Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Datang ke lokasi syuting .


__ADS_3

Keysa menggeliatkan tubuhnya ,dia melihat-lihat tubuhnya yang terbungkus oleh selimut ,kini dia celingak-celinguk melihat keadaan dan di sampingnya sudah tidak ada Leon .


"Huuuufft"


"Pria brengsek"


Keysa masih mengingat dimana Leon memanggil dirinya atas nama wanita lain , dengan kekesalannya ,Keysa turun dari ranjang ,saking tidak sadarnya Keysa langsung terkejut hari sudah siang .


"Aaaaaaaaaaaaaaaa"


Dengan cepat Keysa berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,dirinya memaki-maki Leon yang menggangu tidurnya semalam hingga harus pake drama sulit untuk di tidurkan kembali .


15 menit kemudian ,Keysa pun sudah menyelesaikan mandinya ,setelah itu dia keluar dan berjalan ke ruang ganti ,setelah mengganti pakaiannya dia melangkah dengan cepat ke arah nakas untuk mengambil ponsel nya .


Keysa terkejut saat ponselnya begitu banyak panggilan tak terjawab dari Nita ,bagaimana bisa dia tidak mengingat ponselnya ,bagaimana tidak ! semalam dia menunggu pria brengsek itu di ruang tamu hingga ketiduran dan tidak mengingat akan hal ponselnya.


Keysa melangkah untuk ke bawah ,sesampainya di tangga bau aroma masakan tercium di hidungnya hingga memberhentikan jalannya .


"Siapa yang masak ya ,apa pelayan ."


Dengan penasarannya ,keysa langsung melanjutkan langkahnya untuk melihat ke arah dapur , di saat sampai dapur dia melihat punggung seorang wanita yang begitu familiar .


"Mommy "


Miseele langsung berbalik saat suara menantu yang memanggilnya, dengan menuangkan masakan yang sudah di masak miseele memberikan senyuman hangat pada Keysa .


"Hallo sayang ? gimana tidur mu ? nyenyak " tanya miseele yang begitu antusias .


"Hehe .. sangat nyenyak mom ,bahkan aku kesiangan " ucap Keysa dengan cengengesan .


"Karna pria brengsek itu ,aku kesiangan "


"Ayo sarapan ?! mommy sudah menyiapkan segalanya untuk sarapan pagi ini ." ucap miseele .


Keysa mengangguk dan membantu membawakan lauk pauk yang sudah siap untuk sarapan pagi ini .


Leon yang baru turun melihat kedua wanita yang kini asyik tertawa membuat dirinya berdehem dan langsung duduk di meja makan ,Keysa tidak menghiraukan kedatangan pria itu ,dia langsung duduk begitu saja dan menyiapkan makan sendiri tanpa menyiapkan untuk Leon .


Miseele yang melihat itu merasa heran ,kenapa putra dan menantunya seperti terlihat canggung .


"Ada apa dengan mereka ?! bukannya semalam sudah ML ya .. kenapa suasana nya canggung begitu ?! ada yang tidak beres, aku harus tanya pada pak Reno "


Ketiga orang itu kini tengah menikmati sarapan paginya tanpa membuka suara ,hanya ada dentingan sendok dan garpu saja yang bersuara ,selesai sarapan Keysa melangkah ke arah ruang tamu untuk menunggu Nita ,Keysa masih kesal dengan kejadian semalam dan sampai saat ini pun dia tidak ingin melihat pria itu sama sekali .


Leon yang melihat Keysa duduk di sofa hanya bisa mengacuhkannya saja ,yang sebenarnya dalam hati dia ingin minta maaf dengan kejadian semalam , miseele berpamitan ke Keysa untuk pulang dan sekalian ikut dengan Leon .


"Nanti saja aku minta maaf ,kayanya wanita itu sedang tidak baik-baik saja dengan ku."


Di saat Leon sudah di luar ,dia berpasan dengan Nita yang baru datang ,namun Leon tetap saja acuh dengan wajah dinginnya ,Nita yang melihat pria itu sudah menjadi hal terbiasa setiap melihat mimik wajahnya .


"Keysaaaaaaaa"


Keysa yang duduk di sofa terlonjak kaget saat suara Nita menggelegar di ambang pintu .


"Nita ,ada apa dengan mu ,?! bisa tidak kau datang beri salam ke ,gak sopan banget sih ." ketus Keysa yang kini melangkah ke arah tangga untuk bersiap .


Nita hanya cengengesan dan mengikuti Keysa ke atas ,dia masih bertanya-tanya dengan wanita paruh baya yang bersama Leon tadi .


"Sya ?! wanita tadi ._ " ucap Nita terhenti .


"Mertua ku"


"What ?! mertua ,semuda itu .?! gila .. dia cantik bangett , kira aku dia adalah wanita senggolannya lagi ." celetuk Nita .


"Keysa ?! kau semalam kemana saja , aku telpon tidak kau angkat ,kau tau tidak ,surat dari si penzina itu hilang dari kantong ku " ucap Nita .


"Sudahlah nit ?! lagian tidak penting juga ,aku tidak ada kerjaan lain untuk menemui Marissa , "


"Sya .. bukannya kau ingin balas dendam ,kenapa ._ "ucap nita terhenti .

__ADS_1


"Apa balas dendam aku harus masuk ke kamar yang di pesan oleh Marrisa ,aku sudah gila jika melakukan hal konyol itu ." ucap Keysa yang kini memakai wig .


"Ayo berangkat " ucap Keysa melangkah dengan di ikuti Nita .


Nita tidak ingin mengatakan apapun lagi ,dia ingin lebih memilih diam dengan sikap Keysa yang di pagi hari ini sungguh ketus sekali , kini mereka pun pergi dengan Nita yang menjadi supir Keysa yang saat ini dimana dia menjadi manajer Keysa .


Di perjalan Keysa hanya diam dengan wajah yang di tutupi oleh topinya ,Nita yang melihat ekspresi Keysa saat ini berasa heran .


"Kenapa sih ni anak , apa ada masalah dengan suaminya cap es balok itu"


Tak terasa ,kini mereka pun sampai di lokasi syuting ,Keysa turun dengan di ikuti Nita yang mengekorinya di belakang ,sementara Nita dia pergi ke ruang istirahat dan menyiapkan keperluan Keysa .


Saat Keysa masuk ,Bima memberhentikan langkah Keysa dan itu pun Keysa langsung berhenti dan mengalihkan pandangannya ke arah Bima ,pria itu melangkah ke arah keysa dengan tersenyum kecut .


"Ingat ?! aktor kecil seperti mu tidak akan aku biarkan untuk mendapatkan perhatian dan penilaian dari orang lain ." bisik bima .


"Apa ada yang salah dengan otak mu tuan , apa sebenci itukah kamu dengan ku ." jawab Keysa .


"Aku terlalu meremehkan mu ,berani sekali kau membuat ku di marahi oleh sutradara._" ucapnya terhenti .


"Itu bukan salahku ,tapi salahmu yang tidak konsen ,?! permisi ,aku harus siap-siap ." ucap Keysa melewati Bima .


"Hindra Wijaya ?! sialan kau ..." ucap Bima yang kini melayangkan tangan ke arah wajah Keysa .


Keysa terkejut dengan apa yang akan di lakukan Bima ,Keysa tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan dan memejamkan mata, semua artis kaget saat melihat keributan Bima dan aktor baru tersebut .


Keysa yang sedari tadi merem merasa heran kenapa dia tidak merasakan dapat pukulan dari Bima .


"Adnan, aktor yang kamu cari kualitas nya seperti ini ?! kenapa dia berani sekali mau memukul aktor baru ." ucap Leon yang kini menahan tangan Bima .


Keysa terkejut dengan suara yang baru saja dia dengar ,perlahan Keysa membuka matanya melihat orang yang kini berada di depannya .


"Leonniel,?! bos .. ka_kamu kenapa bisa di sini ." tanya Keysa kaget .


Bukan nya Leon yang menjawab ,namun Bima yang membuka suara dengan meringis kesakitan karna tangannya di cengkram oleh Leon .


"A...aaaaa ..lepas.. lepaskan aku ...siapa kamu ?! siapa yang menyuruhmu masuk ke area sini ." ucap Bima dengan menahan sakit .


"Dengan investasi harga 10 milyar ,aku adalah investor terbesar dalam drama ini ,dan aku memiliki hak untuk memecat aktor para aktor ." ucap Leon yang di mana membuat para pemain terkejut .


"Apa "


Bima pun kaget dengan apa yang di katakan Leon, bukan hanya dia ,Adnan pun tak kalah terkejut dengan di katakan pria itu .


"apakah dia ini mau memamerkan kekayaannya ke seluruh orang di sini ."


Keysa melihat mimik wajah Leon dengan amarahnya ,kini dia menahan tangan Leon untuk menahannya .


"Bos sudahlah ? lagian dia belum memukul ku." ucap Keysa .


Leon melihat ke arah Keysa yang berada di sampingnya .


"Apa kau ingin di pukuli olehnya ." ucap Leon dengan tatapan penuh amarah .


"Ti_tidak , bukan seperti itu "


"Ada apa dengan Leon ,apa dia salah minum obat ,seharusnya pagi ini dia itu ke kantor ,kenapa tiba-tiba ada di sini ."


"Leon ?! sudahlah .. aku tau kau sedang marah , bisakah kau meredakan amarah mu ini dengan kepala dingin ." ucap Adnan .


"Jika kau memecat aktor yang bermasalah ,film yang sudah hasil di buat tidak mungkin tiba-tiba hilang begitu saja , maafkanlah atas kesalah pahaman ini ." ucap Adnan lagi .


Leon menghela napasnya dengan melangkah menarik kursi ,dia duduk begitu enteng di depan semua orang.


"Baiklah"


Keysa mengerutkan keningnya melihat Leon yang duduk santai begitu Saja .


"Ada apa dengan pria ini, apa dia ini mau melihat orang-orang syuting "

__ADS_1


"Ayo-ayo semuanya mulai syuting ,keributan barusan jangan kalian hiraukan ,dia hanya sedang kegerahan Saja" ucap Adnan sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Leon .


Keysa masih saja diam di tempat ,tidak dengan yang lain sudah bersiap ,Leon yang melihat Keysa masih saja berdiri mengeluarkan suara .


"Kenapa kamu masih saja berdiri ,belum pergi bersiap-siap syuting"


Keysa mengerucutkan bibirnya ,dia benar-benar marah dengan kedatangan Leon yang begitu tiba-tiba ke lokasi syuting .


"Ada apa dengan mu ,kamu tiba-tiba datang begitu saja kesini ,dengan nada bicara so kaya di depan semua orang ,bukankah kau ini pergi ke kantor ." ketus Keysa .


Leon melihat gaya bicara Keysa ,dia menahan wajahnya dengan menatap Keysa .


"Apa kau tau ,sekarang kau ini mirip siapa ." ucap Leon .


"Apa dan siapa" jawab Keysa .


"Seorang istri yang bertanya pada suaminya ." ucap Leon dengan tersenyum miring.


"Huh .. tidak penting ,pergi sana ,jangan diam di sini." ucap Keysa berbalik dan melangkah untuk ke ruang ganti .


Leon melihat punggung Keysa yang kini tengah melangkah ke ruang ganti ,pria itu tersenyum tipis ke arah Keysa yang kini sudah hilang dari pandanganya .


Keysa yang sudah keluar dari ruang ganti kini tengah di make up ,dia melihat ke arah pria yang masih saja duduk Santai dengan pandangan ke arahnya .


"Dengan pandangan seperti itu ,gimana aku bisa fokus syuting jika pria itu ada di sini ."


Adnan melihat ekspresi Leon yang melihat ke arah Keysa hanya geleng kepala dengan tersenyum smirk ,Adnan ingin tau untuk akting kali ini dengan adegan Keysa menggoda Dian .


"Aciont !


Leon melirik ke arah suara yang dimana Adnan sudah akan memulai syuting ,bahkan Leon pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Keysa dan juga Dian yang akan melakukan adegan nya. .


Leon terkejut melihat Keysa yang kini berperan sebagai pria menarik dagu Dian ,meski begitu entah kenapa Leon merasa kesal melihat Keysa dengan adegan seperti yang dia lihat, Adnan yang melihat ekspresi Leon langsung menepuk pundaknya .


"Kenapa ?! cemburu ." ucap Adnan tanpa ada rasa takut .


"Diam "


"Setelah di pikir-pikir anak itu tidak seperti burung Pipit yang di maksud Carly , jelas-jelas dia begitu mirip dengan seekor burung Phoenix emas " ucap Adnan santai .


"Apa maksud mu " ucap Leon


"Kau tidak tahu ,disini ada saingannya yang tak lain adalah musuh di masa lalunya , kau tahu ,Marissa menyuruh asistennya mengundang istrimu ke hotel kemarin malam ." bisik Adnan


"Tapi Marissa begitu bodoh telah berhadapan dengan siapa ," ucap Adnan .


"Kau ingin tau tidak?! apa yang terjadi ." ucap Adnan menggoda Leon .


"Cepat katakan " ucap Leon dengan amarahnya .


Leon menatap Keysa ,dalam pikirannya ,apa semalam wanita itu pergi menemui marissa .


"Tempramen amarah mu ini tidak bisa di ubah apa ,kenapa kau tidak berubah juga ,aku tidak mengerti kau membawa wanita menjadikan aktor ,dia mau terjebak dengan kedua kalinya oleh musuhnya sendiri ,tapi untung itu tidak terjadi apa-apa "


"Melihat ekspresi nya yang pura-pura santai ,ternyata dia juga bisa memainkan keadaan yang akan di buat oleh Marissa ." ucap andan .


Seketika Leon merubah ekpresi dengan tersenyum tipis ,kini pandangannya ke arah Keysa yang tengah syuting.


"Wanita ini ,sudah pintar sekarang ya"


Adnan yang melihat Leon tersenyum langsung menganggu Leon dan menggodanya.


"Ekhemm ... aku sudah tidak tahan lagi dengan aroma cinta yang mulai bersemi ini ." celetuk Adnan .


Satu jam sudah berlalu .


Syuting adegan yang di lakukan para pemain pun kini sudah selesai ,Keysa melangkah ke arah ruang istirahat ,dia tidak memperdulikan Leon yang kini tengah mengobrol .


Nita yang melihat Keysa dengan wajah di tekuk ,langsung menghampirinya dengan memberikan sebotol air minum .

__ADS_1


"Sya aku tidak menyangka tuan Leon masuk investasi dan menjadi investor terbesar ." ucap Nita .


Keysa tidak menjawab Nita ,dia hanya tersenyum tipis, dia tau pria seperti Leon memang tidak bisa berbuat apa-apa dengan adanya orang yang membuat kesalahan dengan sikap pria itu memang sesuka hatinya .


__ADS_2