Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Gadis kecil masa lalu Leon .


__ADS_3

Carly tersenyum menyeringai melihat para pria yang sudah mengganggu wanita yang tak lain adalah istri Leon sahabatnya ,sementara Leon ,dia seperti biasa memasang wajah datar dan dinginnya ,pria bar itu melangkah menghampiri Leon dan Carly .


"Siapa kalian.. jangan ikut campur urusan kami ,kalau tidak ...


"Kalau tidak ? kenapa ." ucap Carly memotong ucapan pria tersebut dengan tersenyum jahat .


Senyuman Carly tiba-tiba buyar dan tergantikan oleh ekpresi wajah marahnya dan menatap para pria bar itu dengan tajam .


"Kalau tidak ?! aku akan menyuruh orang untuk mematahkan tanganmu ? bagaimana " ucap Carly dengan menatap pria itu dengan tajam .


"Bocah yang tidak tahu diri ,berani sekali kau mengganggu urusan di tempatku ." ucap pria tersebut menghampiri carly untuk melawan .


Satu tangan akan di layangkan ke wajah carly oleh pria itu, dengan cepat Carly menangkap tangan pria itu ,dengan memberikan senyuman manis .


"Aku ini paling tidak suka dengan namanya kekerasan ,hmmm .... apalagi pertumpahan darah ,?tapi kenapa ada orang yang berani sekali mencari keributan di tempat ku ,jadi tidak ada cara lain lagi ." ucap Carly menatap pria tersebut dengan masih memberikan senyuman jahat nya .


Leon yang melihat Carly banyak bicara membuatnya berdecak kesal ,kini dia melihat Carly dan memerintahkannya untuk mengurusi orang-orang bar itu .


"Selesaikan dengan cepat dalam 5 menit , aku ingin orang ini dan para bawahannya hilang dari hadapanku ." ucap Leon .


Carly melihat Leon dengan menghela napasnya ,kini dia memerintahkan suruhannya untuk membereskan pria bar yang begitu sombong itu .


"Kau adalah bosnya ,?! apa yang kamu katakan benar Leon ,!! kalian .. cepat urus pria ini ." ucap Carly pada bawahannya .


Pria bar itu terkejut dengan apa yang baru saja yang dia dengar dari perkataan Carly ,saat ini pria itu bergetar saat dirinya di hampiri oleh ketiga pria bertubuh kekar di bandingkan nya .


"Ka_kamu ... bos tempat ini ." ucapnya pada Carly .


"Hahaha ... bos !! aku tidak begitu tertarik pada tempat lusuh ini ,tapi ketika bos di bar ini bertemu denganku ,dia juga memanggil aku bos ." ucap Carly .


Pria itu lagi-lagi terkejut dengan apa yang di maksud pria di hadapannya ,Carly berjongkok dan menatap pria itu dengan tersenyum menyeringai .


"Kau tahu siapa bos di sini ?! bos di sini adalah pria yang berdiri di belakangku ,dan dia adalah pria milik wanita yang kau ganggu itu ." ucap Carly .


"A....apa.."


"Kalian urus pria ini ." ucap Carly memerintahkan pria itu .


suruhan Carly pun dengan cepat mengurusi pria-pria bar tersebut ,Leon si pria datar itu hanya berdiri dan melihat pria itu dengan memberikan tatapan tajamnya ,kini Leon melangkah mendekati Keysa yang kini tengah memberikan ekspresi ketakutan .


"Bukankah aku sudah bilang ?! aku menyuruhmu menjaga rumah ,kenapa kau bisa ada di sini ." decak Leon


Keysa sedikit takut dengan tatapan Leon saat ini ,dia menatap Leon dengan tangan gemetar ,sedari tadi dia takut akan hal pria-pria di bar itu ,sekarang dia menghadapi leon yang menatap nya dengan tersulut amarah .


"Kenapa aku harus menjaga rumah ?! di rumah ada beberapa pelayan ?! apa kau ini akan menjadikan aku pelayan di rumah mu itu ,dan .... ka.... kamu ... kenapa muncul di sini ." ucap Keysa


Keysa melangkah satu langkah pada pria itu dengan tangan gemetar ,dan repleks saja Keysa langsung memeluk Leon dengan tangis nya .


"Aku hanya menemui teman ku ,tapi kenapa aku harus bertemu dengan mu di sini Leon ,tapi untung kamu datang ?! aku ... aku takut sama orang-orang itu ." ucap Keysa dengan tidak sadarnya .


Leon terkejut dengan wanita yang kini tengah memeluknya ,bahkan saat ini Leon tengah menggepalkan tangannya ,Keysa langsung tersadar dengan apa yang dia lakukan itu ,dengan cepat Keysa melepaskan pelukannya dan melangkah mundur .


Keysa tidak tahu pergi ke bar akan melalui permasalahan seperti tadi ,bahkan dia tidak terpikirkan akan menjadi rumit seperti tadi ,dia memeluk Leon bukan apa-apa hanya saja dia beruntung dan terima kasih Karana pria itu telah menolong dirinya dan juga Nita dari pria-pria bar tesebut .


Nita yang setengah sadar ,masih tidak mengerti dengan yang dia lihat ,Keysa bisa dekat dengan pria pemilik salah satu stasiun Tivi , Leon yang merasa di tatap oleh Nita langsung memberikan tatapan tajamnya ,kini dia melihat ke arah Keysa dengan menahan amarahnya .


"Ayo pulang !! aku akan memberikan hukuman pada kelenci yang tidak patuh seperti mu ." ucap Leon menarik tangan keysa .


"Aaaa .... Leon ?lepaskan aku ,tanganku sakit ,aku gak mungkin pergi begitu saja ,Nita masih di sana ,Leon lepaskan aku ." ucap Keysa memberontak .


" Carly ... gadis itu aku serahkan padamu ." ucap Leon dan melangkah pergi .


"Leon apa maksud mu !! kau meninggalkan ku begitu saja dan menyuruhku untuk mengurusi gadis ini ,?! dasar brengsek ,kau lebih memilih wanita ,ketimbang aku sahabat mu ." teriak Carly ,yang kini langsung menatap Nita yang tengah memegang kepalanya .


Semetara di luar sana ,Leon langsung memasuki Keysa dengan paksa dan dengan cepat Leon menyalakan mobilnya dengan kecepatan tinggi ,keysa yang di perlakukan seperti itu oleh Leon hanya bisa memaki-maki pria itu dalam hati .


"Keysa !! kenapa kau tadi berharap di tolongin pria sialan ini ,?! bahkan tadi dia menolongku hanya diam saja dan menatap ku tajam seperti harimau yang akan menerkam makan malam nya !! tapi .... dia tetap menolongku dengan cara memerintahkan Carly ." gumam Keysa kecil .


"Kau bicara apa ." ucap Leon melihat ke arah samping .


"A...ahaa .. tidak ....aku tidak bicara apa-apa " jawab Keysa langsung .


"Kau pria menjengkelkan "


Leon tidak menjawab ,dia hanya fokus ke depan dengan wajah amarahnya ,dia sudah niat sampai rumah akan menghukum wanita yang ada di sampingnya itu .


Keysa menguap dengan sembari melihat ke arah jendela ,dia melihat pemandangan malam dan keramaian di luar sana ,dia ingin melupakan kejadian tadi ,Keysa merasa sedikit lega dengan nita yang saat ini telah di tolong Carly .


"Nita ,? anak itu stengah mabuk !! dia pasti akan meminta pertanyaan tentang aku dan Leon ."

__ADS_1


Keysa menyandarkan kepalanya dengan menghela napas ,dia memejamkan matanya dan tidak ingin melihat ke arah samping di mana pria itu berada ,tanpa sadar Keysa tertidur ,saat ini Leon bukan pulang ke rumah yang mereka tepati ,dia mampir di ke apartemen nya dulu untuk mengambil barang ,urusan yang akan dia lakukan harus tertunda Karna wanita yang ada di sampingnya .


Leon melihat ke arah samping di mana wanita itu berada ,Leon menghela napasnya berat saat melihat Keysa yang tengah tertidur ,kini Leon sampai dimana dia harus mengambil barang berharga di apartemen nya ,dia memberhentikan mobilnya ,sebelum dia turun dia melihat ke arah Keysa yang tertidur lelap ,kini Leon melepaskan jaznya dan menyelimuti Keysa ,dengan cepat Leon turun dari mobil .


Leon kini melangkah ke apartemen nya yang pernah dia tempati ,dia masuk dan melangkah ke arah kamar nya ,ada barang-barang yang akan dia bawa ,Leon mengambil foto dirinya dan juga Tiffany, Leon menghela napasnya panjang ,dia benar-benar lega ,saat dimana dirinya menikah Tiffany tidak jadi kembali ke Indonesia Karana wanita itu tengah sibuk dengan karir nya .


Leon membawa beberapa barang yang akan dia bawa ,Leon membuka laci kecil dan mengambil jam tangan nya ,di saat dia mengambil jam tangannya tiba-tiba dia melihat benda yang dimana itu sudah bertahun-tahun lamanya dia simpan .


"Gelang ini ........" gumam Leon terhenti dan meraih gelang itu .


Leon tersenyum tipis melihat gelang itu ,yang dimana dulu dia di suruh oleh adik dari mamanya untuk membeli gelang couple tersebut , hal yang membuat dirinya tersenyum adalah mengingat gadis mungil yang mungkin berumur 5 tahun itu tengah menginginkan gelang yang di beli Leon .


.


.


........Flashback on.......


Anak laki-laki berumur 12 tahun itu kini tengah berada di dalam mobil bersama paman adik dari sang mama nya ,dia kini tengah di ajak jalan-jalan oleh pria yang di anggap paman itu .


"Leonniel ,, kau harus turuti apa kata paman ,?! kau lihat gelang couple ini ." ucap pria tersebut memperlihatkan gambar gelang yang ada di ponselnya .


"Terus !! aku harus apa ." jawab Leon .


"Kau lihat toko aksesoris besar itu ,di sana ada gelang couple kepang berwarna biru , paman minta tolong sama kamu untuk membeli nya ." ucap Sean sang paman .


"Untuk apa !! dan kenapa tidak paman Saja yang beli " ketus Leon


"Ohh ayolah keponakan ku yang tampan !! paman cuman hanya minta tolong ,paman minta tolong sama kamu karna di sana ada calon mertua paman dan Tante Saras ,?paman tidak mungkin turun dan melangkah ke dalam untuk membeli gelang itu ." ucap Sean .


"Ck...paman aku ini masih tidak mengerti ,memangnya kenapa kalau ada Tante Saras ,ya seharusnya paman senang dong bisa ketemu dengan Tante Saras ." jawab Leon .


"Ayolah bantu paman !! kalau tidak ada mereka ,paman yang akan turun sendiri Leon untuk membeli gelang itu ,....


"Oke ! tapi aku minta permintaan " ucap Leon .


"Tentu !! apa itu ...paman akan kasih apapun untukmu ..." ucap Sean .


"Belikan aku motor sport ,untuk berangkat ke sekolah ,aku bosen di antar jemput terus oleh supir ," ucap Leon yang dimana membuat Sean membola matanya .


"Mo_tor sport...!! Leon kau ini yang benar saja !! kalau kau ingin motor tinggal bilang pada Daddy mu ,.....


"Aku sudah meminta sama Daddy ,tapi aku ingin mendapatkan motor itu dari paman juga " ucap Leon memotong ucapan Sean


Sean tidak menyangka keponakan bau ingusan itu meminta motor sport padanya ,hanya karna dia menyuruhnya untu membeli gelang couple .


"Gimana paman ?! kalau paman tidak mau juga , ya sudah aku gak mau membeli gelang couple itu .... bukannya paman akan.....


"Oke ...oke ... paman akan memberikan permintaan mu itu ,sekarang kamu bisa kan membeli gelang itu ." ucap Sean


Leon hanya mengangguk dan langsung turun ,dia tidak menyangka hanya karna gelang dia bisa memberikan motor sport permintaan nya , Leon tidak mengerti dengan pamannya yang menyuruhnya untuk membeli gelang untuk sang kekasih .


"Kenapa gak beli sendiri aja sih " decak anak remaja itu .


Leon kini melangkah ke toko aksesoris besar itu ,dia melihat ponsel pamannya untuk melihat gelang tersebut ,kini dia melangkah mencari gelang itu di setiap aksesoris yang tertata rapi itu ,beberapa menit mencari gelang tersebut akhirnya Leon menemukan gelang itu ,dan tentu saja Leon langsung mengambil barang dan membayarnya.


"Ini gelang nya anak muda " ucap pelayan aksesories.


"Terima kasih kak ." jawab Leon dan melangkah pergi ke arah luar.


Leon melangkah ke arah pintu luar sembari melihat gelang yang ada di tangannya .


"Gelang ini unik juga ." gumam Leon


Leon melangkah pergi ke arah mobil pamannya dengan masih melihat gelang itu ,di saat dia melangkah beberapa langkah ,matanya tak sengaja melihat seorang anak kecil tengah tertawa melihat balon di tengah jalan ,Leon seketika matanya kini tengah melihat mobil yang melaju kencang di jalan tersebut .


Gadis kecil itu melihat mobil yang tengah melaju itu membuat nya hanya diam dan tidak mengerti ,balon yang tadi dia sudah pegang harus terlepas karna melihat mobil yang melaju ,gadis kecil itu hanya menangis dan memanggil sang mama .


Leon yang di sebrang sana langsung berlari ke arah jalan itu ,dia berniat untuk menolong anak kecil itu dari mobil yang tengah melaju kencang .


"Mama..... mama....." tangis si anak kecil itu memanggil mama nya .


Mobil semakin mendekat ke arah anak kecil itu ,tidak ada seorang pun yang ingin mengambil anak yang tengah menangis di tengah jalan itu ,dengan cepat Leon langsung memeluk gadis kecil itu dengan memejamkan matanya .


Ckiiiiiiiiiiiiittttt


Pengemudi itu langsung memberhentikan mobilnya di depan kedua bocah itu ,dia membuka pintu mobilnya dan memarahi Leon dan gadis itu .


"Heyy bocah !! kalian mau mati yah .... dan kamu ,kalau menjaga adik itu yang benar " ucap pria itu dengan amarahnya dan menunjuk ke arah Leon .

__ADS_1


Semua orang hanya bisa melihat Leon dan gadis kecil itu yang tengah di marahi ,gadis itu yang di bentak malah menangis kencang dan ketakutan ,dengan cepat Leon langsung menggendong gadis kecil itu ke sisi jalan ,Sean sang paman terkejut melihat Leon bocah ingusan itu tengah menolong anak kecil .


"Leon !! kau membahayakan dirimu ," ucap sean mengelus dadanya .


Leon tidak menghiraukan perkataan pamannya dia menurunkan gadis kecil itu dari pangkuannya , Leon berjongkok dan melihat wajah gadis itu dengan mata merah dan Pipi basah di banjiri air mata .


"Hey gadis kecil .. kenapa kau main di tengah jalan ,dimana mama mu ." ucap Leon .


"Mama ... mama di lumah ,esa di sini sama bibi , tapi esa tidak tahu bibi di mana ,hiks ... hiks... tapi balon esa terbang di sana." ucap Keysa menunjuk ke arah jalan tadi .


"Kamu ingin balon !! biar kakak belikan ya ... " ucap Leon menghapus air mata gadis itu .


Keysa tidak menjawab ucapan Leon ,dia hanya menatap anak laki-laki itu yang kini tengah tersenyum manis padanya ,di saat Leon akan berdiri untuk membeli balon ,seseorang wanita tengah berlari ke arah gadis kecil itu .


"Ya Allah non !! bibi mencari non kemana-mana ,ternyata non di sini ." ucap wanita itu yang tak lain adalah pengasuh gadis kecil itu .


Leon dan Sean menatap wanita itu ,Leon melangkah ke arah wanita itu dengan raut wajah kesal .


"Lain kali tolong jaga ,dia tadi hampir tertabrak ,anak kecil sepertinya masih belum mengerti ap...


"Apa !! hampir tertabrak ,?! ya Allah non.. maafin bibi , bibi teledor ..." ucap bibi itu berjongkok dan menghapus air mata yang masih tersisa di pelupuk mata gadis kecil itu .


"Esa tidak apa-apa bi ,tapi esa sudah di tolong sama kakak dewa ini .. dia adalah dewa penolong esa bi ,, ?! Kakak tampan terima kasih sudah mau nolong esa," ucap gadis kecil itu melangkah ke arah Leon .


Keysa mendongkakan kepalanya ke arah Leon yang tengah berdiri itu ,Keysa merentangkan tangannya ke arah Leon dengan tersenyum manis ,Leon diam dan melihat wajah gadis mungil itu dengan tersenyum manis ke arah nya.


"Aku Sasa ,esa .. nama Kakak siapa ." ucap gadis kecil itu .


Leon masih diam dan tidak menerima uluran tangan gadis kecil itu ,dia masih menatap tangan mungil itu ,tapi seketika tangan mungil itu di turunkan ,Leon terkejut saat gadis kecil itu meraih tangannya .


"Aku Sasa ... panggilan ku esa !! nama kakak siapa ." ucap Keysa dengan cadelnya.


Leon seketika senyum dan berjongkok melihat wajah gadis kecil itu .


"Gadis kecil ,kamu memiliki nama yang unik "Esa" .. Sasa ... Esa ...,haha apa namamu benar-benar esa ." ucap Leon dengan di angguki gadis kecil itu .


"Baik !! Karena nama kamu esa !! aku juga akan memperkenalkan namaku padamu ? nama ku Niel , salam kenal ... namaku Niel ." ucap Leon merentangkan tangannya ke arah gadis kecil .


Gadis kecil itu tersenyum dan tidak membalas uluran tangan Leon ,dia hanya mengangguk dan melihat ke arah bibi pengasuh ,bibi pengasuh itu hanya tersenyum dan menyuruh nya untuk segera pulang ,kini pandangannya ke arah Leon yang masih mengulurkan tangannya .


bukannya menerima tangan Leon ,gadis kecil itu malah melihat tangan kiri Leon yang tengah memegang gelang biru ,warna kesukaan gadis kecil itu ,Leon yang melihat pandangan gadis itu ke arah tangannya langsung tersnyum menatap gadis mungil itu .


"Kenapa " tanya Leon .


"Yang di pegang kakak apa " ucap gadis itu .


"Oh .. ini gelang kepa...


"Wah .. gelang nya sangat bagus ,berwarna biru lagi ,?! bibi Mei kita beli gelang berwarna biru seperti itu ,gelang itu sangat cantik ." ucap gadis kecil itu ke arah bibi pengasuh .


Leon mengerutkan keningnya ,bahkan gelang itu hanya ada dua-duanya dan tidak ada lagi ,kini Leon menatap gelang itu dan menatap gadis kecil itu lagi .


"Kamu tidak perlu membeli nya ,kakak akan kasih gelang ini sama kamu ," ucap Leon yang kini memberikan gelang itu .


"Ini benar untukku .." ucap gadis kecil itu dengan di angguki Leon .


"Sini biar Kakak pakaikan gelang ini .." ucap Leon memasang gelang di tangan mungil gadis kecil itu .


"Non ... ayo kita pulang ,tuan besar pasti sudah menunggu non di rumah ." ucap bibi pengasuh dengan di angguki gadis kecil itu .


"Kak Niel " ucap gadis kecil itu .


Leon lagi-lagi terperangah saat melihat gadis kecil itu tersenyum .


"Kak Niel .. aku pulang !! telima kasih gelang nya ?! semoga esa dan kak Niel ketemu lagi ,dadah ka Niel ," ucap gadis itu .


"Tuan terima kasih sudah menolong anak majikan saya, kalau gitu kami pamit untuk pulang ,sekali lagi terima kasih ." ucap bibi pengasuh itu kepada Leon dan Sean .


"Dadah kak Niel ." ucap gadis itu melambaikan tangannya .


Leon melambaikan tangan itu ke arah gadis kecil itu ,dia tersenyum tipis melihat kepergian nya ,Sean menatap keponakannya itu dengan berdecak .


"Karna gelang itu kau berikan pada gadis itu ,motor sport di batalkan. " ucap Sean .


"Terserah !! aku sudah tidak membutuhkannya paman !! itu tandanya gelang ini untukku ." ucap Leon dengan memakai gelang itu .


Sean menggoda keponakannya saat Leon memakai gelang itu ,dia menggoda Leon yang kini tengah memakai gelang couple dengan gadis kecil itu .


"Gadis mungil itu begitu manis ! kau keliatan menyukainya ,jika kau bertemu dengan gadis itu lagi nanti.. ,jika nanti dia dewasa dan memakai gelang ini ,itu berarti dia adalah gadis kecil tadi ." ucap Sean.

__ADS_1


Seketika Leon berhenti dari senyumnya ,dia mencerna perkataan pamannya ,dia tidak berharap akan bertemu dengan gadis itu lagi ,karna beberapa Minggu lagi dia akan pergi ke Korea untuk meneruskan sekolah di sana ,Leon langsung melangkah ke arah mobil yang dimana pamannya itu tengah menunggunya .


Flashback off.


__ADS_2