
Dua hari telah berlalu .
Di keluarga prawijaya saat ini kedatangan tamu yang tak di undang , miseele yang kini tengah melihat wanita yang terhalang oleh pelayan berada di ambang pintu membuat dirinya penasaran dan melangkah ke arah depan rumah .
"Siapa bi " ucap miseele .
"Anu nyo...." ucap pelayan terhenti karna terpotong oleh wanita tersebut.
"Aku Tante. " ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah Tiffany.
"Ngapain kamu kesini ." ucap miseele dengan nada tak sukanya .
"Tentu aku kesini untuk bertemu Leon Tante ." jawab Tiffany.
"Anakku tidak ada di sini ,dia sudah pindah dengan istri nya ." ucap miseele enteng yang membuat Tiffany kaget .
"I.....Istri ."
"Haha..Tante gak bercanda kan ,Leon gak mungkin sudah punya istri ,, yang akan menjadi istrinya Leon itu hanya......" ucap Tiffany terhenti .
"Kamu jangan berharap menjadi menantu saya ,saya sudah mempunyai menantu ,yang jauh lebih baik dari kamu ,sekarang pergi dari rumahku ," ucap miseele dengan menahan amarahnya .
"Tante ?! aku tahu Tante tidak menyukaiku , makannya Tante asal bicara kan kalau Leon sudah beristri ,dan aku tidak percaya itu , Leon itu hanya mencintai ku Tante ,dan Tante tahu tidak , tempo hari aku di jemput olehnya di bandara ... " jelas Tiffany yang dimana membuat miseele terkejut .
Miseele tidak menyangka , putra nya masih saja berani mendekat dengan wanita lain selain istrinya ,bahkan putranya itu menjemput wanita yang dia tidak sukai .
"Hmm .. kalau Tante tidak percaya ?! aku akan lihat kan foto kami saat itu .." ucap Tiffany mengeluarkan ponselnya .
"Tidak perlu, sekarang kamu pergi dari sini ," ucap miseele dengan segera menutup pintu nya .
BRAKK...
Tiffany yang di ambang pintu terkejut dengan suara pintu yang di tutup dengan keras,dia masih mengingat perkataan miseele bahwa Leon sudah menikah .
"Leon ?! tidak .... dia tidak mungkin sudah menikah .... "
Kini dirinya melangkah untuk pergi sembari melihat ponselnya dan akan menelpon pria tesebut ,namun lagi-lagi tidak di angkat sedari tadi .
"Sialan ?! pria ini kenapa gak di angkat-angkat juga ,?! jika benar apa yang di katakan wanita tua itu Leon sudah menikah ,aku harus cari tahu ,jika tidak aku tidak akan mendapatkan segalanya dari pria itu ."
Sementara di dalam rumah mewah itu , miseele sudah di buat kesal dengan putranya yang di mana tadi dia mendengar ucapan dari Tiffany bahwa Leon menjemputnya di bandara .
" Leon ,kamu sudah berani rupanya ya..." gumam miseele .
"Aku harus kesana nanti ,jika tidak anak sialan itu akan menyakiti menantu ku ,......tunggu ?! wanita itu tidak tahu rumah baru Leon kan ."
Miseele melihat di balik kaca bahwa Tiffany sudah pergi dari halaman rumahnya , sementara Tiffany saat ini dia sedang di perjalanan dan berhenti di sisi jalan ,dia mencoba menghubungi Leon lagi, Namun pria itu tidak menjawab juga.
"GPS , sial kenapa aku tidak ingat kesitu ."
Kini Tiffany melacak keberadaan Leon yang sekarang entah di mana , dia bahkan sudah menghubungi Calvin ,tapi pria itu tidak bersama Leon , Tiffany yang kini sudah mendapatkan keberadaan Leon mengerutkan keningnya .
"Perumahaan ........tunggu ... ini kan daerah perumahaan elit ... jangan-jangan ........"
Tiffany langsung menyalakan mobilnya untuk pergi ke lokasi yang kini Leon tempati ,dia penasaran dengan tempat yang kini di tempati Leon ,apalagi pasca dimana miseele mengatakan kalau Leon sudah beristri .
.
.
.
Di sisi lain .
Keysa kini tengah menikmati angin sepoi-sepoi di balkon yang ada di kamarnya ,dia tengah menikmati secangkir teh dengan melihat pemandangan di luar sana ,dia yang kini tengah menikmati menghirup udara pagi harus mendengar ketukan pintu di luar kamarnya .
Tok...
Tok...
Keysa pun berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah pintu tersebut untuk membuka nya .
__ADS_1
"Nona Keysa ?! mohon maaf mengganggu , tuan Leon menyuruh Anda untuk ke bawah ." ucap pak Reno .
"Emm ... baiklah ... aku akan ke bawah ." jawab Keysa .
Keysa pun mengikuti langkah pak Reno ke bawah ,sesampainya di bawah tentu saja dia melihat pria yang kini tengah bersantai di sofa dengan pakaian kasual nya .
"Pria itu cukup tampan .....?! ehh ... tidak ....?! dia itu es balok ... huh "
Leon terkejut saat dirinya melihat penampilan Keysa seperti anak kecil ,tak hanya itu ,wanita itu sudah membuatnya tersedak tiba-tiba saat melihat penampilan istri kecilnya itu .
"Leon ada apa kamu menyuruhku ke bawah ?! ehh ... wajah mu kenapa memerah ,apa kau sakit ." ucap Keysa .
Leon menutup matanya ,dan tak ingin melihat wanita yang ada di depannya itu ,yang dimana Keysa memakai baju lengan panjang sampai pinggang dengan rok sampai lutut .
"Sudah sebesar itu,kau masih memakai pakaian seperti kanak-kanak ," ucap Leon tanpa membuka matanya .
"Lucu sekali "
"Emang nya kenapa dengan pakaian ini ,aku sudah.." ucap Keysa terhenti .
"Sudahlah ?! aku memanggilmu hanya untuk mengatakan hal penting padamu , Minggu depan kamu sudah bergabung dengan kru syuting ,aku sudah mempersiapkan seseorang manajer untuk kamu ," ucap Leon .
"Manajer " gumam Keysa .
"Ya ... nanti dia akan kesini ," ucap Leon berdiri dari duduknya .
Keysa masih saja diam di sofa dan melirik pria yang kini melangkah ke arah tangga ,Keysa pun kini berdiri dan berjalan ke arah taman belakang untuk melihat-lihat ,soal manajer dia tidak tahu manajer mana yang akan di siapkan oleh suaminya itu .
30 menit telah berlalu ,pak Reno yang akan melangkah ke dapur mendengarkan bel rumah berbunyi ,dia memberhentikan langkahnya dan melihat ke arah pintu ,pelayan wanita kini tengah melangkah ke arah pintu untuk membukanya , pelayan itu terdiam di saat dia melihat orang tersebut .
"Serasa asing ?! oh tuhan , diakan wanita yang ada di foto bersama tuan Leon ,di ruang kerjanya."
"Permisi ?! mau tanya .. apa ini benar rumah yang di tinggali leoniel prawijaya." ucap Tiffany .
"E.... " ucap pelayan terhenti saat mengingat di rumah itu ada keberadaan nona Keysa .
"Benarkan ,kalau gitu biarkan aku masuk ." ucap Tiffany yang masuk begitu saja dan menabrak pundak pelayan tersebut .
"Kenapa ?! kau harus tahu ,aku ini adalah calon nyonya mu ,mengerti ." ucap Tiffany dengan ketus .
Pak Reno yang baru keluar dari dapur ,terkejut saat melihat Tiffany yang kini tengah melangkah ke arah tangga .
"Nona ?! anda mau kemana ,apa yang anda lakukan di sini ." ucap pak Reno memberhentikan langkah Tiffany .
"Oh ... pak Reno !! ternyata benar dugaan ku ,pasti Leon berada di sini ,dan tinggal di sini ,kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk mencari Leon ." ucap Tiffany berbalik ke arah tangga dan memanggil Leon .
"Leon .... Leonniel ....aku datang ...." teriak Tiffany .
Pak Reno yang di bawah harus mengikuti wanita yang kini akan melangkah ke arah kamar yang di tempati Keysa ,dia takut wanita itu akan membuka kamar dimana kamar Keysa berada ,di saat pak Reno kini tengah menahan tangan Tiffany ,sontak saja membuat Tiffany terkejut saat tangannya di sentuh oleh pria paruh baya tersebut .
"Jangan menyentuhku ...hiiihhh jijik sekali ..." ucap Tiffany.
"Nona ?! anda begitu tidak sopan nya berteriak ........" ucap pak Reno terhenti saat kini Leon membuka suaranya .
"Tiffany ...ka.....kamu ... kenapa ada di sini ." ucap Leon .
Tiffany langsung melihat ke arah asal suara yang dia kenali ,Leon terkejut dengan kedatangan Tiffany di rumahnya ,pasalnya dia tidak memberi tahu alamat rumah yang dia tepati nya sekarang.
"Leon ... kenapa kamu tidak memberi tahu kamu punya rumah ,hemmm ... apa ini rumah buat masa depan kita ." ucap Tiffany memeluk Leon dengan bergelayut di dada bidang Leon .
"Aku harus cari tahu , apa benar Leon sudah beristri , tapi Aku tidak melihat sosok wanita di sini selain pelayan dan si tua Bangka itu ."
"Leon kenapa kamu diam saja ." ucap Tiffany yang kini mendongkakan kepala nya .
"Ini rumah buat masa depan kita kan ." ucap Tiffany kembali .
Tanpa mereka sadari , di bawah sana ada orang yang melihat Leon dan Tiffany berpelukan , hingga bunga yang ada di tangannya jatuh ,tapi Keysa pun sadar diri , pernikahan mereka hanyalah perjodohan dan tidak ada ikatan cinta .
"bukannya itu model majalah ?! ke....kenapa aku sakit begini melihat Leon dan wanita itu berpelukan "
"Sadar Keysa ?! bukannya kamu itu bukan istri yang di cintai oleh Leon , dan bukan istri yang dia inginkan ,untuk apa kamu sakit hati "
__ADS_1
Keysa berbalik melangkah ke arah taman lagi ,pak Reno yang di atas melihat Keysa membuka suaranya .
"Nona Keysa " ucap pak Reno yang kini melangkah turun.
Tiffany yang mendengar nama wanita di rumah itu langsung melepaskan pelukannya dari Leon , begitu pula dengan Leon yang kini melihat Keysa ,Leon terkejut dengan Keysa yang kini berada di bawah ,dia tidak tahu apa yang harus dia katakan ,mengenai Keysa pada Tiffany .
"Leon siapa dia " desak Tiffany .
Tanpa menunggu jawaban dari Leon , Tiffany menghampiri Keysa yang kini tengah berada di bawah ,Leon yang melihat itu pun langsung turun dari tangga ,sesampainya di bawah Tiffany langsung menarik pundak Keysa dan melihat wajahnya .
"Bukannya dia personil PINKY , "
"Leon ... dia kan penyanyi K-Pop ,kenapa dia berada di sini , " ucap Tiffany .
Tiffany melihat ke arah Leon , lalu melihat ke arah Keysa yang kini tengah tertunduk .
"Kamu kenapa berada di sini ," desak Tiffany pada Keysa ..
"Aku di sini ,karna ... karna aku .... is...." ucap keysa terhenti .
"Dia sepupu ku Tiffany " potong Leon memberhentikan ucapan Keysa .
Deggg........
Keysa terkejut saat Leon mengatakan , dia adalah keponakannya , Tiffany kini melihat ke arah Keysa dan mendesak nya lagi .
"Apa benar kamu keponakannya Leon " dengan di angguki Keysa .
"Leon ... tapi kamu gak pernah bilang padaku kalau kamu punya sepupu penyanyi K-Pop " ucap Tiffany .
"Itu tidak penting ,untuk aku bilang punya sepupu padamu ," jawab Leon .
"Baiklah aku percaya " ucap Tiffany yang kini pandangan nya ke arah Keysa .
"Aku tidak menyangka , ternyata kamu sepupu dari Leon ." ucap Tiffany lagi .
"Aku akan cari tahu , aku tidak percaya kalau dia adalah sepupu mu Leon ."
" Tiffany .. kenapa kamu tahu aku ada di sini ." ucap Leon .
"Tentu saja ," jawab Tiffany dengan senyum smirk .
Tiffany sengaja menghampiri Leon ,bahkan wanita itu bergelayut di tangan Leon di hadapan Keysa .
Keysa yang masih di depan mereka langsung berjongkok untuk mengambil bunga ,dia tidak mungkin di depan mereka yang bermesraan ,setelah mengambil bunga di lantai ,Keysa melangkah ke arah taman tadi ,di saat beberapa langkah ,Leon memberhentikan langkah Keysa.
"Keysa"
"Tiffany ... aku akan menghampiri dulu Keysa ." ucap Leon melepaskan tangan Tiffany.
" Leon ?! untuk apa .. kamu mau apa .. kamu tidak bohong kan kalau dia sepupu mu ." ucap Tiffany .
"Bu_bukan begitu ?! jika kamu ada di sini , dia pasti lapor sama mommy ... kamu tunggu dulu di sini ya " ucap Leon membelai wajah wanita tersebut.
Tanpa menunggu jawaban ,Leon pergi menghampiri Keysa yang kini berada di taman ,Keysa yang cepat-cepat melangkah tangannya di tarik oleh Leon .
"Keysaa..." ucap Leon menarik tangan keysa.
"Ada apa " jawab Keysa .
Leon menghela napasnya berat ,dia akan mengatakan Tiffany pada Keysa, tapi Leon Takut ,takut kalau Keysa melapor pada mommy dan Daddy nya .
"Maaf sebelumnya ?! aku belum sempat mengatakan ?! kalau Tiffany itu adalah kekasihku ,dan pernikahan aku dan kamu pun dia tidak tahu ,?! aku harap kamu bisa bekerja sama denganku ,seperti apa yang aku katakan ........." ucap Leon tehenti .
"Sepupu ?! tenang saja aku mengerti kok ,kamu gak perlu khawatir ." ucap Keysa dengan menampilkan senyuman manisnya .
"Baguslah kalau kamu mengerti ?! bisakah kamu jaga rahasia ini ,jangan sampai mommy tahu ,aku tidak ingin ...... " ucap Leon lagi-lagi terhenti .
"Kamu tenang aja ?! aku akan jaga rahasia ini sama mommy kok .,aku ... aku ke ke belakang dulu , dia sedang menunggu mu ,jangan sampai dia salah paham dengan kita ." ucap Keysa berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Leon .
Keysa berusaha menenangkan hatinya ,dia hanya bisa menahan rasa sakit yang ada di hatinya ,entah kenapa rasanya sakit saat Leon menyuruh nya untuk mengatakan sepupu ,persetan dengan kata salah paham yang telah di ucapkan dia barusan ,tapi saat inilah hatinya begitu sakit ,tanpa sadar air matanya menetes ,dengan cepat Keysa menghapus air matanya .
__ADS_1