkah ke luar meninggalkan Keysa .


"Keysa gaun nya sudah mama siapin di sofa untuk malam ,ingat ?! dandan yang cantik ya " goda Linda pada putri nya yang membuat Keysa berdecak.


Keysa yang melihat punggung sang mama hanya menghela nafasnya berat ,kenapa papanya ngotot ingin menjodohkan dirinya ,apalagi dirinya belum mengenal siapa pria yang akan menjadi suaminya itu .


"Aku tidak tahu dan seperti apa calon suami ku , aku tidak mungkin menolak lagi keinginan papa "


Keysa melangkah ke arah cermin meja riasnya dia memandang wajah dan juga tubuhnya ,Keysa mengingat perkataan Carly bahwa dirinya itu rata .


" kurang ajar banget sih tuh orang !! buta kali ya ?! orang bokong ku gak begitu rata-rata amat !! kalau aku cowok sudah main tonjok ke muka nya ,tepatnya ke bibirnya agar copot gigi putihnya itu ." decak Keysa bergumam sendiri .


Kini Keysa melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , Keysa menghela napasnya dengan hati yang entah seperti apa perasaan nya ,dengan hati yang tak nyaman dia menggelengkan kepalanya berniat ingin menguyur kepalanya di bawah guyuran shower .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di keluarga prawijaya .


Seorang wanita paruh baya kini tengah bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Smith ,wanita paruh baya itu sungguh senang di saat Linda mengatakan bahwa putrinya itu ingin bertemu langsung di rumahnya , tapi seketika senyuman itu pudar saat melihat jam , Panji yang kini sudah siap pun tengah membaca koran di sofa ruang tamu , miseele khawatir akan hal putra nya yang belum kembali pulang juga.


"Mas !! Leonniel masih dimana !! kenapa jam segini belum kembali " ucap miseele .


"Sayang ,jangan cemas dulu mungkin Leon masih di jalan ,tadi aku sudah telepon dia katanya segera meluncur pulang " jawab Panji .


"Iya tapi kenapa belum pulang juga ?! kamu teleponin lah mas " ucap miseele .


Panji pun mengambil ponselnya yang ada di meja , dia pun memanggil sang putranya itu untuk segera cepat pulang , Panji yang kini sudah menerima telpon dari putra nya di buat jengah dengan jawaban putra nya itu ,bahkan putranya itu mematikan teleponnya sepihak .


"Anak ini , orang tua belum selesai bicara main matikan saja ?! sayang, Leon menyuruh kita untuk berangkat terlebih dahulu , dia menyuruhku untuk mengirim alamatnya ." ucap Panji berdiri dari duduknya .


"Mas kamu yakin ,Leon akan datang " tanya miseele .


"Sudahlah ?! kamu jangan terlalu khawatir sama anak keras kepala itu ,dia pasti akan datang demi mommy nya ,percaya padaku ?! Leon pasti akan datang ,dia tidak mungkin memalukan kita di keluarga Smith ."ucap Panji .


Miseele hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah suaminya ,tak butuh waktu lama mereka pun meninggalkan rumah dan halaman luas itu , miseele yang masih cemas-cemas terlihat dari wajahnya , Panji yang melihat itu menggenggam tangan istrinya untuk menenangkannya , miseele hanya tersenyum dan menggenggam tangan suaminya kembali .


20 Menit di perjalanan, mereka sampai dimana kini mereka tengah di halaman keluarga Smith , Panji dan miseele turun dari mobil ,dan ternyata mereka sudah di tunggu oleh Bram dan juga Linda .


"Linda ,aku sedikit telat ?! maaf ya " ucap miseele .


"Sudah jangan di bahas ?! kau memang selalu telat !! entah apa yang selalu membuat mu telat melulu , ayo masuk " ucap Linda .


Kedua wanita paruh baya itu kini masuk ke dalam rumah ,Sementara para suami mereka masih bercengkrama di luar dengan tertawa kecil ,kini Bram pun mengajak Panji ke dalam dengan sembari bercengkrama , tapi Bram melihat ke belakang tidak melihat putra sahabatnya itu .

__ADS_1


"Dimana putra mu " tanya Bram .


"Dia akan nyusul masih dalam perjalanan " jawab Panji .


"Putrimu dimana !! kok aku gak lihat " ucap miseele .


"Dia di atas ,nanti aku panggilkan ?! ayo di minum dulu dan di cicipi hidangannya ." ucap Linda .


Miseele tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dengan bercengkrama masalah fashion ,Tapi miseele perasaannya sambil cemas akan hal putra nya itu yang belum juga datang .


Sementara di perjalanan sana , Leon dengan cepat membawa mobil dengan kecepatan tinggi , dia berdecak kesal dengan Daddy nya yang terus saja mengirimkan pesan .


Tak butuh waktu lama , Leon kini berhenti di depan pintu gerbang dengan melihat alamat yang sudah di kirim oleh Daddy nya itu .


"Benarkan ini alamat nya ," gumam Leon .


Seorang penjaga pintu gerbang tengah mengahmpiri mobil Leon , Leon yang melihat di balik kaca membuka kaca mobilnya untuk bertanya ,dan benar saja dengan perkataan penjaga itu mengatakan bahwa orang tua dan juga tuan rumahnya menunggu kedatangannya ,dengan cepat Leon pun menyalakan mobilnya dan masuk sambil berterima kasih pada penjaga itu .


Leon melangkah ke arah pintu masuk dengan di antarkan oleh penjaga tadi ,dengan menghela napasnya Leon tengah melihat mommy tersenyum dengan sahabatnya itu yang tak lain adalah calon mertuanya ,penjaga itu mengetuk pintu dengan di ikuti Leon , miseele melihat putranya datang langsung tersenyum senang.


"Asalamualaikum ,om ..Tante " ucap Leon dengan sopan nya bersalaman .


"Wa'alaikum salam nak !! duduklah " ucap Linda dengan di angguki Leon .


Bram mengeluarkan suara nya bertanya pada leon mengenai perusaahan ,Leon hanya menjawabnya dengan seperti biasa ,pria itu hanya tersenyum tipis dengan jawaban nya untuk Bram calon mertuanya ,miseele yang melihat putra sedikit kaku mencubit pinggangnya dengan berbisik .


"Leonniel !! ekspresi mu jangan datar begitu ?! om Bram itu calon mertua mu " bisik miseele.


Pria itu tidak mendengar kan bisikan mommy nya ,dia hanya pokus mengobrol dan menjawab pertanyaan pria paruh baya yang tak lain adalah calon mertuanya .


"Sebentar ya ,, aku akan panggilkan putriku dulu " ucap Linda dengan di angguki miseele dan juga Panji .


Linda melangkah ke arah anak tangga untuk menghampiri putrinya ,langkah demi langkah Linda pun sampai di depan pintu putrinya dengan mengetuk pintunya dan langsung masuk , Linda tersenyum melihat Keysa yang kini tengah duduk di meja riasnya .


"Sayang !! om Panji dan Tante miseele sudah datang !! kau tahu ?! calon suamimu juga sudah datang , ayo " ucap Linda .


"Mama duluan aja , sebentar lagi aku nyusul " ucap Keysa tanpa melihat sang mama.


"Mama !! Udah deh , aku gak bakalan memasang muka seperti apa yang mama bayangin kok ?! sekarang mama ke bawah ,Keysa nanti nyusul ." ucap Keysa .


Linda hanya geleng kepala dan langsung melangkah ke arah pintu untuk pergi ke bawah ,dia hanya takut saja putrinya itu memasang wajah kusut di depan mereka .


Keysa yang masih membalas pesan dari Nita terpaksa harus berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah pintu luar , kini dia melangkah ke arah tangga dan menuruni anak tangga ,langkah demi langka dia pun hampir sampai di bawah ,tapi seketika langkahnya terhenti saat dia melihat punggung pria yang merasa dia kenali ,bahkan Keysa berasa asing dengan rambut pria itu.


Keysa melihat sang papa dan juga pria paruh baya yang tak lain adalah Panji sang calon mertua , Linda yang melihat Keysa turun melangkah tersenyum langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Keysa.


"Ayo sayang !! kenalan dulu sama om Panji dan Tante miseele ." ujar Linda menggandeng tangan keysa .


Miseele yang duduk membelakangi Keysa langsung mengalihkan pandangannya ke arah Keysa , tidak dengan Leon, pria itu tengah menunduk menerima pesan email dari Calvin ,meskipun dia mendengar calon istrinya sudah turun ,tapi dia tidak melihatnya ,Keysa yang kini bersalaman dengan Panji tak sadar juga dengan pria itu , kini dia pun melangkah tersenyum ke arah miseele untuk bersalaman.


Di saat melangkah satu langkah ,Keysa berpasan melihat Leon yang kini tengah mendongkakan kepalanya , Keysa terkejut melihat pria itu berada di rumah nya ,bahkan Leon pun melototkan matanya terkejut setelah melihat wanita yang akan menjadi istrinya itu adalah wanita yang beberapa jam yang lalu bersamanya .


"Kamu" ucap Keysa dan Leon bersamaan.


Linda dan miseele melihat ke arah putra putri mereka yang seperti sudah saling kenal .


"Kalian sudah saling kenal ", ucap Linda dan miseele .


Bram dan Panji hanya diam saja ,di Karna kan Bram sudah tahu ,bahwa putrinya itu sudah mengenali calon suaminya ,bahkan mereka pun tengah bertemu di perusahaan prawijaya ,buka Bram namanya kalau tidak menyuruh orang untuk menguntit putrinya itu kemana pun ,hanya saja Bram diam dan tak berbicara kepada putrinya apa yang tengah di lakukannya itu .


Panji yang tahu hal itu dari Bram hanya tersenyum saja melihat kekagetan putra nya yang melihat calon istrinya itu .


"Ka...kamu ... jadi kamu ..


"Om ... aku pinjam putri om sebentar " ucap Leon berdiri dari kursinya dan menarik tangan keysa .


"Ikut aku " tarik Leon melangkah ke arah luar .


Ke empat orang tua mereka tengah cekikikan ,begitu pula dengan Linda dan miseele ,mereka melihat sepasang muda itu keluar dengan dimana Leon menarik tangan keysa .


"Lin !! aku tidak menyangka ternyata mereka sudah saling kenal !! kaya nya kita tidak perlu lama lagi untuk menikahkan mereka ." ucap miseele dengan di angguki Linda .

__ADS_1


Sementara di luar sana , Leon menarik tangan keysa dan mencengkram nya dengan kuat ,Keysa yang di cengkram kuat meringis kesakitan .


"Leon jangan tarik tangan ku ,sakit " ucap Keysa .


Leon menghempaskan tangannya dan melihat ke arah Keysa dengan tatapan dingin.


"Kamu menerima perjodohan ini " tanya Leon.


"Ya tentu saja ?! jika ..


"Kenapa kamu menerima nya ,kenapa tidak kau tolak saja " ucap Leon .


"Hey ... memangnya aku mau apa nikah di jodohin ,tidak kali ,, apalagi dengan tidak ada dasar saling suka, apalagi menikah dengan pria datar seperti mu " ketus Keysa .


"Awalnya aku menolak ,tapi papa...


"Sudahlah ?! jika kau menerimanya ?! aku akan menerima nya juga ,jika mereka bertanya dengan pendekatan kita ,jawab aja ,kita baru kenal beberapa hari ." ucap Leon .


"Hey !! kau menerima perjodohan itu dengan begitu enteng " ucap keysa.


"Aku tidak ingin mommy ku kecewa ?! tenang saja ,setelah kau menjadi istriku aku tidak akan mengganggu mu apalagi menyentuhmu ." ucap Leon melangkah kembali masuk ke dalam di mana orang tuanya berada .


Keysa diam mematung ,dia tidak menyangka pria yang di jodohkan oleh papanya adalah pria yang telah membantunya di beberapa jam yang lalu ,bahkan Keysa terkejut setelah apa yang di katakan oleh pria itu ,pria itu menerima perjodohan itu demi mommy nya


"Apa aku juga harus menerima perjodohan ini ?! tapi aku belum siap menikah , ?! tunggu .. apa dia akan tetap membantuku "


Kini Keysa melangkah kembali ke dalam dimana orang-orang tengah menunggu nya , Bram sang papa tersenyum pada putrinya yang kini tengah duduk di samping sang mommy ,Panji pun kini mengeluarkan suaranya saat Leon dan Keysa masuk kembali .


"Jadi gimana Bram " tanya Panji .


"Seminggu lagi kita adakan saja langsung " jawab Bram .


"Aku setuju Bram !! kita tinggal siapkan pak penghulunya saja " ucap Panji .


Leon dan Kesya seketika terkejut saat kedua paruh baya itu mengatakan pak penghulu .


"Dad " ucap Leon melirik daddy dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kamu harus siap Minggu depan menikah" ucap Panji .


"Apa?! menikah " ucap serentak Keysa dan Leon.


"Dad ?! itu terlalu cepat ?! aku butuh waktu untuk itu " ucap Leon .


"Tidak ada waktu-waktu .. pokonya kamu tinggal siap Minggu depan ." ucap Panji .


"Pa ... kenapa secepat ini ?! Keysa belum siap menikah, Keysa ..


"Princess .. papa sudah menentukan tanggal nya hari pernikahan mu Minggu depan ." ucap Bram .


Keysa duduk kembali dengan wajah menunduk, Leon pria itu sudah tidak bisa di bendung lagi dengan amarahnya ,tapi dia tahan dia tidak mungkin mengelak di depan semua orang dengan amarahnya itu ,Leon memikirkan wanita yang dia cintai yang kini berada di Swiss , bahkan wanita itu pun seminggu lagi akan kembali tepat di pernikahannya .


"Baik ?! aku akan menikah dengannya Minggu depan ?! tapi aku ingin hanya keluarga saja mengadakannya " ucap Leon dengan tatapan dingin .


"Dad .. mom ?! aku pulang terlebih dahulu " ucap Leon .


"Om .. Tante ,saya pamit undur diri , asalamualaikum ." ucap Leon berdiri dan berlalu pergi .


Keysa yang melihat Leon pergi setelah menyetujui pernikahan itu ,bahkan pria itu terlihat marah dengan pernikahan Minggu depan ,tapi seketika Keysa mengingat akan hal pertolongan pria itu yang sudah membantunya untuk rencana balas dendam .


"Tunggu " ucap Keysa memberhentikan langkah Leon .


Leon yang kini sudah sampai mobil seketika berhenti saat mendengar wanita yang memanggilnya ,kini dia menoleh dengan tatapan dinginnya , ternyata wanita itu telah mengikutinya ke luar .


"Ada apa "


"I_itu... apa kamu tetap akan membantu ku ...


"Itu urusan mu !! aku hanya membantu jalan keluarnya Saja , soal naskah nanti sekertaris ku yang akan memberikan nya padamu !! dan ..... jangan bertanya lagi padaku .", ucap Leon ...


Kini pria itu masuk mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah keluarga Smith ,Keysa tahu pria itu pasti marah dengan keputusan pernikahan itu , bukan hanya Leon , tapi Keysa juga harus terpaksa menerima pernikahan itu .

__ADS_1


__ADS_2