
"Nona , apa anda tidak apa-apa " ucap nya .
Keysa mendongkakkan kepalanya melihat orang tersebut .
"Kamu gak lihat ,aku ini sedang tidak baik-baik saja ." jawab Keysa ketus .
"Oke-oke aku salah , tapi bisakah nona tidak berteriak di tengah malam ,..." ucap pria itu terhenti saat heels yang ada di tangannya di rebut Keysa .
Keysa berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu dan tidak menghiraukan pria tersebut ,saat ini dia menenteng kedua heels nya dengan sembari berjalan ,pria itu celingak-celinguk melihat ke adaan ,lalu kini pandangannya ke arah Keysa .
"Apa dia sendiri , kenapa berjalan kaki "
Pria itu mengikuti langkah Keysa yang berjalan dengan gontai ,dengan cepat dia menahan tangan keysa .
"Hey ... kamu mau kemana ?! gak baik keluyuran tengah malam begini sendirian ."
"Apa masalah Mu ,lepaskan ?! saya mau pulang ." jawab Keysa menghempaskan tangannya dari pria itu .
Keysa berbalik lagi dan melanjutkan jalannya ,pria itu merasa heran dan berfikir dengan wanita idolanya .
"Apa dia ini sedang putus cinta "
"Nona ?! di mana rumah mu ,aku akan mengantarkan mu ." ucapnya yang di mana lagi-lagi Keysa terhenti dari langkah nya .
"Mengantarkan ku , kamu mau mengantarkan ku pakai apa ,jalan kaki juga " ketus Keysa .
"Tidak ... itu mobil ku ,jika ....." ucap nya terhenti saat Keysa berjalan melewati dirinya .
Keysa tidak tahu bahwa mobil yang dia sempat lihat-lihat tadi adalah mobil pria itu ,tanpa pikir panjang Keysa langsung melangkah melewati pria itu .
"Ayo ?! antarkan aku ke perumahaan Xxxxx , " ucap Keysa ketus .
"Aku gak mungkin jalan , apalagi naik taksi ,tas ku di mobil Leon "
Pria itu melangkah dan segera menghampiri Keysa yang tengah berdiri di dekat mobilnya .
"Masuklah " ucap nya ,tanpa menjawab Keysa pun masuk ke mobil pria itu .
Keysa tidak berpikir lebih jauh ,karna saat ini dia tengah masuk mobil orang yang tak di kenal ,saat ini pikirannya masih tetap ke suaminya .
"Nona , apa kamu sedang putus cinta ." ucap pria itu melihat Keysa di balik kaca spion .
__ADS_1
"Gak usah kepo , cepat antarkan aku " ketus Keysa .
Pria itu tersenyum tipis dengan cepat dia pun menyalakan mobilnya ,dia tidak menyangka ,bahwa dirinya akan bertemu dengan wanita yang di idolakan nya.
"Di lihat aslinya cantik banget , sekalipun dia tengah menangis "
Keysa yang kini di belakang tidak sadar ,bahwa pria itu tengah melirik nya di balik kaca spion , pria itu melihat dan mendengar isakan tangis Keysa , dia ingin bertanya lagi tapi takut Keysa akan marah ,saat ini keysa memejamkan matanya ,tapi lagi-lagi ingatan itu terngiang-ngiang di kepalanya ,dulu Arya yang membuat dirinya sakit hati ,sekarang suaminya sendiri yang menyakitinya .
"Semua pria itu brengsek ,dia sama saja dengan Arya "
"Aku ingin pulang ke rumah papa ,mama ,, tapi aku gak mungkin pulang dengan seperti ini , papa sama Mama pasti nanyain pria brengsek itu "
Tanpa terasa mobil yang membawa Keysa pun sampai di pintu gerbang rumah yang di tempati Leon dan dirinya ,Keysa turun dan berterima kasih pada orang yang telah mengantarkannya tanpa menoleh ke pria tersebut ,dia melangkah dan masuk ke halaman rumahnya begitu saja .
Pria itu melihat Keysa masuk dan sudah menghilang dari pandangan nya ,pria tersebut tersenyum tipis dengan sikap Keysa yang seperti tadi .
"Cuek ?! tapi sungguh menarik ?! tidak di sangka ,penyanyi itu memiliki sifat jutek ." gumamnya .
Dia memikirkan Keysa yang menangis di taman tadi ,dalam pikirannya apa Keysa mendapatkan masalah ,atau wanita itu tengah putus cinta apa yang lainnya, dengan pikiran yang masih memikirkan keysa dia pun langsung menyalakan mobilnya kembali dan pergi .
Semetara di dalam sana ,Keysa melangkah pelan ke arah pintu dengan tatapan yang sulit di artikan ,di saat dia sampai depan pintu , dia merasa heran kenapa pintu rumahnya terbuka ,kini dia melihat ke arah halaman untuk melihat mobil .
"Itu kan mobilnya mommy miseele ,?! kenapa aku tidak lihat-lihat dan enggak sadar ,?! ohh tidak ... gimana ini ,gimana jika mommy bertanya dimana Leon .
"Keysa ?! kenapa kamu berdiri di sini , ayo masuk ." ucap miseele .
"Mo_mommy "
Miseele tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menarik tangan keysa untuk segera masuk ke dalam .
"Ayo masuk ,jangan bengong gitu ." ucap miseele .
Keysa heran ,kenapa mertuanya tidak menanyakan keberadaan Leon ,dengan begitu Keysa hanya menurut saja masuk dengan perasaan yang benar-benar sulit di artikan,Keysa ingin berkata Namun dia urungkan Karna tidak mungkin menjadi merubah suasana .
"Keysa .. mommy akan menginap di sini , ?! iya kan dad ." ucap miseele dengan menatap Panji yang tengah menikmati kopinya .
Keysa masih belum mengerti ,kenapa mertuanya begitu santai tanpa menanyakan dirinya yang pulang dengan siapa dan tidak menanyakan Leon ,tapi seketika Keysa terkejut saat miseele mengatakan akan menginap .
"A...apa ...me_menginap ." ucap Keysa gelagapan .
"Iya sya ?! kamu kenapa ,kok kaya yang kaget gitu mommy nginap sayang ." ujar miseele .
__ADS_1
"A.... a.....tidak apa mom , aku senang mommy dan Daddy nginap ." ucap Keysa dengan tersenyum kikuk .
"Aduh gimana ini ,?! mudah-mudahan mommy gak mencurigai ku ,kalau aku dan leon pisah kamar."
"Kamu gak perlu khawatir sya ,?! kamar untuk mommy udah di siapkan oleh pelayan , kamu istirahat gih ." ucap miseele dengan di angguki Keysa .
Keysa pun melangkah ke arah tangga dengan sesekali menoleh ke belakang ,dia masih tidak mengerti dengan mertuanya itu ,sementara di bawah sana miseele melihat keysa yang kini sudah naik ke atas , dia menarik napas panjang dan melihat ke arah Panji sang suami .
"Mas ..?! aku akan beri hukuman pada wanita itu ,dia sudah menyakiti menantu kita ."ucap miseele dengan sedikit geram.
"Sayang ?! kamu tenang dulu ,kita harus pelan-pelan.,kau tau sendiri putra kita gimana ."jawab Panji .
"Aku gak bisa tenang mas ?! kalau kita gak ngikutin Leon pergi ke tempat Tiffany ,mungkin Kesya di sini sendiri ?! aku tidak akan biarkan wanita itu mempengaruhi leon ,aku harus membongkar keburukan wanita itu ," ucap miseele dengan mengambil ponselnya yang berada di sofa .
Miseele menelpon seseorang yang harus ia suruh ,sementara Panji dia hanya menghela napasnya berat ,bukan hanya sang istri yang kesal ,tapi dirinya juga pun ikut kesal pada putra nya itu ,Panji berharap suatu saat nanti Leon bisa menerima Keysa dan bersama saling mencintai .
.
.
.
Di tempat lain .
Leon uring-uringan saat dia sadar akan hal Keysa ,dia tidak ingat akan hal istrinya itu Karna panik akan hal Tiffany, dia berniat akan pulang , Namun Tiffany menyuruhnya untuk menemani nya ,dan tidak hanya itu ,Leon pun hanya bisa mengiyakannya dan memilih untuk menemani Tiffany .
"Keysa "
Dalam pikirannya masih tetap Keysa ,perasaannya kini tengah kalut ,entah kenapa dia benar-benar tidak tenang saat sudah mengingat Keysa yang sudah tidak ada di sampingnya beberapa jam yang lalu
"Sial ... pak Reno , aku lupa untuk menelpon dirinya untuk menanyakan Keysa "
Sebelum menelpon ,Leon melirik ke arah sampingnya ,di lihatnya seorang wanita yang sudah terlelap membuat dirinya perlahan melepaskan tangan Tiffany yang tengah memeluk dirinya , dengan cepat Leon melangkah ke arah balkon untuk menelpon pak Reno .
Orang yang di telpon Leon pun langsung menerima telponnya ,dan hal itu pun Leon menanyakan keysa untuk memastikan ,ada di rumah atau enggaknya .
Setelah mendengar dari pak Reno ,Leon pun bernapas lega bahwa Keysa sudah berada di rumah ,bahkan dia tidak memikirkan panjang ,saat setelah Keysa sudah berada di rumah ,begitu juga pak Reno yang tidak mengatakan ,bahwa di kediaman Leon ada miseele dan Panji orang tuanya .
Leon kembali ke kamar dan melangkah ke arah sofa ,dia duduk dan menyandarkan punggungnya dengan memejamkan kedua matanya ,tapi tiba-tiba dia teringat Keysa dan wajah nya terngiang-ngiang di pikirannya .
"Aku ini kenapa , tidak Leon ,kau gak boleh mikirin Keysa ."
__ADS_1
Leon pun sesegera mungkin melupakan bayangan Keysa dalam pikirannya ,dia berusaha memejamkan matanya agar cepat segera tidur .