
Leon yang sedari tadi menunggu Keysa pulang membuat dirinya lagi-lagi harus melihat ponselnya yang tidak dapat balasan dari istrinya itu .
"Di baca ?! tapi kenapa gak di balas."
Leon menghubungi orang suruhan nya yang mengikuti Keysa ke restoran ,setelah mendapatkan kabar bahwa Keysa sudah pergi dari restoran itu membuat dirinya lega .
Leon menarik napasnya panjang dan kini melangkah ke arah ruang kerja nya ,sesampainya di ruang kerja ,Leon langsung duduk di kursi kerja nya dengan membuka laptopnya , tapi di saat dia membuka laptopnya pandangannya ke arah nakas yang berada di dekat pintu masuk .
"Sial ... aku belum sempat membuang barang masa-masa dengan Tiffany "
Leon menutup laptopnya kembali dan berdiri dari duduknya ,kini dia melangkah ke arah nakas dan meraih foto yang terpajang di atas nakas itu ,dengan cepat Leon membereskan satu persatu barang kenang-kenangan dirinya bersama Tiffany .
"Pelayan"
Leon memanggil para pelayannya untuk membatu membuang barang kenangan di masa lalunya .
"Ya tuan"
"Tolong bantu saya ,dan buang yang ada di dalam kardus ini " ucap Leon dengan memejamkan matanya .
"Baik tuan "
Leon mengangguk dan kembali membuka matanya ,dia mengingat dimana dirinya dan Tiffany dulu ,kenangan manis masih dia ingatkan di dalam benak nya ,namun kenangan pahit dan rasa sakit yang ada di hatinya membuat dirinya kembali mengeluarkan amarah ,hingga kini barang-barang yang ada di kamar nya ia hancurkan dan sekarang bak kapal pecah .
"Tiffany ._________" teriak Leon dengan penuh amarahnya .
"Beberapa tahun ini aku telah di butakan oleh cinta ... oleh cinta mu ?! akhhhhhhhhhhh"
Leon begitu marah saat dirinya melihat Tiffany bercumbu dengan pria lain ,apalagi pria itu dia mengenalnya ,pria yang hampir merenggut Keysa dari jebakan Marissa ,mengingat akan hal Keysa ,Leon tiba-tiba mengingat istrinya itu yang saat ini belum kembali juga .
Leon melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 21.00 ,kini dia keluar dari ruang kerjanya dan menanyakan Keysa pada pak Reno .
"Apa istri saya belum pulang." ucap Leon
Pak Reno yang akan melangkah ke dapur seketika diam dan mencerna perkataan leon .
"Istri ... semenjak kapan tuan muda bilang istri pada nona Keysa ?! biasanya dia hanya memanggil wanita itu ,wanita dan wanita dan namanya saja "
"Pak reno "
"Be_belum tuan " jawab pak Reno langsung .
Leon berdecak ,bukannya tadi suruhannya bilang bahwa Keysa sudah pergi meninggalkan restoran yang di kunjungi Keysa ,namun kenapa belum pulang juga .
"Pak Reno ? bukan kah tadi keysa perginya bersama Nita ." ucap Leon
"iya tuan ,tapi nona Nita hanya mengantarkan saja "
"Bagaimana pak Reno tau ," jawab Leon .
"Karna sesudah mengantar nona Keysa ,nona Nita kembali kesini mengambil ponselnya yang ketinggalan ,dan nona Nita bilang hanya mengantarkan nona Keysa saja ."
Leon seketika diam dan memikirkan foto wanita yang di temui Keysa oleh pesuruhnya ,kini Leon membuka dan melihat Poto yang di kirim orang Suruhannya itu .
"Marissa "
"Wanita bodoh itu ?! sudah tau marissa itu musuhnya ,kenapa masih menemuinya ,pasti ada terjadi sesuatu "
"Apa dia pergi ke rumah Nita ya" gumam Leon .
Leon mencoba menghubungi nomor Keysa ,namun nomor nya tidak aktif dan hal itupun dia tidak bisa mencari keberadaan Keysa ,Leon dengan cepat melangkah ke arah luar dan menuju ke arah mobilnya .
Leon berniat pergi ke rumah Nita untuk memastikan ,yang di buat Leon kesal nomor Nita pun tidak aktif juga ,jadi dia berfikir mungkin Keysa sedang ada acara lain bersama Nita, tapi hatinya saat ini tidak tenang ,dia pergi ke rumah Nita hanya ingin memastikan bahwa istrinya itu bersama Nita .
Tak butuh waktu lama Leon pun kini sudah berada di rumah Nita ,dia turun dari mobil dengan cepat melangkah mengetuk pintu .
Tok...
Tok...
Nita yang kebenaran sedang maskeran di ruang tamu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu, Nita merasa heran tidak biasa nya ada tamu mengetuk pintu ,padahal di sampingnya ada bel .
"Siapa yang bertamu malam-malam begini, pake ketuk pintu lagi "
Nita langsung melangkah ke arah pintu dan berniat untuk membukanya tanpa rasa takut ,di saat dia membuka pintu ,Nita terkejut dengan pria yang ada di depannya .
"Tu_tuan ?! kenapa anda ada di sini ." ucap Nita yang kini langsung melepaskan maskerannya .
__ADS_1
"Apa istriku ada di sini ." tanya Leon .
"Hah istri ... keysa ?! Keysa tidak ada di sini ,bukannya dia seharusnya udah pulang satu jam yang lalu ya." jawab Nita heran.
"Jadi dia tidak ada di sini ." ucap Leon dengan di angguki Nita .
"Tapi tunggu ... satu jam yang lalu Keysa bilang sudah keluar dari restoran dan sudah naik taksi menuju pulang , apa anda yakin tuan Keysa tidak ada di rumah ." ucap Nita .
"Kenapa kamu tidak menunggunya hah ... sudah jelas kau tahu bahwa istriku menemui Marissa " ucap Leon dengan amarah .
Nita kaget saat Leon membentaknya ,dia tidak tahu bahwa Keysa belum sampai di kediaman mereka ,tak hanya kaget Nita sekaligus khawatir akan hal sahabatnya itu .
"Kamu bodoh nitaaa .... kenapa kamu gak memaksa ikut aja dan menunggu Keysa ? bodoh ....bodoh .."
"Tetep pegang ponsel mu , jika ada kabar dari Keysa cepat hubungi aku ." ucap Leon berbalik dengan penuh amarah .
Leon pergi meninggalkan kediaman Nita dengan perasaan tercampur ,marah , was-was dan khawatir menyelimutinya , Nita yang melihat Leon pergi dengan ekspresi marah seketika jantung nya berdegup kencang.
"Keysa ?! ku mohon ,kamu baik-baik saja"
Leon membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi ,rasa cemas menyelimuti dirinya ,entah kenapa dia benar-benar tidak tenang saat mengingat istrinya yang belum kembali pulang juga ,kini Leon memerintahkan seseorang untuk membantunya .
"Keysa ?! tunggu aku "
Dering ponsel Leon berbunyi ,dengan cepat Leon pun langsung merima nya .
"Apakah kau sudah menemukannya ."
"Aku sudah menemukannya ?! sinyal muncul di gudang yang sudah tinggalkan lama di pinggiran kota ,tapi sinyal itu tiba-tiba menghilang ,kemungkinan besar sudah di hancurkan ,lebih baik kau segeralah kesana " ucap seseorang di balik telpon .
"Baiklah ." ucap Leon dengan langsung mematikan ponselnya .
Leon langsung menginjak gas mobilnya dengan di penuhi rasa kecemasan di wajahnya ,jika sampai terjadi sesuatu dengan wanita itu ,siapapun yang melukainya akan dia kasih pelajaran ,dia khawatir akan hal Keysa karna takut akan hal amukan mommy nya pada dirinya yang tidak bisa menjaga seorang istri .
Sementara di sisi lain ,Marissa tengah tertawa bahagia Karna sudah membuat Keysa tidak bisa kabur dari perangkapnya , kini dia mengambil ponselnya dan memanggil Arya , Arya yang mendapatkan telpon dari Marissa langung menerimanya .
"Bagaimana" tanya Arya di balik telpon.
"Haha.. aku sudah berhasil menangkap mantan Mu itu sayang ,kau tau ? aku sudah membuat dirinya tidak bisa berkutik sama sekali ." ucap Marissa
"Arya ada apa dengan mu, apa kau masih mencintai Keysa ,kau khawatir dengan dirinya ," ucap Keysa menyelidik .
"Bu_bukan seperti itu ?! bukankah kau hanya ingin memastikan dirinya saja dan hanya menculiknya tanpa melukai dia ,"ucap Arya. .
"Aku memang ingin memastikan nya ?! dan lihat saja nanti ,jika Hindra Wijaya besok tidak ada di lokasi syuting ,itu tandanya bahwa hindra adalah Keysa yang aku tangkap saat ini ." ucap Marissa dengan nada kesalnya .
"Baiklah ?! itu terserah mu " ucap Arya di balik telpon dengan langsung mematikan sambungannya dengan Marissa .
.
.
.
Di tempat lain .
Keysa yang kini berusaha bersembunyi di balik tembok dari anak buahnya Marissa membuat dirinya takut ketangkap lagi ,dengan deru napasnya yang sangat cepat Keysa langsung menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh anak buah Marissa .
" Gadis cantik ?! jangan bersembunyi lagi ,kamu tidak akan bisa kabur dari tempat ini ,lebih baik kamu patuh bersama kami dan menikmatinya ." ucap para penjahat tersebut .
"Hahaha ... gadis kecil yang cantik ,ayo keluar " ucap salah satu pria jahat itu .
"Ayo bersenang-senang dengan kami " ucap seseorang pria salah satu dari mereka .
Keysa yang mendengar itu langsung gemetaran ,tubuhnya saat ini benar-benar tidak baik-baik saja ,kini dirinya memegang kepalanya yang merasakan pusing .
"Apa yang sudah Marissa berikan padaku ,aku benar-benar sudah tidak tahan lagi "
Kini Keysa melihat ke arah pintu yang masih bisa terlihat olehnya di balik tembok ,dia berpikir apa di depan pintu ada penjaganya atau tidak .
"Tidak tau ?! apa di luar ada penjaganya atau tidak "
Keysa celingak-celinguk mencari sesuatu untuk memancing ketiga para penjahat itu ,Keysa menemukan batu kecil dan melemparnya ke tong sampah yang sudah di lewati oleh para penjahat itu .
Banghhh......
"Di sana " ucap pria penjahat itu dengan di ikuti langkahnya dengan kedua pria lainnya .
__ADS_1
Keysa yang melihat ketiga pria itu berlari ke arah asal suara ,langsung berlari dari persembunyiannya, dia berlari ke arah pintu luar untuk segera pergi dari tempat itu ,di saat Keysa akan membuka pintu itu dia terkejut pundaknya sudah di tahan oleh seseorang dari belakang .
"Tidak ?! apa aku benar-benar akan di leceh kan orang-orang bajingan ini ," gumam Keysa kecil .
Keysa memejamkan matanya tidak ingin berbalik melihat orang yang ada di belakangnya .
"Gadis manis kau tidak bisa kabur lagi ." ucap pria jahat itu .
Di saat Keysa akan di tarik oleh ketiga pria itu , tiba-tiba ada seseorang yang menendang pintu gudang itu dengan keras .
Bugh .....
"Apa kalian sudah bosen untuk hidup " ucap seseorang yang menendang pintu itu .
Keysa yang merasa kenal dengan suara itu langsung membuka kedua matanya ,dia terkejut melihat Leon yang kini berada di depannya .
"Berani-beraninya kalian menyentuh wanitaku ." ucap Leon dengan di penuhi amarah .
Ketiga pria itu langsung mundur kebelakang saat kedatangan Leon ,tapi mereka bertiga masih menahan Keysa ,Leon menatap Keysa yang sudah berkaca-kaca ,Leon merentangkan tangannya ke arah Keysa .
"Kemarilah ,jangan takut sama mereka ada aku disini ." ucap Leon .
Keysa berusaha berjuang agar terlepas dari cengkeraman ketiga pria itu ,dan alhasil diapun terlepas dari ketiga pria itu dan berlari langsung menghambur memeluk erat leon dengan menangis .
"Le_leonniel "
"Maaf ... aku terlambat ."
"Leonniel ?! kamu datang " ucap Keysa melepaskan pelukannya melihat wajah pria itu .
Seketika keysa jatuh ke pelukan Leon kembali dengan tak sadarkan diri ,Leon terkejut melihat Keysa tiba-tiba pingsan ,kini pandangannya ke arah ketiga pria itu dengan menatap tajam .
"Apa yang sudah kalian lakukan padanya ."
"Kami kira siapa ?! ternyata tuan muda Leonniel prawijaya ." ucap seseorang dari mereka .
"Dengar-dengar tuan Leon adalah sosok orang yang begitu arogan dan sombong ,sekarang pun masih terlihat seperti itu dan lebih sombong lagi ." ucap ketiga pria itu .
"Bagus jika kalian tau siapa aku ,sebelum kalian masuk kedalam neraka ,kalian tidak akan tau mati di tangan siapa setelah itu ." ucap Leon menatap tajam pada ketiga pria itu .
"Apa kamu pikir kita takut denganmu yang datang hanya sendirian ." ucap ketiga pria itu .
"Siapa bilang aku datang sendirian " ucap Leon yang kini langsung menggendong Keysa .
Leon berbalik keluar dengan membawa keysa ,ketiga pria itu terkejut saat melihat segorombolan para pria yang ikut dengan Leon .
"Ba_bagaimana mungkin" ucap ketiga pria itu yang kini sudah mulai ciut .
"Bukankah kalian barusan mengatakan aku arogan ?! maka dari itu kita selesaikan dengan cara arogan juga." ucap Leon tanpa melihat ke belakang .
"Urus mereka ?! biarkan mereka hidup ,tapi lebih baik merasakan mati dari pada hidup " ucap Leon melirik ke arah pria yang mengikutinya.
"Mengerti " jawab pria tersebut .
Pria itu melangkah masuk dan duduk di kursi dengan begitu santai ,pria itu bahkan menampilkan senyuman ke arah ketiga pria itu ,pria itu mematung saat melihat kedatangan pria tersebut ,pria itu masih saja tersenyum dan menangkup dagu nya .
"Aku heran kenapa kalian bekerja sama dengan pria buaya darat dan juga wanita p*l*c*r itu , dan kau tidak tahu siapa yang kau tahan tadi ,dia adalah menantu keluarga prawijaya ,bahkan kalian juga tahu dia dan mengenalinya ,kalian sungguh mencari mati rupanya ." ucap pria tersebut .
"Kamu adalah tuan muda Carly Jepsen " ucap salah satu dari pria jahat itu .
"Ohh .. rupanya kalian mengenalku " jawab Carly dengan masih menampilkan senyumannya .
Ketiga pria itu langsung gemetar saat mendapatkan Jawaban dari Carly .
"Tidak di sangka Leonniel prawijaya mempunyai hubungan dengan pasukan bawah tanah ."
"Bos ?! tidak peduli dia tuan muda Carly atau siapa pun itu ,apa yang harus kita takutkan ." ucap salah satu pria jahat itu .
"Diam ?! kau tidak tau dia siapa hah ." ucap pria ketua dari mereka .
Pria itu menghampiri Carly yang tengah duduk dengan melipatkan kedua tangannya .
"Tuan muda Carly ,kami tidak tau apapun ,kami hanya di suruh ?! tolong bebaskan kami dan maafkan kami ,lain kali kami tidak akan melakukan lagi ." ucap pria itu penuh harap .
"Berani sekali kau meminta maaf padaku ?! atas dasar apa kalian minta maaf padaku ,bahkan kalian berani sekali menyentuh Keysa dan berani meremehkan Leonniel ,jika pun kalian meminta maaf pada mereka dan meminta ampun pada mereka, mereka pasti tidak akan mau memaafkan kalian dan mengampuni kalian ,jangan kan mereka ,aku pun tak akan mengampuni kalian ." ucap Carly dengan merubah ekpresi nya menjadi dingin .
Ketiga pria itu lagi-lagi di buat gemetar dengan perkataan Carly ,apalagi saat ini mereka langsung tidak berkutik saat melihat wajah Carly dengan begitu menakutkan ,dari aura dingin menjadi merubah ekpresi menakutkan seperti mau membunuh mangsa yang ada di hadapannya .
__ADS_1